M Fikri Amrullah
Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kedungwinong Karst Mapping: Determining Tourism Locations and Their Preservation Eva Banowati; Heri Tjahjono; M Fikri Amrullah; Ahmad Dzulfiqar; Doni Doni; Fauzi Firmanzah; Satya Budi Nugraha; Siti Nurindah Sari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i2.78762

Abstract

Improving the quality of Karst Kedungwinong sub-Karst Kendeng Mountains is necessary, as a nature scene that can be optimized into a tourist village that delivers unique and attractive attractions. This research discovers the spread of potential tourism associated with Karst conditions and co-conservation. As data providers for Karst and Kedungwinong Caves, these maps are needed to compile tourism, sports, and conservation packages. Tourist location survey research implements an integrated three-pillar blue economy development paradigm to drive economic growth in managing sustainable karst resources. The results of research conducted in Kedungwinong Village, Sukolilo Prefecture, Pati District, found 3 points of location of cliff climbing and nine caves that are potentially tourist locations. The location can be optimized by the residents to be further managed so that it becomes a tourist destination and positively impacts the community's economy.
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM MERESPON DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI JAWA TENGAH: AGEN ADAPTASI, KETAHANAN SOSIAL-EKOLOGIS, DAN POLITIK PERUBAHAN IKLIM Puji Lestari; M Fikri Amrullah; Sanita Carolina Sasea; Arvangga Oktadian Krisbiyantoro
Indonesian Journal of Conservation Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v15i01.54082

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kepemimpinan perempuan dalam merespons dampak perubahan iklim, serta mengevaluasi implementasi kebijakan adaptasi iklim di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi terhadap visi-misi Pilkada 2024, dokumen Program Kampung Iklim (ProKlim), RPJMD, dan berbagai kebijakan terkait. Lokasi penelitian meliputi Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal sebagai wilayah pesisir Jawa Tengah yang rentan terhadap perubahan iklim. Hasil penelitian menunjukkan; (1) isu perubahan iklim telah masuk dalam diskursus politik lokal, namun belum menjadi agenda strategis pembangunan daerah. Temuan ini menunjukkan adanya climate politics gap, yaitu kesenjangan antara realitas ekologis yang dihadapi masyarakat pesisir dan prioritas agenda politik daerah. (2) perempuan berperan sebagai agen sekaligus climate leaders melalui kegiatan konservasi mangrove, penguatan ekonomi rumah tangga, pengelolaan Program Kampung Iklim (ProKlim), pengembangan usaha mikro, serta pengorganisasian komunitas. Perempuan tidak hanya berkontribusi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga membangun ketahanan sosial-ekologis (social-ecological resilience) melalui penguatan jaringan sosial, ketahanan ekonomi keluarga, dan solidaritas komunitas. Meskipun demikian, kepemimpinan perempuan masih menghadapi berbagai hambatan berupa keterbatasan akses pendanaan, rendahnya representasi dalam pengambilan keputusan, serta kuatnya budaya patriarki. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menggeser perspektif perempuan dari kelompok rentan (climate victims) menjadi pemimpin adaptasi iklim (climate leaders), mengintegrasikan pendekatan gender dengan konsep ketahanan sosial-ekologis, serta menunjukkan pentingnya pengarusutamaan gender dalam kebijakan perubahan iklim di tingkat daerah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan adaptasi terhadap perubahan iklim tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh penguatan kapasitas sosial masyarakat yang banyak dimediasi melalui kepemimpinan perempuan.
Pelatihan Pembuatan Nanas Toga sebagai Upaya Pemberdayaan Perempuan di Desa Gunungjaya Devia Arbarista Rismawati; Yulia Cahyaningrum; M Fikri Amrullah; Sugeng Riyadi
Jurnal Dharma Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Dharma Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdi.v3i1.11877

Abstract

This community service activity aims to optimize the potential of pineapples in Gunungjaya Village by developing "Nanas TOGA" health drinks to enhance economic value and women's empowerment. The primary issues partners faced were the low selling price of raw pineapples and a lack of post-harvest processing skills. The implementation method included observation, four product formulation trials, packaging training, and legal assistance for business operations. The results demonstrated an increase in the partners' capacity for standardized pineapple processing diversification. The primary outputs achieved were: 1) "Nanas TOGA" health drink products ready for market; 2) Brand identity design and product labeling; and 3) Acquisition of a Business Identification Number (NIB) as business legality facilitated through coordination with the Diskoperindag of Pemalang Regency. The program's success is measured by the formation of a micro-business unit within the PKK community, capable of transforming agricultural commodities into value-added products while strengthening women's roles as sustainable local economic drivers.