Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kurikulum Moderasi Beragama untuk Membentuk Harmoni Peserta Didik Koko Adya Winata; Muhammad Mufid Muafii; Laesti Nurishlah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi peran kurikulum moderasi beragama untuk membentuk harmoni peserta didik. Konflik sosial berbasis agama, intoleransi dan radikalisme merupakan tantangan yang sering kali muncul akibat kurangnya pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan. Untuk mengantisipasi fenomena tersebut, pendidikan memegang peranan penting dalam membangun harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Peserta didik merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Pemahaman moderasi beragama di kalangan peserta didik menjadi fondasi dalam membangun masa depan yang lebih inklusif dan damai. Moderasi beragama bukanlah upaya untuk menyamakan semua agama atau mengaburkan keyakinan masing-masing, tetapi merupakan cara untuk menempatkan agama dalam konteks sosial secara bijak. Melalui kurikulum yang mengedepankan moderasi beragama, peserta didik dapat belajar untuk menghargai perbedaan agama, keyakinan, dan budaya di masyarakat yang heterogen. Peserta didik diajarkan bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan indah, bukan ancaman. Metode yang digunakan dalam peneltian ini deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kurikulum moderasi beragama dapat menumbuhkan harmoni peserta didik yang ditandai dengan: 1) sikap toleransi yang tinggi, 2) kolaborasi dengan yang berbeda agama, 3) peningkatan literasi keagamaan, 4), kepedulian sosial dan empati, 5) penolakan terhadap ekstrimisme dan radikalisme.
Analysis of the Merdeka Curriculum in Enhancing Student Competencies in the Digital Era Koko Adya Winata; Afeefa Binti Aminuddin; Hisny Fajrussalam
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3663

Abstract

The rapid development of digital technology has compelled the education sector to undertake curricular transformation in order to prepare students for the challenges of the twenty-first century. The Merdeka Curriculum has emerged as a strategic policy that emphasises learning flexibility, character development, and the strengthening of digital literacy competencies as essential prerequisites for navigating the modern era. This study aims to analyse the contribution of the Merdeka Curriculum to enhancing student competencies in the digital era. A qualitative approach with descriptive analysis is employed through library research methods, encompassing an in-depth review of relevant literature, analysis of official curriculum documents, and participatory observation of learning practices in the field as supporting secondary data. The findings indicate that the Merdeka Curriculum possesses strong potential to foster digital competencies, including critical thinking, creativity, collaboration, communication, and technological literacy skills. However, its effectiveness is highly dependent on teachers’ pedagogical readiness, the quality of instructional resources, the availability of technological infrastructure, and an adaptive school culture that embraces innovation. This study underscores the importance of strengthening teacher capacity, providing adequate digital facilities, and systematically integrating technology-based learning to ensure the optimal achievement of the Merdeka Curriculum’s objectives. These findings contribute to the development of educational policy and enrich scholarly discourse on the implementation of competency-based curricula in the digital era.