Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pemahaman keislaman siswa sejak dini. Namun, metode pembelajaran yang masih didominasi oleh pendekatan konvensional sering kali kurang efektif dalam meningkatkan interaksi sosial dan pemahaman konsep keislaman secara mendalam. Model pembelajaran Cooperative Learning menawarkan solusi dengan menekankan kerja sama, tanggung jawab bersama, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Cooperative Learning dalam meningkatkan interaksi sosial serta pemahaman konsep keislaman pada siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang melibatkan siswa Sekolah Dasar Negeri 027 Rambah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes pemahaman sebelum dan setelah penerapan metode Cooperative Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta membangun keterampilan sosial yang lebih baik. Selain itu, pemahaman siswa terhadap konsep keislaman, seperti akhlak mulia, ibadah, dan nilai-nilai keislaman lainnya, juga mengalami peningkatan yang signifikan setelah diterapkannya model pembelajaran ini. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Cooperative Learning dalam PAI tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang lebih baik melalui kerja sama dan komunikasi yang efektif. Oleh karena itu, disarankan agar guru PAI menerapkan model pembelajaran ini secara lebih luas guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis, interaktif, dan efektif dalam membentuk kepribadian Islami siswa.
Copyrights © 2025