Saeful Amin
Program Studi S1 Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Umbi Bawang Lanang (Allium Sativum) Terhadap Radikal Bebas DPPH: Potensi Bahan Alam Sebagai Sumber Antioksidan Saeful Amin; Riko Meylansyah; Muhammad Rahmat Darmawan; Novira Azzahra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.161

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel, protein, dan DNA dalam tubuh, serta berkontribusi terhadap berbagai penyakit degenerative. Konsumsi antioksidan dapat menjadi alternatif untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Sumber antioksidan dapat diperoleh dari bahan alami, khususnya tanaman obat atau herbal yang memiliki senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan tinggi. Salah satu bahan alami yang potensial dan sedang banyak dikaji dalam dunia fitokimia adalah bawang lanang (Allium sativum var. solo), atau dikenal juga sebagai bawang putih Tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas antioksidan umbi bawang lanang (Allium sativum) terhadap radikal bebas DPPH serta mengeksplorasi potensinya sebagai sumber antioksidan alami. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), dengan parameter utama berupa nilai IC₅₀ yang menunjukkan konsentrasi ekstrak yang dibutuhkan untuk menurunkan 50% aktivitas radikal bebas. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak bawang lanang, khususnya yang menggunakan pelarut etanol, memiliki nilai IC₅₀ yang tergolong kuat (di bawah 100 µg/mL), yang mengindikasikan kemampuan tinggi dalam menetralisir radikal bebas. Senyawa aktif seperti allicin, flavonoid, dan senyawa fenolik menjadi komponen utama yang berperan dalam aktivitas ini. Selain itu, aktivitas antioksidan juga dipengaruhi oleh metode ekstraksi, konsentrasi larutan, serta kondisi penyimpanan bahan. Penelitian ini memperkuat potensi bawang lanang sebagai kandidat bahan alami dalam pengembangan suplemen kesehatan dan pangan fungsional.
Peran Kimia Medisinal dalam Pengembangan Terapi Thalasemia: Strategi Desain dan Optimalisasi Obat Saeful Amin; Naila Tazkyatun Naffsi; Nagita Cahya Ifana; Fauziah Harjakusuma
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.162

Abstract

Thalasemia adalah kelainan genetik yang menyebabkan gangguan produksi hemoglobin, sehingga mengakibatkan anemia kronis dan komplikasi serius lainnya. Pengobatan utama saat ini melibatkan transfusi darah dan terapi chelating untuk mencegah penumpukan zat besi dalam tubuh. Namun, terapi ini memiliki keterbatasan, seperti efek samping dan ketergantungan seumur hidup. Kimia medisinal memainkan peran penting dalam pengembangan terapi yang lebih efektif dan spesifik untuk thalasemia, termasuk desain obat baru, optimalisasi senyawa chelating, serta pendekatan berbasis molekul kecil dan terapi genetik. Penelitian terkini berfokus pada strategi untuk meningkatkan bioavailabilitas obat, mengurangi toksisitas, dan mengembangkan terapi yang lebih personalisasi. Dengan pendekatan kimia medisinal yang inovatif, diharapkan pengobatan thalasemia dapat lebih efektif, aman, dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien.
Kajian Literatur : Eksplorasi Metabolit Sekunder Tanaman Lokal Indonesia sebagai Terapi Alami Kanker Payudara Saeful Amin; Lulu Dhamayanti Sutaryat; Loudya Ulfah Yuniar; Yanyan Haryana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.163

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita di dunia, dan pencarian terapi alternatif berbasis bahan alam terus dikembangkan. Metabolit sekunder dari tanaman telah diketahui memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker payudara, salah satunya melalui mekanisme apoptosis. Kajian literatur ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa tanaman lokal Indonesia sebagai antikanker payudara berdasarkan nilai IC₅₀ dan binding affinity. Sebanyak enam artikel ditelaah yang mencakup pendekatan in vitro dan in silico. Hasil menunjukkan bahwa senyawa Strychnine N-oxide memiliki IC₅₀ sebesar 0,09 µM, sementara Squalene dari Averrhoa bilimbi menunjukkan afinitas ikatan tertinggi sebesar -94,711 kcal/mol terhadap target NUDT5. Dengan demikian, metabolit sekunder dari tanaman berpotensi menjadi terapi pendukung yang efektif dan layak dikembangkan lebih lanjut.
Analisis Fitokimia Dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Pada Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata) Dengan Metode Spektrofometri UV-Vis Saeful Amin; Dita Pebriyanti; Sahda Qolbiah; Syahda Noer Candramurti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.164

Abstract

Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman dari famili Sapindaceae tersebar diseluruh daerah tropis dan secara empiris oleh masyarakat sebagai komplek penyembuhan. Daun matoa diketahui memiliki potensi sebagai antihipertensi, antipiretik, dan obat untuk gangguan kulit serta pembengkakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dan menentukan kandungan flavonoid daun matoa. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Setelah menerima ekstrak kental, uji skrining fitokimia dan penetapan kadar flavonoid menggunakan pengukuran spektrofotometri UV-Vis dengan quersetin sebagai standar pada panjang gelombang 430 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun matoa mengandung senyawa golongan flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Kandungan flavonoid total yang diperoleh sebesar 15,884 mg QE/g ekstrak atau 1.588,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa daun matoa memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang berkontribusi dalam pengembangan bahan alam untuk bidang kesehatan dan farmasi.
Analisis In Silico Senyawa Bioaktif Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Kandidat Inhibitor Enzim Diabetes Tipe 2 Saeful Amin; Gina Fauziah; Nurlaila Aditia Putri; Farihatul Azizah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.165

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh resistensi insulin serta gangguan sekresi insulin. Salah satu pendekatan terapi yang potensial adalah penghambatan enzim-enzim kunci yang berperan dalam metabolisme glukosa. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif, seperti α-mangostin dan γ-mangostin, yang memiliki potensi sebagai agen antidiabetes alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa bioaktif dari kulit manggis sebagai kandidat inhibitor enzim-enzim penting pada DMT2 menggunakan pendekatan in silico. Studi ini menggunakan metode molecular docking untuk menganalisis afinitas interaksi α-mangostin dan γ-mangostin terhadap enzim PPAR-γ, DPP-4, dan aldose reductase. Data struktur tiga dimensi senyawa diperoleh dari PubChem, sedangkan data protein target diambil dari Protein Data Bank. Proses docking dilakukan dengan perangkat lunak AutoDock. Hasil analisis menunjukkan bahwa α-mangostin memiliki afinitas ikatan yang kuat terhadap PPAR-γ (-8,5 kcal/mol), DPP-4 (-7,8 kcal/mol), dan aldose reductase (-7,2 kcal/mol), meskipun nilai tersebut lebih rendah dibandingkan ligan standar. Visualisasi interaksi mengungkap keterlibatan residu kunci pada situs aktif protein target. Senyawa α-mangostin dan γ-mangostin dari kulit manggis menunjukkan potensi sebagai inhibitor alami enzim-enzim yang berperan dalam patofisiologi DMT2. Penelitian ini mendukung pemanfaatan kulit buah manggis sebagai sumber fitoterapi antidiabetes. Namun, validasi lebih lanjut melalui uji eksperimental diperlukan untuk mengonfirmasi hasil in silico ini.
Pendekatan Kimia Medisinal dalam Penemuan Senyawa Antiretroviral Baru: Integrasi Komputasi dan Perspektif Klinis di Era Resistensi HIV Saeful Amin; Pradipta Apryan Sevrizal; Muhammad Haikal Alamsyah; Vicky Novia Sapitri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.166

Abstract

Meningkatnya kasus resistensi terhadap terapi antiretroviral (ARV) menuntut pendekatan inovatif dalam penemuan obat HIV yang lebih efektif dan selektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan kimia medisinal terkini dalam penemuan dan pengembangan senyawa antiretroviral, khususnya melalui integrasi metode komputasi dan evaluasi klinis. Penelitian ini merupakan studi literatur berbasis analisis sistematis terhadap artikel primer nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pencarian literatur elektronik menggunakan database ilmiah terkemuka, dengan seleksi berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi. Analisis dilakukan secara naratif dan deskriptif-kritis terhadap efektivitas metode in silico (molecular docking, QSAR, AI-assisted screening) serta karakteristik klinis pasien HIV/AIDS di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa alami dan sintetik yang ditargetkan pada enzim HIV-1 (reverse transkriptase, protease, integrase) menunjukkan potensi aktivitas antivirus yang menjanjikan, terutama setelah dilakukan optimasi struktur dan prediksi farmakokinetik. Penemuan ini mendukung pentingnya pemanfaatan kimia medisinal berbasis struktur dan teknologi komputasi sebagai strategi utama dalam melawan resistensi resistensi ARV. Kesimpulan dari kajian ini menekankan perlunya penguatan validasi eksperimental dan kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pengembangan kandidat obat antiretroviral generasi baru yang lebih efektif, aman, dan terjangkau
Kajian Kimia Medisinal Senyawa Asam Klorogenat sebagai Agen Antidiabetik: Tinjauan Struktur, Mekanisme dan Aktivitas Biologis Saeful Amin; Dliya Khadlelia; Gasyia Nafiin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.254

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Pengobatan farmakologis jangka panjang terhadap diabetes sering menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan terapi alternatif yang lebih aman, salah satunya dengan menggunakan senyawa alami seperti asam klorogenat. Asam klorogenat adalah senyawa fenolik yang dihasilkan dari proses esterifikasi antara asam kafeat dan asam kinat. Struktur asam klorogenat mengandung gugus hidroksil, karboksil, dan o-difenol yang berperan penting dalam aktivitas biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas asam klorogenat dalam menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki parameter metabolik lain pada pasien diabetes mellitus. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam klorogenat memiliki aktivitas antidiabetes melalui mekanisme penghambatan glukosa-6-fosfatase dan aktivasi jalur AMPK. Berdasarkan hasil tersebut, asam klorogenat berpotensi menjadi terapi yang aman dan efektif untuk diabetes mellitus.
Studi In Silico Interaksi Senyawa Bioaktif dari Jahe (Zingiber officinale Roscoe) sebagai Inhibitor Proton Pump dalam Terapi Asam Lambung Saeful Amin; Sipa Sabila; Cindy Cindy; Hafizha Nur Shaleha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.168

Abstract

Jahe (Zingiber officinale Roscoe) dikenal memiliki berbagai manfaat farmakologis, termasuk sebagai agen terapi untuk gangguan lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa bioaktif dalam jahe, yaitu gingerol, shogaol, dan zingeron, sebagai inhibitor H+/K+ ATPase melalui pendekatan in silico menggunakan metode molecular docking. Hasil docking menunjukkan bahwa ketiga senyawa tersebut memiliki kemampuan berikatan dengan situs aktif enzim H+/K+ ATPase, dengan nilai binding affinity terbaik ditunjukkan oleh gingerol (-8.2 kcal/mol), yang hampir setara dengan omeprazol sebagai inhibitor proton pump konvensional. Interaksi ini mengindikasikan bahwa senyawa dalam jahe berpotensi menghambat sekresi asam lambung dan dapat dikembangkan sebagai alternatif terapi untuk gangguan lambung. Keunggulan utama jahe dibandingkan dengan obat sintetis adalah efek samping yang lebih minimal dan sifat antiinflamasi serta antioksidannya yang dapat memberikan manfaat tambahan bagi pasien. Meskipun demikian, penelitian lanjutan melalui uji eksperimental in vitro dan in vivo diperlukan untuk memvalidasi efektivitasnya sebelum dapat diaplikasikan dalam terapi klinis. Dengan demikian, jahe memiliki potensi sebagai sumber alternatif alami dalam pengobatan gangguan lambung melalui mekanisme penghambatan H+/K+ ATPase
Peran Kimia Medisinal Dalam Meningkatkan Bioavailabilitas Obat Antihipertensi Saeful Amin; Rifa Fakhriah Salma; Dzaky Hamzah; Keysha Putri Adelita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.169

