Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

REALITAS SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng; Andre Kurniawan
PIKTORIAL : Journal of Humanities Vol 4, No 1 (2022): Piktorial l Journal of Humanities
Publisher : PIKTORIAL : Journal of Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/piktorial.v4i1.20374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas sosial budaya pada aspek bahasa, sistem religi, mata pencaharian atau ekonomi, adat-istiadat dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer, yang merupakan penelitian deskriptif bersifat kualitatif. Subjeknya adalah novel Gadis Pantai  karya  Pramoedya  Ananta  Toer.  Metode  yang  digunakan  adalah  deskriptif.  Data  yang diperoleh  yaitu  berupa  fakta-fakta  yang  ada  pada  subjek  penelitian  yang  kemudian  dianalisis. Pendekatan  yang  digunakan  ialah  pendekatan  Sosiologi  Sastra.  Teknik  pengumpulan  data  yaitu teknik  simak  catat  atau  membaca  cermat.  Teknik  analisis  data  meliputi  tahap:  persiapan, pengumpulan  teori,  pengumpulan  data,  penyeleksian  data,  analisis  data,  teknik  penarikan kesimpulan, dan penyusunan laporan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa realitas sosial budaya masyarakat Jawa dalam novel Gadis Pantai pada aspek (1) Bahasa cenderung menunjukan bahasa dalam fungsi sebagai simbol untuk menunjukan kelas atau kasta dalam hubungan sosial masyarakat. (2) Sistem Religi menunjukan sistem religi agama islam. (3) Sistem Ekonomi atau mata pencaharian hidup hanya menggambarkan mata pencaharian dari sisi masyarakat kampung nelayan yaitu  menangkap  ikan  atau  bisa  disebut  sebagai  nelayan,  dan  (4)  Adat  Istiadat  yang  lebih mengutamakan kehormatan golongan kasta tinggi atau kaum bangsawan.Kata kunci: Realitas Sosial Budaya, Masyarakat Jawa, Novel Gadis Pantai
ANALISIS KESANTUNAN IMPERATIF BERBAHASA DI KALANGANSANTRI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM KECAMATAN PLUMPANG: KAJIAN PRAGMATIK I Wayan Letreng; Sri Yanuarsih
PIKTORIAL : Journal of Humanities Vol 4, No 1 (2022): Piktorial l Journal of Humanities
Publisher : PIKTORIAL : Journal of Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/piktorial.v4i1.20369

Abstract

Kesantunan adalah etika dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sebagai media tuturan, yang mengatur tata cara berbahasa secara santun. Sedangkan imperatif merupakan tuturan bermaksud memerintah lawan tutur melakukan apa yang diinginkan penutur. Penelitian ini dilakukan lingkup pondok pesantren, karena tuturan santri memiliki entitas berbeda, terdapat norma yang menjadi pedomannya. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan tuturan santri Pondok Pesantren Manbaul Ulum yang mengandung makna imperatif. Subjek penelitian adalah tuturan santri Pondok Pesantren berjumlah sebilan puluh satu orang. Objek penelitiannya yakni tuturan imperatif, meliputi kesantunan imperatif dan wujud imperatifnya. Teori yang  digunakan  untuk  menganalisis  kesantunan  imperatif  adalah  teori  dari  Geoffrey  Leech,  sedangkan  kesantunan  imperatif  digunakan  teori  Kunjana  Rahardi.  Penelitian  ini  dengan  metode dekriptif melalui pendekatan pragmatik. Teknik pengumpulan data, menggunakan metode dengar dengan teknik sadap, teknik catat, teknik transkripsi,  dan  teknik  terjemahan.  Data  dianalisis  dengan  teknik  analisis  padan  pragmatik.Kesantunan imperatif yang terdapat pada tuturan santri meliputi: kesantunan berdasarkan prinsip Leech  yang  paling  banyak  ditemukan  adalah  maksim  kemufakatan.  Kesantunan  imperatif berdasarkan konstruksi tuturan yang paling banyak ditemukan yaitu tuturan imperatif dengan bentuk konstruksi deklaratif. Kriteria kesantunan imperatif ditemukan lima kategori kesantun, yaitu sangat santun, santun, cukup santun, kurang santun, dan tidak santun. Kategori yang dominan terbanyak ditemukan adalah kategori cukup santun.Kata kunci: Kesantunan, Imperatif, Santri
Bentuk Campur Kode Berupa Kata dalam Tuturan Penjual dan Pembeli Sayur Keliling di Desa Kebonharjo Dila Agustina; Sri Yanuarsih; M. Imron Abadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.965

