Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS DWELLING TIME IMPOR PADA PELABUHAN TANJUNG PRIOK MELALUI PENERAPAN THEORY OF CONSTRAINTS Anita, Sherly Luthfi; Asmadewa, Indra
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 1, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.232 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v1i1.125

Abstract

AbstractThe objective of this research is to identify dwelling time bottlenecks in green and yellow channel of importation, the bottleneck causes, and how to solve the contraints. Using theory of constraints, this study conducts five-focusing steps to solve the problems. This qualitative research takes Port of Tanjung Priok as the location to observe and invloves three groups of participant consisting of regulatory institution, port operator, and ten importers as the service users. This study concludes that the main bottleneck of dwelling time can be identified in pre-clearance process that is the lengthy time of processing and issuing importation permission of prohibitted and/or restricted goods. Some causes of the bottleneck are identified covering importers’ lack of knowledge about regulation of prohibitted and/or restricted goods, unintegrated permission process with Indonesia National Single Window, and many different technical institutions involved. The proposed solutions for the constraints faced in the port are single submission and Indonesia Single Risk Management. These solutions are considered to have ability to shorten current dwelling time.     Kata kunci: dwelling time, theory of constraints, bottleneck, Indonesia National Single Window, prohibitted and/or restricted goods AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi penghambat (bottleneck) dalam dwelling time impor jalur kuning dan jalur hijau, mengapa bottleneck terjadi, dan bagaimana mengatasi bottleneck tersebut. Dengan menggunakan theory of constraints, penilitian ini melakukan lima langkah fokus (five-focusing steps) untuk mencari solusi atas kendala yang ditemukan. Penelitian kualitatif ini mengambil tempat di Pelabuhan Tanjung Priok dengan melibatkan tiga pihak yaitu regulator, operator pelabuhan dan sepuluh pengguna jasa. Penilitian ini menyimpulkan bahwa kendala utama yang ditemukan dalam dwelling time adalah pada tahap pre-clearance yaitu lamanya waktu pemrosesan dan penerbitan izin impor barang larangan dan/atau pembatasan. Sejumlah penyebab atas kendala yang dapat diidentifikasi mencakup ketidaktahuan importir tentang ketentuan lartas, proses perizinan yang belum terintegrasi dengan Indonesia National Single Window, dan proses perizinan yang melibatkan banyak instansi teknis. Usulan solusi atas kendala tersebut yaitu single submission dan Indonesia Single Risk Management memiliki kemampuan untuk mengatasi kendala dwelling time saat ini.  Kata kunci: dwelling time, teori kendala, penghambat, Indonesia National Single Window, barang larangan dan/atau pembatasan 
Penguatan Kapabilitas SDM BUMDesa Melalui Bimbingan Teknis Dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan : Strengthening The Capabilities Of VOE’s Human Resources Through Technical Guidance And Assistance To Prepare Financial Statements Muh Nurkhamid Nurkhamid; Indra Asmadewa Indra; Renny Sukmono Renny
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 2 No. 2 (2022): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.677 KB) | DOI: 10.57152/consen.v2i2.456

Abstract

Hasil audit BPK menyatakan bahwa terdapat BUMDesa yang tidak menyampaikan laporan keuangan dan BUMDesa belum didukung oleh pengelola yang kompeten. Temuan ini sejalan dengan dinamika pengelolaan keuangan BUMDesa di Provinsi Jawa Timur yaitu isu administrasi keuangan masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan kapabilitas pengelola BUMDesa. Hampir semua BUMDesa tingkat pemula belum mampu menyusun laporan keuangan, termasuk sejumlah BUMDes di Kabupaten Ngawi. Untuk membantu meningkatkan kapabilitas SDM BUMDesa, Tim Pengmas melaksanakan kegiatan bimbingan teknis dengan tiga skema berupa pembekalan materi dasar akuntansi, pengenalan aplikasi Microsoft Excel untuk pembukuan, dan pendampingan penyusunan laporan keuangan BUMDes. Media bimbingan menggabungkan media online dan offline. Hasil kegiatan ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pemahaman teknis para peserta yang ditunjukkan oleh kemampuan peserta dalam menganalisis debet kredit transaksi pada kegiatan pengenalan aplikasi. Peserta juga telah mampu menyusun laporan keuangan semester I tahun 2022. Keterbatasan komunikasi secara daring dan komitmen BUMDesa untuk terbuka terkait data keuangan menjadi kendala pelaksanaan kegiatan ini.
Analisis Pengaruh Fasilitas KITE dan Kepemilikan Kas Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Ekspor Sebagai Pemediasi Muh Ibnu Malik Risqullah H; Indra Asmadewa
Jurnal Ecogen Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Ecogen
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ecogen.v8.i4.25

Abstract

The government supports the manufacturing industry through the “Import Facility for Export Purpose” (KITE) stimulus, aiming to alleviate financial constraints on businesses. Despite this, data from Statistics Indonesia (BPS) indicates a continuous decline in the manufacturing sector’s contribution to total GDP since 2010. Furthermore, two KITE-recipient companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) consistently reported losses from 2019 to 2023. This study examines the direct and indirect effects of the KITE facility and cash holdings on financial performance, using export value as a mediating variable. The study employed panel data regression with the Feasible Generalized Least Squares (FGLS) model and path analysis. It utilized quarterly panel data from 2021 to 2024, involving 11 KITE companies listed on the IDX. The results show that, directly, cash holdings and export value have a proven positive effect on financial performance. However, the KITE facility does not demonstrate a positive direct effect. Path analysis confirms that both the KITE facility and cash holdings have a positive indirect effect on financial performance through export value. This research implies that the effectiveness of the KITE facility requires continuous evaluation, and special attention should be given to cash holdings to help improve industrial performance.