p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Widya Teknik
Herman Hindarso
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AMP Modifikasi Aspal Konvensional Penetrasi 60/70 Menggunakan Polimer Limbah Plastik Polipropilena (PP) Menjadi Produk Aspal Modifikasi Plastik Herman Hindarso; Aning Ayucitra; Chintya Gunarto; Nathania Puspitasari; Dian Retno Sari Dewi; Gogot Seto Budi
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v25i1.7806

Abstract

Peningkatan volume limbah plastik dan kebutuhan pada aspal jalan dengan kinerja lebih baik menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini mengusulkan modifikasi aspal konvensional penetrasi 60/70 dengan menambahkan limbah plastik jenis Polipropilen (PP) sebagai aditif sebanyak 10%, 20%, 30%, 40%, 50% berat dari berat aspal konvensional yang digunakan melalui proses pencampuran mekanis pada suhu 180°C dan kecepatan pengadukan 500-1000 rpm selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif limbah plastik jenis PP meningkatkan titik lembek (dari 48°C menjadi 72°C), viskositas (dari 350 cP menjadi 2150 cP), dan elastisitas aspal, serta mengurangi kehilangan berat pada Thin Film Oven Test (TFOT), tetapi menyebabkan daktilitas menurun seiring peningkatan jumlah aditif limbah plastik PP. Stabilitas penyimpanan campuran aspal dan aditif limbah plastik optimal tercapai pada penambahan jumlah limbah plastik PP sebanyak 30% berat. Sebagai kesimpulan adalah limbah plastik jenis PP efektif memodifikasi aspal konvensional dengan penambahan jumlah limbah plastik optimum pada 20-30% berat, meningkatkan ketahanan termal dan elastisitas, serta menawarkan solusi pemanfaatan limbah plastik dan peningkatan kinerja perkerasan aspal.
Modifikasi dan Karakterisasi Aspal Konvensional Dengan Aditif Komposit Limbah Plastik Multikomponen Menjadi Produk Aspal Modifikasi Plastik (AMP) Herman Hindarso; Aning Ayucitra; Chintya Gunarto; Nathania Puspitasari
Widya Teknik Vol. 25 No. 2 (2026): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v25i2.8662

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tingginya volume limbah plastik dan kebutuhan pada aspal jalan dengan performa lebih baik, yaitu ditinjau dalam hal peningkatan ketahanan terhadap rutting, suhu tinggi dan penuaan, peningkatan stabilitas Marshall, fleksibilitas dan durabilitas terhadap kondisi iklim tropis dan pengaruh air hujan dan banjir. Pada studi ini, aspal konvensional dengan nilai penetrasi 60/70 dimodifikasi dengan mencampurkan empat jenis limbah plastik, yaitu Polypropylene (PP), Polyethylene Terephtalate (PET), High Density Polyethylene (HDPE) dan Low Density Polyethylene (LDPE). Tiap jenis plastik dicampurkan dengan jumlah masing-masing sebanyak 25% berat dari berat total komposit plastik, dengan variasi jumlah penambahan total komposit plastik adalah sebesar 5% dan 10% berat dari berat aspal, ke dalam aspal konvensional. Proses pencampuran mekanis dilakukan pada suhu 180±5°C dengan kecepatan pengadukan sebesar 500 rpm selama 60 menit. Karakterisasi produk AMP sesuai spesifikasi SNI memberikan hasil bahwa penambahan limbah plastik hingga sebanyak 10% berat dapat meningkatkan nilai penetrasi (dari 66/0,1 mm menjadi 58/0,1 mm), titik lembek (dari 50,5 oC menjadi 53,8 oC) dan berat jenis (dari 1.022 menjadi 1,035 g/cm3). Di sisi lain dari hasil pengujian produk sesuai spesifikasi SNI, penambahan limbah plastik hingga sebanyak 10% berat menurunkan nilai kelarutan aspal berdasarkan uji kelarutan menggunakan trikloroetilena (dari 99,6% menjadi 99,4%), menurunkan kehilangan berat pada uji Thin Film Oven Test (TFOT) (dari 0,025% menjadi 0,011%) serta menurunkan penetrasi setelah TFOT (dari 91% menjadi 84-88%). Namun daktilitas aspal mengalami penurunan (dari >150 cm menjadi 132 cm) seiring dengan bertambahnya jumlah komposit limbah plastik yang digunakan. Pengujian Stabilitas Marshall pada produk AMP  memberikan hasil pengujian yang memenuhi persyaratan spesifikasi jalan raya menurut ketentuan Bina Marga. Sebagai kesimpulan, modifikasi aspal dengan penambahan komposit empat jenis limbah plastik terbukti efektif menghasilkan produk AMP yang memenuhi spesifikasi SNI dan Bina Marga.