Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LAHIRNYA NEGARA ISLAM SEKULER TURKI DAN IDE PEMBAHARUAN MUSTAFA KEMAL Desi Yuniarti; Syamzan Syukur; Susmihara Susmihara
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v9i1.1599

Abstract

Tulisan ini membahas tentang gagasan ide pembaharuan Mustafa Kemal di Turki dan transformasi Turki menjadi negara modern yang sekuler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis yang digunakan untuk menganalisis data yaitu content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mustafa Kemal adalah salah seorang tokoh pembaru Islam qualified abad ke-19. Dia telah memberikan konstribusi besar terhadap perubahan pola pikir masyarakat Turki. Dengan mengubah tatanan lama yang sudah mentradisi dalam kerajaan Turki Usmani, dan membentuknya ke dalam wajah baru dengan corak pemikiran yang sesungguhnya tidak mengubah “Islam” tetapi hanya mengubah mindset dan tatanan kehidupan umat Islam untuk di sesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman. Nilai-nilai Islam terbentuk, khilafah, republik bahkan sekuler. Sekalipun sebenarnya simbol juga penting, tetapi yang lebih penting adalah umatnya mampu membawakan substansi keislaman dalam setiap gerak kehidupan masyarakatnya. Ide-idenya telah membawa Turki menjadi negara maju yang sejajar dengan dunia internasional sekaligus membuktikan bahwa pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
SEJARAH ISLAM MODERN DI INDONESIA: Studi atas Pemikiran KH Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ary Sumiati Tomadehe; Syamzan Syukur; Susmihara Susmihara
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v8i2.1606

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang pemikiran KH Ahmad Dahlan dan KH Hasiym Asyari dalam pembaharuan sejarah Islam Moderen di Indonesia. Pembaharuan berawal dari bidang ekonomi, keagamaan, sosial, dakwa dan pendidikan, serta prinsip dasar dan tuntunan pembaharuan sosial keagamaan Muhammadiyah dan NU. Metode yang digunakan adalah library resarch dianalisis dengan pendekatan reflektif thinking dengan memadukan pendekatan deduktif dan induktif. Hasil pembahasan menunjukan bahwa Konsep pembaharuan yang dikembangkan oleh Muhammadiyah yaitu bersifat modern-theosentris dan NU bersifat Tradisionalis yaitu ‎mempertahankan nilai-nilai tradisional Islam yang selama ini di ikuti yang ‎sudah ‎mulai tergerus dengan adanya pemikiran-pemikiran modern dan sebagai wadah perjuangan untuk menentang segala bentuk penjajahan dan merebut kemerdekaan negara Republik Indonesia dari penjajah Belanda.
Sayyid Quthb Dan Pemikiran Politik Islam Wa Ode Zalmatin; Hasaruddin Hasaruddin; Syamzan Syukur
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1619

Abstract

Tulisan ini membahas pemikiran politik Sayyid Quthb mengenai pemerintahan Islam. Quthb sebagai salah satu tokoh pemikir politik islam pada periode pembaharuan (purifikasi). Wacana ini terus menghangat di kalangan pemikir Islam. Quthb menjelaskan bahwa politik pemerintahan dalam Islam dibangun lebih dari sekedar di atas asas syari‟at. Ia dibangun atas asas bahwa Allah SWT selalu hadir setiap saat di sisi para penguasa dan rakyat mengawasi segala sesuatunya. Quthb termasuk salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin yang meniliki karya tulis terkenal seperti Al-Adalah al-Ijtima'iyyah fi al-Islam, Ma'rakah al-Islam wa ar-Ra'sumaliyyah, Nahw al-Mujtma 'Islami, dan Tafsir fi Zilal al-Qur’an berbicara banyak tentang politik. Studi ini merupakan studi kualitatif berbasis perpustakaan (library research)
Transformasi Sosial-Politik Dakwah Nabi Muhammad: Analisis Sosio-Historis Mekah-Madinah Andi Alif Afwan; Amrudin; Susmihara; Syamzan Syukur
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v4i2.1818

Abstract

Studies on the Prophet Muhammad’s da‘wah commonly approach the Meccan–Medinan period through normative-theological perspectives or descriptive historical narratives, leaving the socio-political dimension of transformation and its relevance to contemporary leadership insufficiently explored. This article aims to analyze the transformation of the Prophet Muhammad’s da‘wah from Mecca to Medina as a process of socio-political change using a socio-historical approach. This study employs qualitative library research, drawing on primary sources such as the Qur’an, hadith, and classical sirah literature, as well as secondary sources from contemporary scholarly works. Data are analyzed descriptively and analytically by reconstructing historical contexts and examining shifts in social structures, power relations, and prevailing values in Meccan and Medinan society.The findings reveal that the Meccan da‘wah functioned as a moral and social transformation movement that challenged tribalism, social inequality, and the legitimacy of the Quraysh elite, while simultaneously laying the ideological foundation of the early Muslim community. This transformation reached its institutional form in Medina through the formation of a plural and organized political community, as reflected in the Charter of Medina. The study argues that the success of the Prophet’s da‘wah was not solely religious but also socio-political, embodied in a model of prophetic leadership grounded in moral exemplarity, consultation (shura), justice, and social compassion. This article contributes to socio-political Islamic studies by offering a socio-historical interpretation of prophetic da‘wah and highlighting its relevance for contemporary leadership and governance.