M. Imron Abadi
Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Bentuk Campur Kode Berupa Kata dalam Tuturan Penjual dan Pembeli Sayur Keliling di Desa Kebonharjo Dila Agustina; Sri Yanuarsih; M. Imron Abadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.965

Abstract

Bahasa adalah sebuah alat kominkasi yang penting dalam kehidupan bermasyarakat, dengan bahasa kita dapat berinteraksi terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan salah satu bentuk campur kode berupa kata pada tuturan penjual dan pembeli sayur di desa Kebonharjo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitataif. Data pada penelitian ini merupakan data yang didapatkan menggunakan rekaman handphone kemudian di transkip dalam bentuk tulisan agar mudah untuk dianalisis. Adapaun tahap dalam analisi data penelitian inia adalah 1) Mengidentifikasi data, 2) Menginterpretasikan data, 3) Menyimpulka data. Dari hasil penelitian menunjuka bahwa adanya tuturan bentuk campur kode berupa penyisipan unsur berupa kata dalam tuturan penjual dan pembeli sayur keliling di desa Kebonharjo. Kata adalah deretan huruf yang diapit oleh dua buah spasi dan mempunyai satu arti. Mengutip dari buku PUEBI & Sastra Indonesia, Redaksi Cemerlang, jenis kata berdasarkan kelas katanya dalam Bahasa Indonesia dibagi menjadi 10 meliputi : 1) Kata Benda, 2) Kata kerja, 3) Kata Sifat, 4) Kata Ganti, 5) Kata Keterangan, 6) Kata Sambung, 7) Kata Nurmeralia, 8) Kata Depan , 9) Kata Sandang, 10) Kata Seru.
Tingkat Tutur Bahasa Jawa Ngoko pada Santri Putri di Pondok Pesantren Al-Hasyimi Sukolilo Bancar Tuban Aulia Rahmawati; M. Imron Abadi; Sri Yanuarsih
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan tingkat tutur ngoko dalam interaksi santri putri di Pondok Pesantren Al-Hasyimi, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Ragam tutur ngoko merupakan variasi bahasa Jawa yang umumnya digunakan dalam situasi informal, akrab, atau antar penutur yang memiliki hubungan dekat dan setara. Dalam konteks kehidupan pesantren, ragam ini digunakan santri untuk berkomunikasi sehari-hari, khususnya di lingkungan asrama atau saat berinteraksi dengan teman sebaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, rekaman, dan dokumentasi terhadap tuturan santri. Data dianalisis menggunakan teori tingkat tutur dari Sasangka (2019), yang membagi ngoko menjadi dua jenis, yaitu ngoko lugu dan ngoko alus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ngoko lugu dominan digunakan saat berbicara dengan teman seangkatan dalam suasana santai tanpa memperhatikan unsur kesopanan secara khusus. Sementara itu, ngoko alus digunakan untuk menunjukkan sikap hormat kepada teman yang lebih senior atau dalam situasi semi formal yang tidak menuntut penggunaan krama. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan ragam ngoko oleh santri tidak hanya didasarkan pada kedekatan hubungan, melainkan juga pada kesadaran terhadap norma kesantunan dalam komunikasi.
Analisis Tiga Jenis Praanggapan dalam Dua Episode Talk Show Lapor Pak di Trans 7 Susanti Susanti; M. Imron Abadi; Sri Yanuarsih
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1906

