Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hope and Future Orientation: A Phenomenological Study of Vocational High School Students’ Psychological Dynamics in Yogyakarta Hadi Alhail; Kartika Nur Fathiyah; Adek Cerah Kurnia Azis; Sanita Carolina Sasea; Akram Musthafa; Siti Khofifatul Mardhiyyah; Izzunnazel Achmad Barqiallah; Rangga Octava Raisyabilla; Muhammad Ihsanul Fikri; Muhammad Ridwan
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 2 (2026): June
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i2.20041

Abstract

This study aims to describe the psychological dynamics of vocational high school (SMK) students in constructing hope and future orientation. A qualitative approach with a phenomenological design was employed to explore the lived experiences of students conducted in a vocational high school setting in Yogyakarta City, Indonesia.  Data were collected through in-depth interviews with eleventh-grade students and limited participatory observation, and were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The findings indicate that students’ hope is not understood as an abstract projection of the future, but rather as a concrete life goal oriented toward economic independence and readiness to assume adult roles. Students’ future orientation develops dynamically through processes of internal conflict, adaptation, self-acceptance, and the formation of alternative planning strategies.  The results also reveal anxiety related to work readiness due to limited practical training and inadequate learning facilities. Nevertheless, students demonstrate psychological resilience by maintaining hope and engaging in adaptive efforts to face the future. This study recommends that policymakers evaluate the zoning system and improve practice facilities, and that educational counselors provide early career orientation services.
Peran Literasi Digital Pada Mata Pelajaran Ips Materi Keragaman Alam Indonesia Dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII Smp Negeri 9 Semarang Fendi Alviansyach; Sanita Carolina Sasea
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze digital literacy's role in developing 8th-grade critical thinking at SMP N 9 Semarang, focusing on Social Studies (IPS) subject, specifically on the Indonesian Natural Diversity material. A qualitative descriptive method was used, with data from teacher interviews, observations, and documentation analyzed using Piaget's constructivist theory. Results show digital literacy implementation is a planned pedagogical strategy. The issue-rich Indonesian Natural Diversity material triggered cognitive conflict. The teacher's role as a mediator in source evaluation was key to facilitating schema accommodation. It is concluded that digital literacy, supported by constructivist pedagogy, effectively transforms students from passive consumers into active critical knowledge constructors. Teachers are advised to design learning that consciously triggers students' cognitive conflict.
Chat GPT Sebagai Ruang Konsultasi Emosional dan Sosial Bagi Gen Z: Kajian Dalam Perspektif Sosiologi Digital Fergi Resqiyusna Almajid; Sanita Carolina Sasea
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah melahirkan bentuk interaksi baru antara manusia dan mesin, termasuk dalam ranah emosional dan sosial. Salah satu fenomena yang menonjol adalah meningkatnya praktik konsultasi emosional dan sosial oleh Generasi Z melalui platform AI generatif seperti ChatGPT. Fenomena ini menunjukkan bahwa ChatGPT tidak lagi diposisikan semata sebagai alat pencari informasi, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang sosial alternatif yang berperan dalam ekosistem kehidupan Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ChatGPT oleh Gen Z sebagai ruang konsultasi emosional dan sosial, serta memahami motif, pengalaman interaksi, dan bentuk dukungan sosial yang dicari oleh penggunanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dalam perspektif sosiologi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap mahasiswa Generasi Z berusia 20–23 tahun di Kota Semarang yang aktif menggunakan ChatGPT. Analisis data dilakukan dengan menelusuri makna subjektif pengalaman pengguna dalam berinteraksi dengan AI sebagai entitas non-manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memanfaatkan ChatGPT untuk memperoleh solusi praktis atas permasalahan personal, validasi emosional, serta kenyamanan psikologis yang dirasakan aman karena minimnya stigma dan penilaian sosial. ChatGPT dipersepsikan sebagai ruang netral yang responsif, mudah diakses, dan memberikan rasa kontrol atas proses konsultasi. Temuan ini mengindikasikan pergeseran pola pencarian dukungan sosial pada Gen Z, dari relasi interpersonal konvensional menuju interaksi berbasis teknologi AI, yang berimplikasi pada dinamika relasi sosial dan kesehatan mental di era digital.
Indonesia DAMPAK PENGGUNAAN AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) TERHADAP CARA BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS 8 SMP NEGERI 1 BAURENO: Studi Kasus Penggunaan AI Kepada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Baureno Isnadia Fajriati; Sanita Carolina Sasea
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 2 (2026): Vol X Edisi II 2026 (In-Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the impact of Artificial Intelligence (AI) use on the critical thinking skills of 8th-grade students at SMP Negeri 1 Baureno in Social Studies, to understand the gap between students who use AI analytically and those who rely on AI as an instant answer source in the rapidly evolving era of educational digitalization. The study aims to analyze differences in students' interaction patterns with AI and reveal their impact on the achievement of critical thinking indicators in the learning process. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews with the Social Studies teacher, students from classes 8B and 8F, participatory classroom observation, and documentation. The main findings reveal a significant contrast between the two classes in their use of AI. Students in class 8B used AI selectively and analytically, successfully meeting all four critical thinking indicators according to Ennis, R. H. (1996). Meanwhile, students in class 8F relied on instant answers provided by AI, resulting in stagnation of their critical reasoning abilities. This study confirms that AI is not the cause of weakened critical thinking skills; rather, it is the pattern of use adopted by students that determines whether AI has a positive or negative impact on them. Practical implications include recommendations for integrated school policies and strengthening the role of teachers as active facilitators in guiding AI use. Although limited to a single school, data source triangulation ensures the validity of the findings, contributing to the development of more critical and directed technology-based learning strategies.
Meaningfull Learning: Strategi Menumbuhkan Life Skills Siswa melalui Appreciative Inquiry dan Active Learning pada Pembelajaran IPS di SMP Negeri 25 Semarang Yadi Suryadi; Aisyah Nur Sayidatun Nisa; Purnomo Adi Saputro; Sanita Carolina Sasea
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3711