Abstract

Bahasa adalah sebuah alat kominkasi yang penting dalam kehidupan bermasyarakat, dengan bahasa kita dapat berinteraksi terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan salah satu bentuk campur kode berupa kata pada tuturan penjual dan pembeli sayur di desa Kebonharjo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitataif. Data pada penelitian ini merupakan data yang didapatkan menggunakan rekaman handphone kemudian di transkip dalam bentuk tulisan agar mudah untuk dianalisis. Adapaun tahap dalam analisi data penelitian inia adalah 1) Mengidentifikasi data, 2) Menginterpretasikan data, 3) Menyimpulka data. Dari hasil penelitian menunjuka bahwa adanya tuturan bentuk campur kode berupa penyisipan unsur berupa kata dalam tuturan penjual dan pembeli sayur keliling di desa Kebonharjo. Kata adalah deretan huruf yang diapit oleh dua buah spasi dan mempunyai satu arti. Mengutip dari buku PUEBI & Sastra Indonesia, Redaksi Cemerlang, jenis kata berdasarkan kelas katanya dalam Bahasa Indonesia dibagi menjadi 10 meliputi : 1) Kata Benda, 2) Kata kerja, 3) Kata Sifat, 4) Kata Ganti, 5) Kata Keterangan, 6) Kata Sambung, 7) Kata Nurmeralia, 8) Kata Depan , 9) Kata Sandang, 10) Kata Seru.
Tindak Tutur Direktif pada Percakapan Nelayan di Desa Karang Mangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang Siti Tuhfatus Sholikhah; I Wayan Lentreng; Sri Yanuarsih
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.968

Abstract

Bahasa merupakan sebuah komunikasi yang sangat penting untuk kehidupan sosial masyarakat.karena dengan mengunakan tuturan ,kita bisa ber interaksi dan bersosialisasi dengan masyrakat .tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur direktif pada Nelayan Di Desa Karang Mangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang .penelitian ini mengunakan pendekatan pragmatik yaitu setudi mengenai makna sebuah ujaran situasi tertentu ,menurut Searle ( dalam rahardi ,2005 -35-36) membagi tindak tutur ada tiga yaitu lokusi,ilokusi dan perlokusi sedangkan dalam penelitian ini peneliti hanya mengkaji tindak ilokusi yang meliputi tindak tutur direktif .metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif data yang di peroleh berupa fakta -fakta pada subyek penelitian kemudian di analisis. teknik pengumpulan data yaitu rekam,sadap,catat. Analisis data meliputi tahapan pengumpulan teori ,di identifikasi ,di analisis,penarikan kesimpulan .berdasarkan hasil analisis bedasarkan hasil analisis di temukan ilokusi direktif yaitu katagori memerinta dan pemberian saran .
Tingkat Tutur Bahasa Jawa Ngoko pada Santri Putri di Pondok Pesantren Al-Hasyimi Sukolilo Bancar Tuban Aulia Rahmawati; M. Imron Abadi; Sri Yanuarsih
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan tingkat tutur ngoko dalam interaksi santri putri di Pondok Pesantren Al-Hasyimi, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Ragam tutur ngoko merupakan variasi bahasa Jawa yang umumnya digunakan dalam situasi informal, akrab, atau antar penutur yang memiliki hubungan dekat dan setara. Dalam konteks kehidupan pesantren, ragam ini digunakan santri untuk berkomunikasi sehari-hari, khususnya di lingkungan asrama atau saat berinteraksi dengan teman sebaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, rekaman, dan dokumentasi terhadap tuturan santri. Data dianalisis menggunakan teori tingkat tutur dari Sasangka (2019), yang membagi ngoko menjadi dua jenis, yaitu ngoko lugu dan ngoko alus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ngoko lugu dominan digunakan saat berbicara dengan teman seangkatan dalam suasana santai tanpa memperhatikan unsur kesopanan secara khusus. Sementara itu, ngoko alus digunakan untuk menunjukkan sikap hormat kepada teman yang lebih senior atau dalam situasi semi formal yang tidak menuntut penggunaan krama. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan ragam ngoko oleh santri tidak hanya didasarkan pada kedekatan hubungan, melainkan juga pada kesadaran terhadap norma kesantunan dalam komunikasi.
Analisis Tiga Jenis Praanggapan dalam Dua Episode Talk Show Lapor Pak di Trans 7 Susanti Susanti; M. Imron Abadi; Sri Yanuarsih
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1906

