Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Sosial-Politik Dakwah Nabi Muhammad: Analisis Sosio-Historis Mekah-Madinah Andi Alif Afwan; Amrudin; Susmihara; Syamzan Syukur
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v4i2.1818

Abstract

Studies on the Prophet Muhammad’s da‘wah commonly approach the Meccan–Medinan period through normative-theological perspectives or descriptive historical narratives, leaving the socio-political dimension of transformation and its relevance to contemporary leadership insufficiently explored. This article aims to analyze the transformation of the Prophet Muhammad’s da‘wah from Mecca to Medina as a process of socio-political change using a socio-historical approach. This study employs qualitative library research, drawing on primary sources such as the Qur’an, hadith, and classical sirah literature, as well as secondary sources from contemporary scholarly works. Data are analyzed descriptively and analytically by reconstructing historical contexts and examining shifts in social structures, power relations, and prevailing values in Meccan and Medinan society.The findings reveal that the Meccan da‘wah functioned as a moral and social transformation movement that challenged tribalism, social inequality, and the legitimacy of the Quraysh elite, while simultaneously laying the ideological foundation of the early Muslim community. This transformation reached its institutional form in Medina through the formation of a plural and organized political community, as reflected in the Charter of Medina. The study argues that the success of the Prophet’s da‘wah was not solely religious but also socio-political, embodied in a model of prophetic leadership grounded in moral exemplarity, consultation (shura), justice, and social compassion. This article contributes to socio-political Islamic studies by offering a socio-historical interpretation of prophetic da‘wah and highlighting its relevance for contemporary leadership and governance.
Dampak dan Relevansi Dinamika Politik Pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Konflik Politik yang Terjadi di Negara-Negara Muslim Era Moderen Nini Ismayani; Susmihara; Umar Sulaiman
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/mwj1qt81

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan dampak dinamika politik pemerintahan Ali khususnya setelah berakhirnya masa khulafaur rasyidin yaitu masa kepemimpinan Muawiyah di Dinasti Umayyah yang mengubah sistem pemerintahan dari bentuk demokrasi menjadi monarki, 2) menganalisis relevansi dinamika politik pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib dengan konflik politik yang terjadi di negara-negara muslim era moderen. Dalam menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan historis (sejarah), pendekatan politik, dan pendekatan agama. Penelitian ini tergolong library research dengan data deskriptif kualitatif yang dikumpulkan dengan mengutip, menyadur, dan menganalisis dengan menggunakan analisis isi (content analysis) terhadap literatur yang representatif dan mempunyai relevansi dengan masalah yang dibahas, kemudian mengulas, dan menyimpulkannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik politik pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib berakibat berdampak terhadap perubahan sistem pemerintahan dari bentuk khilafah menjadi dinasti. Dinamika politik tersebut ternyata memiliki relevansi dengan pemerintahan di negara-negara muslim era moderen seperti di Irak dan di Indonesia yang mengalami konflik politik yang sama yaitu berawal dari krisis legitimasi kekuasaan.