Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA LABORATORIUM UM MALANG DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR Nur Hidayah; M. Ramli; Lutfi Fauzan; Husni Hanafi
Bhinneka Tunggal Ika Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Bhinneka Tunggal Ika Journal
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/nqtz6m18

Abstract

Abad 21 dengan pengaruh globalisasi menjadikan individu harus bekerja lebih keras untuk dapat tetap bertahan dan sukses dalam persaingan global. Generasi Z sebagai generasi yang akan memasuki usia produktif, sangat memerlukan persiapan yang matang untuk memasuki persaingan global tersebut, khususnya pada ranah pengambilan keputusan karirnya. Keterampilan berpikir kreatif menjadi salah satu keterampilan yang dapat mengarahkan siswa untuk mengambil keputusan karir yang tepat dan sesuai. Atas dasar gagasan tersebut, dilakukan pengukuran keterampilan berpikir kreatif dalam pengambilan keputusan karir di sekolah mitra, SMA Laboratorium UM Malang. Hasil pengukuran mennjukkan 73% siswa berada pada tingkat keterampilan berpikir kreatif dalam pengambilan keputusan karir yang sedang dan 27% lainnya berada dalam tingkatan rendah. Sehingga, saran yang diberikan adalah dilakukannya tindak lanjut melalui layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam memenuhi, meningkatkan dan mematangkan keterampilan berpikir kreatif dalam pengambilan keputusan karirnya.
Analisis Bahasa Lisan pada Keterlambatan Bicara Anak Usia 6 Tahun Risqa Fina Fauziyah; Nur Hidayah; Pramono Pramono
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v17i1.349

Abstract

Penelitian ini membahas tentang keterlambatan bicara anak usia 6 tahun yang dialami oleh Muhammad Rafasya. Peneliti memakai riset deskriptif kualitatif dengan teknik SSR (Single Subject Research). Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara narasumber. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bahasa lisan anak dan penyebab keterlambatan bicara pada anak usia 6 tahun. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 1) Lipsing yaitu pada saat berbicara terjadi perubahan huruf; 2) Slurring, yaitu ucapan yang tidak jelas; 3) Stuttering, yaitu berbicara gagap dan ragu-ragu; 4) Cluttering, yaitu berbicara dengan sangat cepat dan sulit dipahami maksudnya. Salah satu faktor penyebab keterlambatan bicara adalah karena faktor lingkungan seperti: Kurangnya stimulasi dari orang tua dan orang terdekat. Terapi wicara dan mengenalkan kosa kata baru setiap hari merupakan pilihan untuk meningkatkan kemampuan anak yang terlambat berbicara. Akibat dari keterlambatan bicara pada anak menyebabkan perlambatan perkembangan kognitif, sosial, emosional dan fisik motorik, selain itu berdampak pada kesulitan berkomunikasi secara tepat, interaksi dengan lingkungan sangat kurang dan mempengaruhi tingkat wawasan anak.
Development of a Physical Motor Learning Model to Improve Basic Locomotor Movement Literacy in Early Children Mu’alfani Arsana Putri; Nur Hidayah; Pramono Pramono
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 16 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v16i2.350

Abstract

The research aimed to develop a learning model for physical movement (physical motor) in the form of a Daily Learning Implementation Plan (RPPH) for basic locomotor movement literacy in children aged 5-6 years. The research methodology used is research and development using the ADDIE model. The subjects for the limited-scale test were 5 students from group B2 at TK Muslimat NU 01 Bululawang, while the subjects for the large-scale test were 10 students from group B1 at TK Muslimat NU 01 Bululawang. The results showed that the overall product feasibility test average was 94.51%. This means that the developed learning model can be declared useful (valid) as a guide for teachers in learning body movements, especially basic locomotor movement literacy in early childhood.
Detecting the “Wish Not to Live”: Rasch Validation of the D-PSI Scale for Technology-Enabled Suicide Prevention in Higher Education Rudi Haryadi; M Ramli; Nur Hidayah; Muslihati Muslihati; Mansor bin Abu Talib
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 4 No. 1 (2026): June
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v4i1.2574

Abstract

Purpose of the study: This study aims to develop and psychometrically validate a culturally grounded Distinctive Passive Suicidal Ideation Scale and to examine its potential contribution to early suicide prevention within technology-supported higher education environments. Methodology: This quantitative cross-sectional study employed a self-developed Distinctive Passive Suicidal Ideation Scale administered through an online survey using Google Forms. Data were collected from 833 Indonesian respondents. Psychometric validation was conducted using Item Response Theory with Rasch modeling. Item difficulty, person reliability, item fit statistics (infit and outfit MNSQ), rating scale functioning, and person–item targeting were analyzed using Jamovi version 2.7.6. Main Findings: The Scale demonstrated strong psychometric performance. The Rasch analysis indicated high person reliability (0.917) and acceptable item fit statistics, confirming the internal consistency of the scale. Item difficulty estimates clustered within low to moderate levels, suggesting that the instrument is sensitive to early manifestations of passive suicidal ideation. Rating scale thresholds were ordered, and person–item targeting indicated appropriate alignment between item difficulty and respondent ability levels. Novelty/Originality of this study: This study introduces a Rasch-validated instrument designed to measure passive suicidal ideation as the cognitive state described as the “wish not to live.” By operationalizing this early stage of suicidality, the D-PSI Scale provides a psychometric foundation for integrating psychological screening indicators into digital counseling platforms, learning analytics, and other technology-enabled student support systems aimed at strengthening suicide prevention efforts in higher education.