Abstract

Meaningfull Learning sebagai konsep pembelajaran dalam kurikulum Deep Learning memberikan gambaran bahwa proses pembelajaran diharapkan mampu mengintegrasikan materi dengan pengalaman siswa yang diperoleh melalui kehiduapnnya. Dalam mengarungi kehidupannya, siswa perlu dibekali dengan pendidikan kecakapan hidup (Life Skills). Life Skills diperlukan dalam upaya membangun persiapan siswa menghadapi persaingan di abad ini. Life Skills dalam penelitian ini dikelompokan menjadi 5 bagian, yaitu: self awareness atau personal skills, thinking skills, social skills,  academic skills, dan vocational skills. Sebagai upaya menumbuhkan Life Skills pada siswa, dalam penelitian ini dilakukan melalui pembelajaran Appreciative inquiry dan active learning. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pembelajaran Appreciative inquiry dan active learning dalam menumbuhkan Life Skills siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS di SMP Negeri 25 Kota Semarang telah efektif menciptakan Pembelajaran Bermakna melalui model Apresiatif inquiry learning, dan Active learning, dimana siswa mampu menghubungkan konsep materi dengan realitas kehidupannya. Hasilnya mengindikasikan keberhasilan dalam mengembangkan beragam Keterampilan Hidup, mencakup kemampuan berpikir kritis, sosial, pribadi, akademik, dan vokasional yang krusial untuk kesiapan abad ke-21.
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM MERESPON DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI JAWA TENGAH: AGEN ADAPTASI, KETAHANAN SOSIAL-EKOLOGIS, DAN POLITIK PERUBAHAN IKLIM Puji Lestari; M Fikri Amrullah; Sanita Carolina Sasea; Arvangga Oktadian Krisbiyantoro
Indonesian Journal of Conservation Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v15i01.54082

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kepemimpinan perempuan dalam merespons dampak perubahan iklim, serta mengevaluasi implementasi kebijakan adaptasi iklim di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi terhadap visi-misi Pilkada 2024, dokumen Program Kampung Iklim (ProKlim), RPJMD, dan berbagai kebijakan terkait. Lokasi penelitian meliputi Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal sebagai wilayah pesisir Jawa Tengah yang rentan terhadap perubahan iklim. Hasil penelitian menunjukkan; (1) isu perubahan iklim telah masuk dalam diskursus politik lokal, namun belum menjadi agenda strategis pembangunan daerah. Temuan ini menunjukkan adanya climate politics gap, yaitu kesenjangan antara realitas ekologis yang dihadapi masyarakat pesisir dan prioritas agenda politik daerah. (2) perempuan berperan sebagai agen sekaligus climate leaders melalui kegiatan konservasi mangrove, penguatan ekonomi rumah tangga, pengelolaan Program Kampung Iklim (ProKlim), pengembangan usaha mikro, serta pengorganisasian komunitas. Perempuan tidak hanya berkontribusi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga membangun ketahanan sosial-ekologis (social-ecological resilience) melalui penguatan jaringan sosial, ketahanan ekonomi keluarga, dan solidaritas komunitas. Meskipun demikian, kepemimpinan perempuan masih menghadapi berbagai hambatan berupa keterbatasan akses pendanaan, rendahnya representasi dalam pengambilan keputusan, serta kuatnya budaya patriarki. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menggeser perspektif perempuan dari kelompok rentan (climate victims) menjadi pemimpin adaptasi iklim (climate leaders), mengintegrasikan pendekatan gender dengan konsep ketahanan sosial-ekologis, serta menunjukkan pentingnya pengarusutamaan gender dalam kebijakan perubahan iklim di tingkat daerah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan adaptasi terhadap perubahan iklim tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh penguatan kapasitas sosial masyarakat yang banyak dimediasi melalui kepemimpinan perempuan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN CLAP CARD TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 SEMARANG Erwanti Setiyoningrum; Sanita Carolina Sasea; Ferani Mulianingsih
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i1.28992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran Clap Card terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VII di SMP Negeri 5 Semarang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi dan capaian hasil belajar siswa yang disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang cenderung pasif dan minim interaksi. Penggunaan Clap Card sebagai media berbasis gamifikasi diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, serta meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media Clap Card dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar peserta didik, dengan analisis data menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Clap Card memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kelas eksperimen mengalami peningkatan nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yang mengindikasikan bahwa media ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Berdasarkan temuan ini, penggunaan media pembelajaran interaktif seperti Clap Card direkomendasikan sebagai alternatif  strategi  inovatif  dalam  meningkatkan  kualitas  pembelajaran  IPS. This study aims to examine the effectiveness of using the Clap Card learning media on students' learning outcomes in Social Studies (IPS) for seventh-grade students at SMP Negeri 5 Semarang. The research is motivated by low student participation and achievement, primarily due to the dominance of conventional teaching methods that tend to be passive and lack interaction. The use of Clap Card, a gamification-based learning medium, is expected to create a more engaging and interactive classroom environment, thereby improving student learning outcomes. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental design involving two classes: an experimental class that used the Clap Card media and a control class that used conventional teaching methods. Data were collected through pretests and posttests to measure student learning outcomes, and the data were analyzed using a t-test. The results indicate that the use of Clap Card significantly improves student learning outcomes. The experimental class showed a greater increase in scores compared to the control class, suggesting that this media is effective in enhancing students'