Juliana Munthe
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Midwifery Care Management for Threatened Abortion in Early Pregnancy: A Qualitative Descriptive Study and Document Review at Medan Haji Hospital Agnes Mutiara Simorangkir; Raina Fadhilah; Asi Esterina Sarumpaet; Indira Virli Ananda; Dara Lestari; Juliana Munthe; Nelly Zahara
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i1.2570

Abstract

Threatened abortion (abortus imminens) is a common early-pregnancy condition characterized by first-trimester vaginal bleeding with a closed cervix and an ongoing intrauterine pregnancy. Besides clinical risk, it frequently produces psychological distress and is influenced by socioeconomic barriers, health literacy, and the coordination of care across providers and families. Objective: This study aimed to describe and analyze midwifery care management for women with threatened abortion at approximately 8 weeks’ gestation at Medan Haji Hospital, using an SDG-oriented lens on access (SDG 1), education/health literacy (SDG 4), and partnerships (SDG 17). Methods: A qualitative descriptive approach was combined with a desk-based document review. Primary information was collected through semi-structured interviews with women receiving care for threatened abortion in the Jabal Uhud UPTD Room. Secondary information was obtained from peer-reviewed literature, midwifery textbooks, and official reports/guidelines. Data were analyzed through thematic categorization and integrated by triangulation to synthesize patterns across access, education, and partnership domains. Findings: Three major patterns emerged. First, economic and transportation/coverage constraints were consistently linked to delayed or fragmented antenatal care and follow-up, weakening early detection and safety-netting. Second, limited health literacy and inconsistent counseling contributed to delayed care-seeking and suboptimal adherence to follow-up recommendations. Third, stronger partnerships interprofessional coordination, facility-to-system linkages, and family (including husband) support were associated with clearer referral pathways, improved continuity of care, and better emotional support for women experiencing early pregnancy bleeding. Implications: A continuity-oriented midwifery care bundle is recommended, integrating standardized counseling and return precautions, structured follow-up planning, and partnership mechanisms involving interprofessional coordination and family engagement to improve early pregnancy care quality and maternal well-being. Originality/Value: This study offers an integrated, SDG-linked interpretation of threatened-abortion midwifery care management by connecting clinical processes with structural access barriers, maternal health literacy, and partnership mechanisms, providing a practical framework for service improvement.
Satu Jam Pertama yang Menentukan: Efektivitas Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Kesehatan Neonatus dan Keberhasilan Asi Eksklusif Juita Ernanda Tampubolon; Juliana Munthe; Ridesman Ridesman; Marliani Marliani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.60436

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses pemberian ASI pada bayi dalam satu jam pertama setelah kelahiran yang memiliki peran penting terhadap kesehatan neonatus dan keberhasilan ASI eksklusif. Implementasi IMD yang belom optimal masih menjadi masalah di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Tinjauan Pustaka ini bertujuan untuk melihat efektivitas Inisiasi Menyusu Dini terhadap Kesehatan neonatus dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan yaitu tinjauan literatur dengan menelaah lima artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperolah melalui database elektronik dan di publikasikan dalam beberapa tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa IMD efektif dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi, menjaga kestabilan suhu tubuh, mencegah hipotermia, menurunkan risiko infeksi dan kematian neonatal, serta meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Selain itu, IMD juga membantu memperlancar produksi ASI dan mengurangi risiko perdarahan postpartum pada ibu, dukungan tenaga Kesehatan, jenis persalinan, kontak kulit ibu dan bayi, serta dukungan keluarga. Kesimpulannya, IMD memiliki manfaat yang besar bagi Kesehatan ibu dan bayi sehingga penanganannya perlu ditingkatkan secara optimal di fasilitas pelayanan Kesehatan.