Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel, protein, dan DNA dalam tubuh, serta berkontribusi terhadap berbagai penyakit degenerative. Konsumsi antioksidan dapat menjadi alternatif untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Sumber antioksidan dapat diperoleh dari bahan alami, khususnya tanaman obat atau herbal yang memiliki senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan tinggi. Salah satu bahan alami yang potensial dan sedang banyak dikaji dalam dunia fitokimia adalah bawang lanang (Allium sativum var. solo), atau dikenal juga sebagai bawang putih Tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas antioksidan umbi bawang lanang (Allium sativum) terhadap radikal bebas DPPH serta mengeksplorasi potensinya sebagai sumber antioksidan alami. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), dengan parameter utama berupa nilai IC₅₀ yang menunjukkan konsentrasi ekstrak yang dibutuhkan untuk menurunkan 50% aktivitas radikal bebas. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak bawang lanang, khususnya yang menggunakan pelarut etanol, memiliki nilai IC₅₀ yang tergolong kuat (di bawah 100 µg/mL), yang mengindikasikan kemampuan tinggi dalam menetralisir radikal bebas. Senyawa aktif seperti allicin, flavonoid, dan senyawa fenolik menjadi komponen utama yang berperan dalam aktivitas ini. Selain itu, aktivitas antioksidan juga dipengaruhi oleh metode ekstraksi, konsentrasi larutan, serta kondisi penyimpanan bahan. Penelitian ini memperkuat potensi bawang lanang sebagai kandidat bahan alami dalam pengembangan suplemen kesehatan dan pangan fungsional.