Tajuddin Tajuddin
Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Pare-Pare, Pare-Pare, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontribusi Pendidikan Agama Islam terhadap Pengembangan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik Abd. Rahman Saleh; Amaluddin Amaluddin; Usnul Lestari; Irma Irma; Tajuddin Tajuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.432

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berperan dalam mentransfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana dalam membentuk karakter dan kecerdasan spiritual peserta didik. Kecerdasan spiritual merupakan kemampuan individu dalam memahami makna hidup, menjalin hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kontribusi PAI dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik melalui kajian literatur terhadap berbagai hasil penelitian dan teori relevan. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran PAI yang holistik, integratif, dan kontekstual sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai spiritualitas, seperti keikhlasan, kesyukuran, dan kesadaran beragama. Selain itu, strategi pembelajaran berbasis keteladanan, pembiasaan ibadah, dan refleksi diri berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan sikap spiritual yang kuat. PAI juga berperan dalam membangun kesadaran etis dan tanggung jawab sosial peserta didik, yang menjadi indikator kecerdasan spiritual. Studi ini merekomendasikan perlunya penguatan kurikulum PAI dan peningkatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam proses pembelajaran. Diharapkan, pendidikan agama tidak hanya menjadi mata pelajaran kognitif, tetapi menjadi wahana pembentukan kepribadian yang utuh bagi peserta didik.