Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Education Approach in Addressing Cyberbullying Among Adolescents Zaenal Mukarom; Mubiar Agustin; Rohman Heryana; Laesti Nurishlah; Imron Heriyanto; Mochammad Ramdan Samadi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.8400

Abstract

Cyberbullying is one of the big challenges faced by teenagers in today's digital era. This issue can have a negative impact on the mental, emotional, and social health of adolescents. This study aims to explore the approach of Islamic education in dealing with the issue of cyberbullying among adolescents. Through a qualitative method with a literature study approach, this study finds that the values and principles in Islamic education, such as manners, noble morals, and social responsibility, can be a strong foundation to prevent and overcome cyberbullying behavior. Islamic education emphasizes the importance of maintaining the honor of oneself and others and encouraging the wise use of technology. The results of this study are expected to contribute to the development of more effective educational strategies in tackling cyberbullying among adolescents, by utilizing Islamic values as the basis for the approach.
Peran Kurikulum Moderasi Beragama untuk Membentuk Harmoni Peserta Didik Koko Adya Winata; Muhammad Mufid Muafii; Laesti Nurishlah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi peran kurikulum moderasi beragama untuk membentuk harmoni peserta didik. Konflik sosial berbasis agama, intoleransi dan radikalisme merupakan tantangan yang sering kali muncul akibat kurangnya pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan. Untuk mengantisipasi fenomena tersebut, pendidikan memegang peranan penting dalam membangun harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Peserta didik merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Pemahaman moderasi beragama di kalangan peserta didik menjadi fondasi dalam membangun masa depan yang lebih inklusif dan damai. Moderasi beragama bukanlah upaya untuk menyamakan semua agama atau mengaburkan keyakinan masing-masing, tetapi merupakan cara untuk menempatkan agama dalam konteks sosial secara bijak. Melalui kurikulum yang mengedepankan moderasi beragama, peserta didik dapat belajar untuk menghargai perbedaan agama, keyakinan, dan budaya di masyarakat yang heterogen. Peserta didik diajarkan bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan indah, bukan ancaman. Metode yang digunakan dalam peneltian ini deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kurikulum moderasi beragama dapat menumbuhkan harmoni peserta didik yang ditandai dengan: 1) sikap toleransi yang tinggi, 2) kolaborasi dengan yang berbeda agama, 3) peningkatan literasi keagamaan, 4), kepedulian sosial dan empati, 5) penolakan terhadap ekstrimisme dan radikalisme.