Husaini Nasution
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KURIKULUM PAI UNTUK ANAK SHOLEH BAGI ANAK USIA DINI DI TK ISLAM AR REHAN Husaini Nasution; Nur Aprilda Mardatillah; Tia Rahayu
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.476

Abstract

Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pendidikan karena berfungsi sebagai pedoman utama dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Secara umum, kurikulum tidak hanya berisi mata pelajaran yang harus dipelajari, tetapi juga mencakup tujuan pendidikan, metode pengajaran, serta cara-cara penilaian yang digunakan untuk mengukur pencapaian peserta didik. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisis konsep anak usia Dini (AUD), (2) untuk menganalisis kurikulum Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini, (3) untuk menganalisis implementasi kurikulum PAI pada anak usia dini di Kelompok Bermain (KB) dan TK khususnya di TK Islam Ar Rehan Pekanbaru. Metode penelitian adalah Kualitatif Deskriptif, Data penelitian ini adalah data kualitatif berupa kata-kata atau kalimat hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data hasil wawancara diperoleh dari narasumber yang telah ditetapkan. Hasil penelitian adalah bahwa Kurikulum TK islam Ar-Rehan disusun dengan mengusung nilai-nilai islami sebagai dasar untuk pengembangan karakter peserta didik dan Metode pembelajaran PAI dilakukan dengan pembiasaan bernyanyi, bercerita, bermain dan sebagainya yang bersifat,interaktif, inovatif, dan menyenangkan. Setiap metode tersebut tentunya disesuaikan dengan perkembangan anak didik.
Reconsidering Digital Text Interpretation: A Dialogical Engagement Between Derrida’s Deconstruction and Gadamer’s Hermeneutics Husaini Nasution; Eva Dewi; Rasalhaque Daffa Taruna
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 24 No. 2 (2025): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/refleksi.v24.i2.47276

Abstract

This article examines a dialogical epistemological engagement between Jacques Derrida’s deconstruction and Hans-Georg Gadamer’s philosophical hermeneutics as a theoretical approach to interpreting contemporary digital texts. The digital era is characterized by fluid, multimodal, fragmented, and algorithmically mediated texts, which challenge classical assumptions about meaning, language, and interpretation. Derrida’s deconstruction emphasizes the instability of meaning through the concept of différance, highlighting the continual deferral and relational movement of meaning within networks of signs. In contrast, Gadamer’s hermeneutics underscores the role of productive prejudice, wirkungsgeschichte (history of effects), and the fusion of horizons in the process of understanding. Through philosophical and library-based research, this study demonstrates that despite their apparent differences, Derrida and Gadamer share important epistemological assumptions, including the non-finality of meaning, the centrality of language, the active role of the interpreter, and the relational positioning of texts. This dialogical engagement is proposed as an interpretive framework referred to as “Digital Deconstructive Hermeneutics,” which is relevant for interpreting digital texts shaped by rapid change, intertextuality, and algorithmic mediation. The findings contribute to contemporary debates on interpretive epistemology in the digital age and offer insights for digital literacy and cultural studies.