Imisuriati Imisuriati
SD Negeri 017 Rambah, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Simulasi Akhlak Mulia dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Penguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar Imisuriati Imisuriati; Nurlaili Nurlaili; Marliana Daulay
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan simulasi akhlak mulia dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk penguatan karakter siswa di SD Negeri 017 Rambah. Simulasi akhlak mulia merupakan metode pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pengalaman langsung dan interaktif guna memahami serta mengamalkan nilai-nilai moral dan etika Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan disiplin. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada siswa SD Negeri 017 Rambah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, serta angket yang diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah penerapan simulasi akhlak mulia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep akhlak Islam serta mendorong mereka untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ditemukan bahwa pendekatan simulasi dapat meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, mempermudah internalisasi nilai-nilai Islam, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan. Guru juga memiliki peran penting dalam merancang skenario simulasi yang relevan dengan kehidupan siswa agar pesan moral dapat tersampaikan secara efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi simulasi akhlak mulia dalam pembelajaran PAI di SD Negeri 017 Rambah berpotensi menjadi strategi yang efektif dalam pendidikan karakter. Dengan demikian, pendekatan ini dapat dijadikan model pembelajaran yang lebih inovatif untuk membangun generasi yang berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Model Pembelajaran Cooperative Learning dalam Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Interaksi Sosial dan Pemahaman Konsep Keislaman pada Siswa Sekolah Dasar Nurlaili Nurlaili; Imisuriati Imisuriati; Marliana Daulay
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.119

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pemahaman keislaman siswa sejak dini. Namun, metode pembelajaran yang masih didominasi oleh pendekatan konvensional sering kali kurang efektif dalam meningkatkan interaksi sosial dan pemahaman konsep keislaman secara mendalam. Model pembelajaran Cooperative Learning menawarkan solusi dengan menekankan kerja sama, tanggung jawab bersama, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Cooperative Learning dalam meningkatkan interaksi sosial serta pemahaman konsep keislaman pada siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang melibatkan siswa Sekolah Dasar Negeri 027 Rambah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes pemahaman sebelum dan setelah penerapan metode Cooperative Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta membangun keterampilan sosial yang lebih baik. Selain itu, pemahaman siswa terhadap konsep keislaman, seperti akhlak mulia, ibadah, dan nilai-nilai keislaman lainnya, juga mengalami peningkatan yang signifikan setelah diterapkannya model pembelajaran ini. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Cooperative Learning dalam PAI tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang lebih baik melalui kerja sama dan komunikasi yang efektif. Oleh karena itu, disarankan agar guru PAI menerapkan model pembelajaran ini secara lebih luas guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis, interaktif, dan efektif dalam membentuk kepribadian Islami siswa.