Abstract

Bioavailabilitas obat antihipertensi merupakan faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas terapi hipertensi. Kimia medisinal berperan penting dalam merancang dan mengembangkan senyawa dengan bioavailabilitas tinggi melalui berbagai pendekatan, seperti modifikasi struktur kimia, pemilihan bentuk sediaan yang optimal, serta penerapan teknologi pengantaran obat yang inovatif. Modifikasi struktur kimia, seperti penambahan gugus fungsional tertentu, dapat meningkatkan kelarutan dan permeabilitas membran, sehingga memungkinkan penyerapan obat yang lebih baik. Penggunaan prodrug juga menjadi strategi efektif untuk meningkatkan bioavailabilitas dengan mengoptimalkan aktivasi senyawa dalam tubuh. Selain itu, teknologi nanopartikel dan sistem pengantaran berbasis lipid memungkinkan distribusi obat yang lebih terarah, mengurangi degradasi enzimatik, dan meningkatkan efisiensi terapi. Tantangan dalam pengembangan obat meliputi regulasi yang ketat, biaya penelitian yang tinggi, serta kepatuhan pasien terhadap terapi. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi bioavailabilitas, diharapkan solusi yang lebih efektif dapat ditemukan dalam pengelolaan hipertensi. Kemajuan dalam kimia medisinal berpotensi menghasilkan obat antihipertensi dengan efikasi lebih tinggi, efek samping yang lebih rendah, serta meningkatkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
Literatur Review: Pengaruh Kandungan Fenol Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Alga Coklat Sargassum sp Saeful Amin; Nadia Rahma Febriyanti; Mariah Ulpah; Dea Malika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.170

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak makroalga coklat Sargassum sp. yang diekstraksi menggunakan etanol, etil asetat, dan n-heksana memiliki aktivitas antioksidan. Ekstrak kental diperoleh dengan melarutkan simplisia Sargassum sp. dengan perbandingan 1:3 selama 48 jam, kemudian menguapkan campuran tersebut. Analisis ekstensif meliputi komposisi kimia, identifikasi komponen bioaktif dengan uji fitokimia, pengukuran total fenol, dan evaluasi aktivitas antioksidan dengan uji DPPH. Air sebanyak 10,54%, abu 52,74 persen, protein 2,53 persen, lemak 0,79 persen, dan karbohidrat 23,77 persen. Dari segi rendemen ekstrak, etanol (0,565%), etil asetat (0,42%), dan n-heksana (0,265%) merupakan tiga pelarut yang paling efektif. Analisis fitokimia menunjukkan adanya triterpenoid dan alkaloid dalam ekstrak n-heksana dan etanol, dan hidrokuinon fenol dalam etil asetat. Dalam kategori sedang, ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan IC₅₀ sebesar 68,89±5,36 mg/L. Sebaliknya, etanol (239,51±10,60 mg/L) dan n-heksana (461,52±12,65 mg/L) masing-masing tergolong lemah dan sangat lemah. Korelasi positif yang kuat (R² = 0,997) ditemukan antara total fenol dan aktivitas antioksidan, yang menunjukkan bahwa bahan kimia fenolik menyumbang 99% aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan Sargassum sp., makroalga coklat, sebagian besar disebabkan oleh senyawa fenoliknya, dan hasil kami menunjukkan bahwa etil asetat adalah pelarut terbaik untuk mengekstraksi senyawa ini