Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Sejarah dan Budaya Islam dalam Kurikulum: Membangun Multikulturalisme dan Toleransi di Lingkungan Sekolah Agus Suroto; Desi Susanti; Khairatunizam Khairatunizam
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.146

Abstract

Integrasi sejarah dan budaya Islam dalam kurikulum pendidikan merupakan langkah strategis untuk membangun multikulturalisme dan toleransi di lingkungan sekolah. Sejarah dan budaya Islam, yang kaya dengan nilai-nilai universal seperti perdamaian, saling menghargai, dan kerjasama antarumat manusia, dapat memperkenalkan siswa pada pentingnya menghargai perbedaan dalam masyarakat yang plural. Dalam konteks ini, pendidikan berfungsi tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan pemahaman yang lebih mendalam tentang keragaman budaya dan agama. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran integrasi sejarah dan budaya Islam dalam kurikulum pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai multikulturalisme dan toleransi di sekolah. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa pengintegrasian sejarah dan budaya Islam dalam kurikulum dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman, mengurangi prasangka, dan membangun sikap saling menghormati antar siswa dari berbagai latar belakang. Dengan memperkenalkan siswa pada konsep-konsep universal dalam sejarah dan budaya Islam, seperti perdamaian, keadilan, dan persatuan, pendidikan dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat multikulturalisme dan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis. Oleh karena itu, penting bagi pemangku kebijakan pendidikan untuk mempertimbangkan aspek ini dalam perencanaan dan pelaksanaan kurikulum di sekolah-sekolah, guna menciptakan generasi muda yang toleran, inklusif, dan siap hidup dalam masyarakat yang multikultur.