Fery Agusman MM
Universitas Karya Husada Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Kognitif terhadap Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Mild Cognitive Impairment di Panti Werdha Fery Agusman MM; Sonhaji; Moch Jamaluddin
Journal of Biomedical Sciences and Health (JBSH) Volume 2 Nomor 1 Bulan Februari 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/2gck1a79

Abstract

Mild Cognitive Impairment (MCI) merupakan kondisi penurunan fungsi kognitif yang memerlukan intervensi dini untuk mencegah progresivitas menuju demensia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Kognitif dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia dengan MCI di Panti Werdha. Menggunakan desain quasi-experimental pre-post test with control group, penelitian melibatkan 60 lansia (30 intervensi, 30 kontrol) yang dipilih melalui purposive sampling. Kelompok intervensi menerima TAK Stimulasi Kognitif dua kali seminggu selama 8 minggu, sementara kelompok kontrol menerima aktivitas rutin panti. Pengukuran fungsi kognitif menggunakan Montreal Cognitive Assessment (MoCA). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor MoCA pada kelompok intervensi (p<0.001) dibanding kontrol, dengan perbedaan mean 3.8 poin. TAK Stimulasi Kognitif terbukti efektif meningkatkan fungsi kognitif lansia dengan MCI dan potensial diimplementasikan dalam program rutin panti werdha. Keywords: stimulasi kognitif, terapi aktivitas kelompok, mild cognitive impairment, lansia, panti werdha   ABSTRACT Mild Cognitive Impairment (MCI) is a condition of cognitive decline requiring early intervention to prevent progression to dementia. This study aimed to analyze the effectiveness of Group Cognitive Stimulation Therapy (GCST) in improving cognitive function among elderly with MCI in nursing homes. Using a quasi-experimental pre-post test with control group design, the study involved 60 elderly participants (30 intervention, 30 control) selected through purposive sampling. The intervention group received GCST twice weekly for 8 weeks, while the control group participated in routine nursing home activities. Cognitive function was measured using the Montreal Cognitive Assessment (MoCA). Results showed a significant improvement in MoCA scores in the intervention group (p<0.001) compared to the control group, with a mean difference of 3.8 points. GCST proved effective in improving cognitive function among elderly with MCI and shows potential for implementation in routine nursing home programs. Keywords: cognitive stimulation, group activity therapy, mild cognitive impairment, elderly, nursing home
Analysis of Beta-Amyloid in Plasma as Early Diagnostic Biomarkers of Alzheimer's Disease in the Elderly Population Fery Agusman MM; Fitra Adi; Poppy Fransisca A
Journal of Biomedical Sciences and Health (JBSH) Volume 2 Nomor 1 Bulan Februari 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/yp2kw335

Abstract

Penyakit Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang menjadi penyebab utama demensia pada populasi lanjut usia. Deteksi dini sangat penting untuk penanganan yang lebih efektif. Beta-amyloid (Aβ) plasma telah muncul sebagai biomarker potensial untuk diagnosis dini Alzheimer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar beta-amyloid dalam plasma sebagai biomarker diagnostik dini penyakit Alzheimer pada populasi lanjut usia. Studi kasus-kontrol observasional ini melibatkan 20 partisipan: 11 dari Puskesmas A, 9 dari Puskesmas B, dan 10 kontrol sehat. Kadar Aβ42 dan Aβ40 plasma diukur menggunakan teknik ELISA. Penilaian kognitif dilakukan menggunakan MMSE dan MoCA. Analisis statistik meliputi perbandingan antar kelompok, korelasi dengan skor kognitif, dan analisis kurva ROC. Ditemukan perbedaan signifikan dalam kadar Aβ42 (p=0,023) dan rasio Aβ42/Aβ40 (p<0,001) antara kelompok Alzheimer dan kontrol. Rasio Aβ42/Aβ40 berkorelasi kuat dengan skor MMSE (r=0,684, p<0,001) dan MoCA (r=0,712, p<0,001). Analisis ROC menunjukkan akurasi diagnostik yang baik untuk rasio Aβ42/Aβ40 (AUC=0,863, 95% CI: 0,728-0,998) dengan nilai cut-off optimal 0,126 (sensitivitas 85%, spesifisitas 80%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio Aβ42/Aβ40 plasma memiliki potensi sebagai biomarker diagnostik dini untuk penyakit Alzheimer pada populasi lanjut usia. Temuan ini membuka jalan bagi pengembangan tes darah yang kurang invasif untuk skrining dan diagnosis dini Alzheimer, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar.