Nur Fateah
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Leksikon dalam Kesenian Dolalak di Kabupaten Purworejo: Kajian Semantik Denanda Ekafitri Sulistyani; Nur Fateah
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.45063

Abstract

Kesenian Dolalak merupakan kesenian khas dari Kabupaten Purworejo dan menjadi simbol identitas budaya daerah tersebut. Meskipun kesenian Dolalak sudah dikenal luas oleh masyarakat purworejo maupun daerah luar, masih banyak yang belum sepenuhnya memahami makna pada setiap leksikon yang terdapat dalam Tari Dolalak. Oleh karena itu, kesenian Dolalak perlu dikaji secara semantik yang berfokus pada semantik leksikal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkategorikan kesenian Dolalak berdasarkan makna leksikal dan menganalisis makna leksikal dari leksikon yang digunakan dalam kesenian Dolalak, baik dalam gerak tari, kostum, sesaji dan alat musik. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara kepada informan inti yang berperan penting sebagai ketua dan sesepuh dalam kesenian Dolalak. Triangulasi data dalam penelitian ini menggunakan empat informan lain yang menjadi penari, penabuh dan penyanyi dalam kesenian Dolalak untuk membandingkan dan memastikan bahwa data temuan penelitian lebih dapat dipercaya. Berdasarkan pengkategoriannya, data-data yang ditemukan ada 43 leksikon. Data tersebut berupa enam belas leksikon dalam gerak tari, dua belas dalam leksikon kostum, dua belas dalam leksikon sesaji dan tiga dalam leksikon alat musik. Penyajian data dalam penelitian ini yaitu mengkategorikan data berdasarkan makna leksikalnya menggunakan tabel. Kemudian mendeskripsikan analisis makna leksikal dari leksikon yang digunakan dalam kesenian Dolalak, baik dalam gerak tari, kostum, sesaji dan alat musik.
Kategori dan Ekspresi Linguistik dalam Kesenian Reyog Ponorogo, Kajian Etnosemantik Nadia Eka Putriana; Nur Fateah
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.45062

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena budaya dan bahasa yang saling berkaitan dan mempengaruhi. Kesenian reyog Ponorogo merupakan salah satu budaya yang menjadi identitas kabupaten Ponorogo di mana di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur. Pementasan reyog Ponorogo memiliki beberapa pemain atau paraga diantaranya pembarong, warok, bujangganong, jathil, dan kelana sewandana. Setiap paraga memiliki ciri masing-masing baik dari atribut maupun gerakannya. Penyebutan atribut dan gerakan tersebut menggunakan istilah khusus yang sebagian besar hanya dimengerti oleh lapisan masyarakat tertentu saja. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui (1) Klasifikasi dan pendeskripsian leksikon secara leksikal dalam kesenian reyog Ponorogo, dan (2) Cerminan kearifal lokal dalam makna kultural pada kesenian reyog Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif etnolinguistik terkait fenomena kebahasaan yang ada pada kesenian reyog Ponorogo. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam kepada pemain, tokoh masyarakat, serta sejarawan yang berkecimpung dalam kesenian reyog Ponorogo. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan leksikon-leksikon khas beserta pemaknaannya pada kesenian reyog Ponorogo yang mencakup paraga pemain, atribut, dan gerakan, ubarampe piranti dalam pertunjukan, dan iringan.