Abstract

Peneliti ini membahas jenis-jenis praanggapan yang terdapat dalam tuturan para pemain talk show Lapor Pak di Trans 7. Praanggapan merupakan salah satu objek dari kajian pragmatik yang merujuk pada asumsi atau informasi yang dianggap telah diketahui, diterima dan disepakati oleh penutur serta lawan tutur sebelum suatu tuturan diucapkan. Dalam peneliti ini menggunakan teori praanggapan yang dikemukakan oleh George Yule, yang membagi praanggapan ke dalam enam jenis yaitu: praanggapan eksistensial, faktif, leksikal, struktural, nonfaktif, dan konterfaktual. Namun, penelitian ini hanya memfokuskan analisis pada tiga jenis praanggapan, yaitu eksistensial, faktif, dan struktural. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan praagmatik, data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengintrepetasi jenis-jenis praanggapan yang muncul berdasarkan konteks tuturan dalam program tersebut. Data dikumpulkan melalui transkrip tuturan dari dua episode talk show, yaitu Efisiensi Anggaran Makan Korban! (5/03/25)dan Dar Der Dor! Valentinus Siaran di RLP FM, Pedas Banget! (24/03/25). Kehadiran praanggapan menunjukkan bahwa berperan penting dalam pemahaman dan mendukung kelancaran komunikasi. Dengan memahami praanggapan, para penutur dan lawan tutur mamppu menangkap makna lebih jelas dan utuh dalam interaksi agar lebih efektif.
Slapstick Humor Komentar Netizen dalam Postingan Instagram @awreceh.id Nabila Tasya Aulia; Sri Yanuarsih
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2101

Abstract

Tujuan utama penelitian untuk menganalisis penggunaan humor slapstick dalam konten Instagram @awreceh.id, khususnya bagaimana gaya humor tersebut memengaruhi interaksi netizen. Bahasa humor slapstick merupakan gaya komunikasi mengandalkan aksi atau narasi berlebihan, kejutan, absurditas untuk menciptakan efek lucu mudah dipahami dan menghibur audiens. Memberikan wawasan tentang peran humor dalam membangun keterikatan emosional antara pembuat konten dan audiens, sekaligus menunjukkan bagaimana humor dapat menjadi alat komunikasi efektif di era media sosial. Dalam teori bahasa dan humor, pendekatan yang relevan adalah teori Incongruity. Menjelaskan bahwa humor muncul ketika terdapat ketidaksesuaian antara ekspektasi dan kenyataan. Ketidaksesuaian menciptakan kejutan yang menghasilkan efek komedi dan memancing tawa. Dalam konteks bahasa, humor sering muncul melalui permainan kata, ironi, atau ambiguitas. Sangat relevan untuk menganalisis konten @awreceh.id menggunakan perpaduan narasi dan visual untuk menciptakan humor efektif. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, pendekatan analisis isi untuk memahami humor slapstick dalam konten Instagram @awreceh.id. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi unggahan serta komentar netizen, kemudian dianalisis berdasarkan teori Incongruity. Validitas data dijaga dengan triangulasi antara sumber primer dan sekunder untuk memperoleh gambaran peran humor dalam interaksi media sosial. Postingan Instagram @awreceh.id cenderung menggunakan humor slapstick mengandalkan absurditas, hiperbola, dan kejutan untuk memancing tawa. Komentar-komentar lucu dari netizen memperkuat narasi dengan logika tidak masuk akal namun menghibur. Humor terasa sederhana dan relatable, sehingga mampu melibatkan audiens secara emosional. Gaya bahasa santai dan penggunaan istilah populer menambah daya tarik di kalangan muda. Tingginya interaksi seperti komentar dan like menunjukkan bahwa pendekatan humor efektif membangun komunitas daring yang aktif.
Sentimen Negatif atas Kebijakan Prabowo Subianto dalam Komentar pada Akun Instagram Folkative Khoirun Nisa; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2102

