Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penyelesaian Ilegal Fishing di Zee Natuna Utara Indonesia Melalui Prinsip Boundry Making oleh Indonesia di Sebelah Utara Zee Maritime Boundry Delimination Indonesia-Vietnam Berdasarkan Unclos Thahira, Atika; Idiani, Intan; Kaloko, Ilhamda Fattah; Nariyah, Annisa Alif Nur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17180

Abstract

Di Laut Natuna Utara, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia tumpang tindih dengan klaim ZEE Indonesia-Vietnam. Fenomena ini berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem laut dan sumber daya ikan di wilayah tersebut serta lingkungan hidup karena tidak terkendalinya kapal gelap yang masuk ke ZEE Indonesia, sehingga juga berpeluang menimbulkan konflik penangkapan ikan illegal yang tidak dilaporkan. Oleh karena itu, fenomena ini memerlukan langkah-langkah pembuatan batasan yang komprehensif dan berbasis prinsip sebagaimana diatur dalam UNCLOS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki penangkapan ikan ilegal di ZEE antara Indonesia dan Vietnam. Hasilnya menunjukkan 155 kapal ikan Vietnam (KIA) dengan bendera Vietnam memasuki zona tumpang tindih klaim Indonesia-VIEZ pada tahun 2023 S.D. Indonesia. Situasi ini tidak hanya mengancam kelestarian sumber daya kelautan Indonesia, namun juga menimbulkan risiko terhadap keamanan maritim dan aktivitas perekonomian lainnya di kawasan.
Implementasi Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Tanjungpinang Dyan Ayudya Permatasari; Nazaki Nazaki; Intan Idiani
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 2 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/jca.v2i1.395

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi permasalahan yang signifikan di Kota Tanjungpinang meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan untuk mencegahnya. Kurangnya kesadaran masyarakat, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta keterbatasan sumber daya menjadi hambatan utama dalam implementasi kebijakan ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) dalam mengurangi tindak kekerasan terhadap   perempuan di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak DP3APM, serta studi dokumentasi kebijakan yang berlaku. Teknik analisis data dilakukan melalui penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memahami efektivitas strategi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DP3APM telah menerapkan berbagai strategi, seperti peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi, penguatan layanan perlindungan bagi korban, serta kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Namun, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam program yang dijalankan. Kesimpulannya, meskipun DP3APM telah memiliki strategi yang cukup baik dalam mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Diperlukan peningkatan koordinasi antara instansi pemerintah, penguatan peran masyarakat, serta alokasi anggaran yang lebih memadai agar strategi yang telah dirancang dapat berjalan lebih efektif.
Representation of Family Communication in the Film “Bila Esok Ibu Tiada” Through Fiske’s Lens Idiani, Intan; Ammelia, Euis; Intan, Dian Mustika
Journal Analytica Islamica Vol 14, No 1 (2025): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v14i1.25125

Abstract

This study analyzes the representation of family communication in the film "Bila Esok Ibu Tiada" using John Fiske's semiotic framework. The film tells the story of a mother, Rahmi,'s struggle to maintain the integrity of her household after her husband's departure. A descriptive qualitative approach was used, with data collection techniques through non-participant observation of the film. Data analysis was conducted at Fiske's three levels of meaning: Reality Level, Representation Level, and Ideology Level, by identifying visual, audio, and cinematography technical codes. The results of the study show that the film effectively displays the breakdown in communication and the mother's loneliness through behavior, gestures, dialogue, and environment. The conflict peaks when the children realize their mother's absence and find the results of the hospital examination, triggering profound emotional changes. Representation codes, such as the use ofshaky camand changes in rhythmeditingfrom dynamic to slow, as well as melancholic music and gloomy lighting, strengthen the emotional impact and meaning. At the ideological level, the film highlights the mother's infinite sacrifice and the tension between modern individualism and the traditional family collectivism value. The Kintsugi philosophy becomes a metaphor for reconciliation, encouraging children's awareness of the importance of family ties. In conclusion, the film successfully constructs a complex meaning about the importance of appreciating the presence of parents and repairing broken family relationships through layered semiotic elements.
RENT SEEKING: A STUDY OF RENT SEEKING PRACTICES AND RELATIONS BETWEEN RULERS AND BUSINESSMEN IN THE DECENTRALIZATION REGIME Ammelia, Euis; Dian Mustika Intan; Intan Idiani
Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Vol. 9 No. 2 (2024): General Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpi.v9i2.22359

Abstract

This simple article will describe the practice of rent seeking and the relationship between the rulers and entrepreneurs in the decentralized regime. The case study taken in this study is the corruption case of the Granting of Nickel Mining Business Permits by the Governor of Southeast Sulawesi Province (Nur Alam) in Buton Regency and Bombana Regency 2009-2014. This study was written to see the typology of rent seeking practices that occurred in the corruption case of nickel mining business permits in Buton Regency and Bombana Regency, Southeast Sulawesi Province in 2009-2014. Moreover, this study also looks further into the relationship between entrepreneurs and the rulers that occurred in the area. To answer and examine this problem, the author uses various KPK report documents and media reviews of various investigative reports related to the case, then abstracts it in the theoretical framework of rent seeking. The author realizes that this data collection model is too early to draw conclusions without conducting field studies. The temporary findings of this paper are that the practice of rent seeking in the decentralized regime illustrates that the practice of rent seeking has shifted to the regions in various forms such as bribery. Moreover, the author sees a tendency for other practices in the form of rent seizing, namely the practice of rent seeking that occurs when bureaucrats try to obtain the right to allocate rent generated from state institutions for their own personal interests as was done by Nur Alam, the Governor of Southeast Sulawesi Province. Moreover, the relationship between entrepreneurs and rulers in the author's view tends not to occur state capture, but what occurs is crony capitalism.
Online News Framing of Ansar–Nyanyang during the 2024 Kepulauan Riau Gubernatorial Election Bismar Arianto; Jamhur Poti; Reza Gemilang; Euis Ammelia; Intan Idiani
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 7 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v7i2.2241

Abstract

This study examines the digital political communication framing of Ansar Ahmad and Nyanyang Haris Pratamura in winning the 2024 Kepulauan Riau gubernatorial election. The main objective of this research is to identify the dominant framing patterns constructed through online news coverage and to explain how these frames contributed to the formation of the candidate pair’s electoral image. This study employed a qualitative descriptive-interpretive approach using secondary data obtained from online news articles published during the official campaign period. Data were collected through Google Advanced Search from verified national and local online media sources, using relevant keywords related to Ansar Ahmad, Nyanyang Haris Pratamura, and their campaign identity. After screening duplicate and irrelevant articles, the study analyzed 93 unique online news articles through thematic analysis and narrative analysis. The findings reveal that the Ansar–Nyanyang pair was framed through six dominant narratives: public support and legitimacy, credibility and competence, welfare and inclusive development orientation, commitment and readiness for implementation, identity, culture, and political values, and popularity and public mediation. These frames collectively constructed the pair as experienced, socially accepted, culturally connected, programmatically prepared, and electorally viable leaders. Local online media played a particularly significant role in amplifying these narratives, as most campaign-related coverage emerged from Kepulauan Riau-based outlets.
Literasi Media: Mengenal Modus TPPO dan Pencegahan di SMK 2 Kota Tanjungpinang Jamhur Poti; Bismar Arianto; intan Idiani; Euis Ammelia; Reza Gemilang
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7656

Abstract

Dalam era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan maraknya penyalahgunaan media sosial, literasi media menjadi krusial, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kondisi ini diperparah karena Kepulauan Riau (Kepri) yang telah diidentifikasi sebagai salah satu "pintu masuk-pintu keluar" utama TPPO di Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis siswa SMK terhadap modus TPPO yang memanfaatkan teknologi digital dan sektor pariwisata. Mitra pengabdian dalam kegiatan ini adalah SMK Negeri 2 Kota Tanjungpinang, sebuah sekolah kejuruan yang siswanya berada dalam kelompok usia produktif dan rentan terhadap tawaran kerja palsu di media digital. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan sosialisasi yang bersifat partisipatif dan interaktif, meliputi ceramah, sesi tanya jawab, studi kasus, dan simulasi, dengan menghadirkan narasumber ahli dari Kejaksaan Negeri Bintan dan akademisi. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada siswa dibandingkan Asesmen Awal dan pretest, di mana mayoritas peserta kini mampu mengidentifikasi tanda-tanda penipuan daring dan indikator TPPO, membuktikan efektivitas program dalam membentuk kesadaran kritis yang dibutuhkan di era digital
POLITICAL CAPITAL, RATIONAL STRATEGY, AND PARTY DOMINANCE IN THE SELECTION OF THE VICE GOVERNOR OF THE RIAU ISLANDS Euis Ammelia; Intan Idiani; Dian Mustika Intan
Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Vol. 9 No. 2 (2024): General Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpi.v9i2.48988

Abstract

This article discusses the role of the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) in the election of Isdianto as Deputy Governor of the Riau Islands in 2017. Using a qualitative approach, the study analyzes political dynamics, party interactions, and institutional mechanisms within the Regional People's Representative Council (DPRD). The findings suggest that Isdianto's election was shaped by rational political calculations and transactional exchanges between actors, particularly amidst the instability of the governing coalition. PDIP leveraged its political networks and institutional influence to facilitate Isdianto's nomination and appointment. The study also identifies procedural irregularities, including the emergence of a single candidate and acclamation voting, which contravened existing regulations. These dynamics demonstrate symptoms of cartel politics and highlight weaknesses in Pasal 176 of UU No. 10/2016. The study concludes that rational choice theory better explains observed political behavior, emphasizing power, interests, and resource exchange as key determinants. This study contributes to debates on local democracy, party system institutionalization, and political recruitment in Indonesia.
Tinjauan Pustaka Sistematis Analisis Persepsi Kemiskinan: Bibliometrik Dokumen Scopus 10 Tahun Terakhir (2013–2024) Uly Sophia; Intan Idiani; Novi Winarti
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8 No 3 (2025): Global Komunika Vol. 8 No. 3 2025
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/gk.v8i3.12367

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan penelitian terkait persepsi kemiskinan selama 10 tahun terakhir (2013–2024) berdasarkan analisis bibliometrik dokumen dari basis data Scopus dan Wos. Masalah difokuskan pada pemetaan tema, tren, kolaborasi ilmiah, dan kontribusi institusi dan artikel paling berpengaruh dalam studi persepsi kemiskinan yang multidimensional. Guna mendekati masalah ini, dipergunakan acuan teori multidisipliner yang mencakup aspek ekonomi, sosial, budaya, dan psikologis. Data-data dikumpulkan melalui pencarian sistematis di Scopus dan dianalisis dengan metode bibliometrik, termasuk analisis kata kunci, kolaborasi penulis, serta sitasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa penelitian persepsi kemiskinan berkembang pesat dengan fokus interdisipliner yang kuat dan kolaborasi global, terutama dari Amerika Serikat dan Inggris Raya. Temuan menunjukkan perlunya pendekatan kebijakan yang mempertimbangkan konteks sosial budaya dan psikologis untuk mengatasi kemiskinan secara lebih efektif dan adaptif.