Abstract

Peneliti ini membahas jenis-jenis praanggapan yang terdapat dalam tuturan para pemain talk show Lapor Pak di Trans 7. Praanggapan merupakan salah satu objek dari kajian pragmatik yang merujuk pada asumsi atau informasi yang dianggap telah diketahui, diterima dan disepakati oleh penutur serta lawan tutur sebelum suatu tuturan diucapkan. Dalam peneliti ini menggunakan teori praanggapan yang dikemukakan oleh George Yule, yang membagi praanggapan ke dalam enam jenis yaitu: praanggapan eksistensial, faktif, leksikal, struktural, nonfaktif, dan konterfaktual. Namun, penelitian ini hanya memfokuskan analisis pada tiga jenis praanggapan, yaitu eksistensial, faktif, dan struktural. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan praagmatik, data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengintrepetasi jenis-jenis praanggapan yang muncul berdasarkan konteks tuturan dalam program tersebut. Data dikumpulkan melalui transkrip tuturan dari dua episode talk show, yaitu Efisiensi Anggaran Makan Korban! (5/03/25)dan Dar Der Dor! Valentinus Siaran di RLP FM, Pedas Banget! (24/03/25). Kehadiran praanggapan menunjukkan bahwa berperan penting dalam pemahaman dan mendukung kelancaran komunikasi. Dengan memahami praanggapan, para penutur dan lawan tutur mamppu menangkap makna lebih jelas dan utuh dalam interaksi agar lebih efektif.
Analisis Kata Tabu dalam Film “It’s Okay To Not Be Okay” Kustamina Kustamina; Sri Yunuarsih; M. Imron Abadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1931

Abstract

Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan sosiolinguistik. Karena sosiolinguistik ialah studi yang mengkaji asosiasi antara bahasa dan masyarakat dengan fokus dari cara bahasa itu dipakai pada latar belakang sosial dan siapa yang sedang menggunakannya. Metode yang diterapkan dalam kajian ini yaitu metode deskriptif, yang merupakan teknik analisis yang dipakai untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data maupun fenomena yang diamati secara apa adanya tanpa mencoba untuk menguji hipotesis atau mencari hubungan sebab akibat. Penelitian ini memakai teori Trudgill, yang mengatakan kata-kata tabu merupakan masalah yang berkaitan dengan tingkah laku yang dianggap secara supranatural melarang atau dipandang tidak memiliki moral serta tidak patut untuk dibicarakan apalagi di depan umum. Hasil dari penelitian ini adalah kata tabu dalam film It's Okay To Not Be Okay dengan memakai teori wardhaugh (1986) dalam membagi jenis kata menjadi enam yang mencakup (1) seks, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat dua belas data (2) bagian tubuh, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat lima data (3) binatang, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat tiga belas data (4) kematian, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat dua puluh data (5) ekskresi, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat enam data (6) agama, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat dua data. Film ini bercerita tentang seseorang yang bekerja sebagai perawat di bangsal dan satu orang penulis cerita anak-anak yang punya stigma antisosial. Setelah mereka dipertemukan, pelan-pelan keduanya mulai menyembuhkan luka emosionalnya masing-masing. Sepanjang episode, masalah lain muncul dan terungkap mengenai kebenaran masa lalu yang sudah menghantui hidup mereka.
Kepribadian Tokoh Menurut Carl Gustav Jung dalam Novel The Hidden Reality Karya Shannin Kajian Psikologi Sastra Cicik Dwi Nur Atiqoh; Sri Yanuarsih; M. Imron Abadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh dalam novel “The Hidden Reality” karya Shannin di tinjau dari kajian psikologi sastra menurut teori dari Carl Gustav Jung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif (kualitatif). Dalam penilitian ini penulis berusaha mendeskripsikan bagaimana karakter tokoh dan kepribadian tokoh utama yang ada dalam novel “The Hidden Reality” karya Shannin. Untuk mengumpulkan data, digunakan teknik membaca dan mencatat, studi pustaka, serta instrumen penelitian. Data yang terkumpul kemudian dihubungkan dengan teori kepribadian Jung, yang menekankan aspek kesadaran dan ego, ketidaksadaran pribadi dan kompleks, dan arketipe. Peneliti menemukan bahwa novel ini sarat dengan arketipe yang mencerminkan perjalanan tokoh Jefan Halim Adiwijaya dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan mempertimbangkan struktur kepribadian seperti kesadaran dan ego, ketidaksadaran pribadi beserta kompleksnya, serta ketidaksadaran kolektif dan arkhetipe, artikel ini menunjukkan bahwa teori psikoanalisis Jung efektif untuk mengkaji novel "The Hidden Reality". Hal ini berpengaruh pada dinamika kepribadian Jefan, di mana emosi, pemikiran, dan perilakunya sering kali bertentangan dan penuh konflik. Analisis ini mengintegrasikan ringkasan cerita, ulasan novel, serta konsep Jung untuk membentuk pemahaman mendalam terhadap teks.