Abstract

Sentimen negatif merupakan pandangan, emosi, atau sikap yang kurang baik terhadap suatu topik, produk, maupun layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketidaksantunan berbahasa dalam komentar warganet pada akun Instagram Folkative terkait kebijakan Prabowo Subianto, dengan menggunakan teori ketidaksantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Culpeper (1996) yaitu (1) ketidaksantunan secara langsung, (2) ketidaksantunan positif, (3) ketidaksantunan negatif, (4) sarkasme atau kesantunan semu, (5) menahan kesantunan. Fokus penelitian adalah untuk memahami pola ketidaksantunan tersebut dalam konteks interaksi digital, khususnya pada unggahan tentang kebijakan pemerintah di Instagram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi digital. Data berupa komentar yang mencerminkan ketidaksantunan berbahasa yang diambil dari unggahan populer Folkative mengenai kebijakan Prabowo Subianto pada periode November 2024 yang membahas tiga kebijakan utama, yaitu Investasi Luar Negeri, Kenaikan Gaji Guru, dan Program Makan Bergizi Gratis. Data dianalisis melalui pendekatan tematik untuk menemukan pola utama ketidaksantunan serta pendekatan pragmatik untuk memahami konteks dan makna komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ketidaksantunan berbahasa yang paling dominan adalah ketidaksantunan negatif, diikuti dengan sarkasme dan ketidaksantunan langsung. Komentar warganet banyak berisi kritik frontal, ejekan, serta sindiran sinis terhadap kebijakan pemerintah. Faktor yang melatarbelakangi fenomena tersebut meliputi skeptisisme terhadap transparansi kebijakan, ketidakpercayaan pada janji politik, serta kebebasan berekspresi di media sosial yang memungkinkan masyarakat menyampaikan kritik tanpa batasan etika. Peneliti menyimpulkan bahwa ketidaksantunan berbahasa di media sosial mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Fenomena ini menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran etika komunikasi di ruang digital guna menciptakan interaksi yang lebih sehat dan konstruktif. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika komunikasi digital yang relevan dalam memahami hubungan antara masyarakat dan kebijakan pemerintah, sekaligus mendorong perlunya penguatan literasi digital untuk meminimalisasi ketidaksantunan dalam komunikasi daring, sehingga tercipta ruang diskusi yang lebih positif dan produktif.
Humor Observasional pada Akun Instagram @raditya_dika Nabila Tasya Aulia; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2149

Abstract

Observasional merupakan jenis humor yang menceritakan kejadian atau situasi sehari-hari dengan sudut pandang lucu. Berupa pengamatan tentang kejadian sekitar, bahkan keanehan dalam hal biasa terjadi. Penelitian bertujuan menganalisis dan memperoleh gambar objektif penggunaan bahasa humor pada akun Instagram @raditya_dika, khususnya bagaimanakah humor observasional menggabungkan pengalaman sehari-hari dengan elemen jenaka relevan. Dengan teori Incongruity, humor tercipta melalui ketidaksesuaian antara ekspektasi audiens dan realita yang disampaikan secara mengejutkan namun logis. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi digital dan pendekatan analisis tematik, menganalisis unggahan Instagram selama enam bulan , termasuk teks, caption, elemen visual, dan respons audiens. Analisis data mengidentifikasi pola bahasa humor, konteks situasional, dan pesan yang terkandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Raditya Dika mengandalkan humor observasional yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, menggunakan kombinasi absurditas dan logika untuk menciptakan elemen kejutan mengundang tawa. Bahasa yang digunakan sederhana, lugas, cerdas, sehingga mudah dipahami dan diterima berbagai kalangan. Selain itu, humor sering disisipkan dengan pesan serius dikemas secara santai, membuat audiens menerima pesan tanpa merasa tertekan. Humor observasional terbukti efektif sebagai alat komunikasi di media sosial karena mampu membangun kedekatan emosional, menciptakan keterhubungan personal, serta meningkatkan interaksi melalui komentar dan respons. Temuan ini relevan untuk memahami strategi komunikasi kreatif di media sosial, terutama dalam membangun engagement menyampaikan pesan secara efektif.
Tindak Tutur Ilokusi dengan Pendekatan Pragmatik dalam Studi Kasus Unggahan Video Akun Instagram @aguskurdiono Nisfi Arba` Indah; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2154

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tindak tutur ilokusi dengan pendekatan pragmatik dalam unggahan video akun instagram @aguskurdiono dengan diketahuinya jenis tindak tutur tersebut. Tindak tutur ilokusi merupakan apa yang dicapai dengan menyampaikan maksud untuk mencapai sesuatu atau “melakukan suatu tindakan dengan mengatakan sesuatu”. Subjek analisis penelitian ini adalah penggunaan tindak tutur ilokusi dalam unggahan video akun Instagram @aguskurdiono. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif dengan metodologi deskriptif dan pendekatan pragmatik sebagai pendekatan teoretis. Sumber data berupa beberapa unggahan video di akun Instagram @aguskurdiono pada bulan April hingga Juni 2024. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik observasi digital, dan teknik simak catat. Hasil telaah menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi sering digunakan pada tuturan dalam unggahan video akun Instagram @aguskurdiono. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat tiga puluh satu tindak tutur ilokusi dan dapat dikelompokkan ke dalam bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang memiliki lima bentuk, tindak tutur asertif dapat ditemukan dalam dua puluh dua video seperti menyatakan dan menunjukkan. Sedangkan tindak tutur direktif muncul dalam enam video sebagai saran, perintah, juga ajakan. Lalu tindak tutur ekspresif dapat didapati dalam sepuluh video misalnya sindiran, respon, ungkapan terimakasih, serta kritikan. Kemudian tindak tutur komisif dapat ditemukan dalam dua video berupa janji, dan tindak tutur deklarasi tidak ditemukan dalam unggahan video tersebut.