Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integration of the Civil Society Development of the Prophet Muhammad: Historical Perspective Muhammad Husni
Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society Vol. 1 No. 1 (2022): Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society
Publisher : Sao Literasi Publisher, Yayasan Pendidikan Khaerul Munif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56440/pijilis.v1i1.39

Abstract

Because it is believed that intellectual intelligence alone is insufficient to make humans more civilized, many community-based educational institutions offer Islamic-based character education. This article introduces the Prophet Muhammad PBUH. as an exemplary figure that we should emulate through the following discussions: knowing the education obtained by Muhammad bin Abdullah prior to being appointed as Prophet and Apostle, and knowing the figure of the Prophet Muhammad. This study is based solely on qualitative library research (library research). Based on a search of numerous literatures pertaining to the formation of Islam during the Mecca period during the time of the Prophet Muhammad, First, the evolution of Islam as practiced by the Prophet Muhammad after he became a prophet and apostle. Second, understanding the evolution of the education development system implemented by the Prophet Muhammad for those who are educated beginning with their immediate family. Third, revealing the fruits of the Prophet Muhammad's education to members of the Arab community and Civil Society who are unfamiliar with Islam. This paper invites educators to revisit and implement the concept of Islamic education that has been exemplified and applied by the Prophet Muhammad in order to alleviate the concern that every teacher or educator in the millennial era has regarding the difficulty of maintaining student discipline in the midst of the rapid advancement of technology.
Studi Historis Lokal Haji Muhammad Arsyad Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia di Kotawaringin Timur Tahun 1874-1960 Masehi Roisah Rubiyanti; Muhammad Husni; Fimeir Liadi
Syams Vol 5 No 1 (2024): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/a2y1sa23

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang salah satu tokoh pejuang yang  memperjuangkan kemerdekaan di Kotawaringin Timur, terutama perihal kontribusinya terhadap kemerdekaan di Kotawaringin Timur salah satunya di daerah Samuda, serta  keberaniannya dalam memimpin suatu daerah yang masih di jajah oleh bangsa Kolonial.  Telah banyak  tokoh pejuang dalam sejarah  terutama dari kalangan militer, ulama, serta tokoh masyarakat dengan segala perjuangannya. Salah satunya tokoh yang  berperan dalam panggung sejarah di Kotawaringin Timur ialah Haji Muhammad Arsyad. Penulis menggunakan Sumber-sumber data yang terdiri dari sumber tertulis, sumber benda  dan sumber lisan. Metode sejarah yang digunakan yaitu heuristik (pengumpulan data), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran data), dan histiografi (penulisan sejarah). Artikel ini menyimpulkan, bahwa Haji Muhammad Arsyad memiliki peran yang besar dalam usaha berjuang mempertahankan kemerdekaan khususnya di Kotawaringin Timur
Islamisasi di Kabupaten Lamandau: Kajian Historis Jalur Kesultanan Kutaringin, Perdagangan, dan Transmigrasi Indah Miftahul Janah; Muhammad Husni; Muhammad Iqbal
Syams Vol 5 No 1 (2024): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/0jwzp069

Abstract

Periodesasi islamisasi di kawasan Kabupaten Lamandau melalui empat jalur, yaitu jalur perkembangan wilayah kekuasaan Kesultanan Kutaringin, jalur perdagangan, jalur transmigrasi, dan jalur perkawinan. Hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari proses islamisasi di Nusantara yang juga salah satunya melalui jalur perdagangan. Masyarakat Kabupaten Lamandau mempercayai bahwa pembawa Islam pada tahap awal yaitu para pedagang dari Kotawaringin Barat dan juga pedagang asal Kalimantan Selatan. Adapun yang mempercayai bahwa Islam dibawa dan mulai berkembang oleh Kyai Gede. Kemudian perkembangan Islam mulai pesat pada saat terjadinya program pemerintah yaitu pemekaran daerah dan juga program pemerintah yaitu transmigrasi.
Tinjauan atas Buku Riwayat Kedatangan Islam di Indonesia: Analisis Historis Islamisasi Awal Nusantara Menurut Haji Agus Salim Fadhillah Kalsum F; Surianty; Muhammad Husni
Syams Vol 5 No 1 (2024): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/384x7b23

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian sajarah yang mengungkap pemikiran Hadji Agus Salim dalam perspektif Masuknya Islam di Indonesia. Hal ini menarik untuk dibahas karena dilihat dari backgroundnya sebagai pelopor kemerdekaan Indonesia tetapi juga menulis sejarah masuknya Islam di Indonesia, pada penulisannya sejrah masuknya islam y dari Hadji Agus Salim mengkritik pemikiran orientalis barat dalam masuknya Islam di Indonesia. Maka dengan itu peneliti fakus membahas masuknya islam di Indonesia dan bagaiman pandangan perspektif sejarawan kontenporer terkait sejarah masuknya islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif menggunakan metode sejarah berbasis psustaka. Adapau hasil  penelitian ini mengungkapkan bahwa pemikiran hadji Agus Salim mengkritik penulis orentalis yang mengungkapkan bahwa tersebarnya Islam di Indonesia melalaui  pada perspektif  penulis orientalis barat tentang masuknya islam di Indonesia melalui kekerasan, itulah kritik yang di lontarkan pada orientalis barat.