Rosita Sofyaningrum
Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menelusuri Keindahan Gaya Bahasa: Rahasia Stilistika dalam Cerpen Pernahkah Kau Menjadi Ikan? karya Gus TF Sakai Muhamad Salafudin; Rosita Sofyaningrum
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i3.954

Abstract

Penelitian ini mengkaji cerpen "Pernakah Kau Menjadi Ikan" karya Gus TF Sakai untuk memahami pemanfaatan gaya bahasa dalam menciptakan efek estetis dan mendalam. Latar belakang penelitian ini berfokus pada bagaimana cerpen tersebut mengeksplorasi tema transformasi, kekecewaan, dan konfrontasi dengan kenyataan melalui gaya bahasa yang kaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, dengan analisis terhadap diksi, struktur kalimat, dan figur retoris dalam cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan diksi yang cermat, variasi struktur kalimat, dan penggunaan figur retoris yang kreatif secara efektif menyampaikan emosi dan tema cerita. Diksi seperti "menjelma" dan "blue devil" menekankan transisi antara mimpi dan kenyataan, sementara struktur kalimat yang variatif menciptakan ritme dinamis yang mencerminkan perubahan emosi. Figur retoris seperti metafora, simile, dan personifikasi memperkaya dimensi simbolis cerita. Signifikansi penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam memperluas pemahaman tentang teknik stilistika dalam sastra, memberikan wawasan baru tentang penggunaan gaya bahasa untuk mengungkap tema-tema kompleks, dan memperkaya kajian sastra Indonesia serta teori estetika dalam sastra.
Pemaknaan dan Penggunaan Bahasa Gaul oleh Gen Alpha dalam Komunikasi Online di Era Society 5.0 Irnafa Tania Putri; Rosita Sofyaningrum
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1180

Abstract

Penelitian tentang bahasa gaul di kalangan Gen Alpha dalam konteks Society 5.0 bertujuan untuk memahami hubungan antara bahasa, teknologi, dan identitas sosial, serta dampaknya terhadap komunikasi generasi muda di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menganalisis makna, pembentukan, dan penyebaran istilah bahasa gaul Gen Alpha melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter. Data dikumpulkan melalui observasi dan analisis konten, dengan fokus pada pengamatan aktivitas di media sosial untuk memahami penggunaan istilah-istilah tersebut, serta bagaimana penyebarannya dipengaruhi oleh tren viral dan identitas pengguna Gen Alpha. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 35 istilah bahasa gaul yang digunakan oleh Gen Alpha dalam komunikasi digital. Istilah-istilah ini muncul melalui adaptasi, kreativitas, dan peniruan, dengan kreativitas menjadi faktor utama yang mencerminkan dinamika sosial dan gaya hidup inovatif Gen Alpha. Media sosial, terutama platform seperti TikTok, Instagram, dan Twitter, memainkan peran besar dalam mempercepat penyebaran istilah baru ini, memungkinkan istilah gaul berkembang secara organik dan menyebar dengan cepat ke jutaan pengguna di seluruh dunia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam pengajaran dan interaksi sosial yang lebih efektif dengan mempertimbangkan pengaruh teknologi terhadap penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Menelusuri Gaya Hidup Frugal Living dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata Silvia Fitrianingsih; Rosita Sofyaningrum
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup frugal living dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Tokoh-tokoh utama Ikal, Arai, dan Jimbron, diceritakan sebagai remaja yang hidup dalam ekonomi yang sangat terbatas. Meskipun demikian, mereka memiliki impian besar untuk meraih pendidikan tinggi. Melalui konsep dan prinsip frugal living, mereka hidup hemat dan berfokus pada kebutuhan pokok demi mencapai tujuan jangka panjang. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya hidup frugal living memperkuat karakter tokoh dan menggambarkan semangat juang dalam mengatasi keterbatasan ekonomi. Temuan ini menyoroti pentingnya hidup sederhana sebagai strategi bertahan hidup dan menjadi penyemangat dalam mengejar mimpi. Penelitian ini penting dalam memberikan pemahaman tentang relevansi gaya hidup hemat dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa kini dan masa mendatang.
Menyelami Makna dan Pesan Emosional dalam Lirik Keroncong “Di Bawah Sinar Bulan Purnama” Septiana Indraswari; Rosita Sofyaningrum
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan pesan emosional dalam lirik lagu keroncong "Di Bawah Sinar Bulan Purnama" melalui pendekatan semiotika dan teori resepsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi dan wawancara. Data diperoleh dari kajian lirik lagu serta wawancara dengan pendengar dan musisi keroncong. Analisis semiotika Roland Barthes digunakan untuk mengidentifikasi makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam lirik, sementara teori resepsi digunakan untuk memahami bagaimana pendengar menafsirkan simbolisme dalam lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol bulan purnama dalam lirik melambangkan kedamaian, kerinduan, dan harmoni, yang memperkuat tema cinta dan nostalgia. Selain itu, melodi dan harmoni dalam musik keroncong berkontribusi dalam membentuk pengalaman emosional pendengar. Pendengar dengan latar belakang berbeda menginterpretasikan lagu ini secara subjektif, dipengaruhi oleh pengalaman pribadi dan konteks budaya mereka. Temuan ini mempertegas bahwa musik keroncong bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga medium yang kaya akan makna dan refleksi budaya.