Jumiati
Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Influence of the Role-Playing Method and the Presentation Method on the Speaking Ability of Fifth Grade Students at SDN 14 Batarang, Maiwa District, Enrekang Regency Mirna; Jumiati; Aswadi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): Edumapsul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/ejp.v9i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode role playing dan presentasi terhadap kemampuan berbicara siswa kelas V di SD Negeri 14 Batarang Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Variable bebas dalam peneliatian ini yaitu metode role playing (X1) dan metode presentasi (X2), sedangkan variable terikat yaitu kemampuan berbicara (Y). Subjek penelitian berjumlah 10 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berbicara yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas dan uji-t (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan berbicara siswa setelah diterapkan metode role playing, metode presentasi, maupun gabungan keduanya. Rata-rata nilai pretest sebesar 49,80 meningkat menjadi 78,70 setelah role playing, menjadi 80,70 setelah presentasi, dan menjadi 84,00 setelah penggabungan metode. Uji-t menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) < 0,05 pada ketiga perlakuan, yang berarti bahwa perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan signifikan secara statistik. Gabungan metode role playing dan presentasi menghasilkan peningkatan tertinggi dan nilai yang lebih merata. Dapat disimpulkan bahwa metode role playing dan presentasi, baik secara terpisah maupun digabungkan, berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa. Kombinasi kedua metode dinilai paling efektif dalam membangun kepercayaan diri, ekspresi, dan kemampuan berbicara siswa secara sistematis.