Mamat Supriatna
Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pernikahan dalam Bingkai Tradisi Sunda di Kampung Adat Cikondang Azizah Nur Fadilah; Dika Raihan Batara; Ghina Hanifah; Nasibah Huriyyatul Jannah; Ramdani Ardiansyah; Yoga Bonvilio Brady Yanwas; Mamat Supriatna; Aam Imaddudin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1632

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tradisi pernikahan adat Sunda yang masih dipertahankan di Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosesi pernikahan adat Sunda di kampung tersebut serta makna simbolik dari setiap rangkaian upacaranya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi lapangan (field research) dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada ketua adat, budayawan, dan warga yang terlibat langsung dalam prosesi pernikahan. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dengan triangulasi sumber data. Hasil studi menunjukkan bahwa di Kampung Adat Cikondang ada tiga tahap utama tradisi pernikahan, diantaranya pranikah, pelaksanaan akad nikah, dan pasca-nikah. Salah satu tradisi penting yang mulai jarang dilakukan karena biaya dan perubahan gaya hidup adalah ngeuyeuk seureuh, yang mengandung banyak nilai simbolis tentang kehidupan rumah tangga. Selain itu, peraturan pernikahan antar suku di kampung adat ini diperbolehkan asalkan memenuhi syarat tertentu, seperti kesamaan agama dan penghormatan terhadap adat setempat. Dalam prosesi pernikahan di kampung ini juga masih melibatkan peran sentral dari ketua adat, baik dalam penentuan tanggal pernikahan hingga menjadi mediator konflik rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi pernikahan di Cikondang tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Sunda, melainkan berfungsi juga sebagai media untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
Axiology: Interprestasi Nilai dalam Tabot pada Masyarakat Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu: Axiology: Interpretation of Values ​​in Tabot in the Bengkulu City Society, Bengkulu Province Rony Wirachman; Mamat Supriatna
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i1.103725

Abstract

Kajian akademik sebelumnya lebih banyak menyoroti aspek sejarah dan ritual perayaan, sementara dimensi nilai-nilai budaya dan sosial yang terkandung di dalamnya masih kurang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Tabot serta relevansinya dalam kehidupan sosial masyarakat Bengkulu. Kajian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang sumber datanya diambil dengan metode studi literatur yang menelaah, mengumpulkan dan menganalsis berbagai sumber tertulis berupa buku, artikel jurnal, hasil penelitian yang relevan dan berbagai kajian lapangan seperti observasi dan wawancara. Hasil kajian ini ini  menunjukkan bahwa tradisi Tabot mengandung berbagai nilai antara lain nilai utama dan nilai pendukung,  nilai utama seperti nilai religius, nilai solidaritas sosial, nilai pelestarian budaya dan nilai pedukung seperti nilai gotong royong, toleransi,  edukatif.  Nilai-nilai ini tidak hanya memperkuat identitas kultural masyarakat, tetapi juga memainkan peran penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga. Kajian ini memberikan kontribusi pada kajian antropologi budaya dan mendorong pelestarian nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi.