Endi Ridwan
Kelompok Program Penelitian Penanggulangan Gizi Utama, Puslitbang Gizi, Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MUTU PROTEIN MAKANAN SAPIHAN UNTUK BAYI UMUR 6-12 BULAN Endi Ridwan
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 12 (1989)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2009.

Abstract

Penelitian ini ditujukan unntk menguji mutu protein makanan tambahan yang dibuat dalam bentuk nasi tim untuk konsumsi anak berumur 6-12 bulan. Tujuan penelitian adalah mencoari alternatif pilihan makanan tambahan yang memenuhi syarat untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi. Nasi tim yang dibuat juga merupakan suatu penganekaragam bentuk makanan tambahan untuk menjadi dasar bagi bayi bagaimana seharusnya menyenanggi bermacam-macam makanan, mengingat kelenjar perasa berkembang pesat sewaktu bayi. Nasi tim dibuat lima macam dengan bahan dasar beras, ubi merah dan jagung sebagai sumber hidrat arang; tempe dan tepung ikan sebagai sumber protein; sayuran hijau sebagai sumber karotin; dan minyak kelapa sebagai sumber lemak. Campuran makanan dianalis secara kimia dengan metoda AOAC. Kemudian dibuat simulate makanan untuk diuji mutu proteinnya (PER dan NPU) dengan menggunakan tikus percobaan. Selama percobaan keadaan tikus diamati, dan pada akhir percobaan dilakukan pemeriksaan patologis anatomis untuk melihat kemungkinan adanya efek samping. Nilai PER kelima macam makanan tambahan tersebut berturut-turut adalah: campuran beras, jagung dan tempe 2,16 ±. 0,26; campuran beras, jagung dan tepung ikan 2,24 ± 0,37; campuran beras, jagung, tepung ikan dan kacang tanah 2,08 ± 0.33; campuran beras, ubi merah dan tempe 2,18 ± 0.32, dan campuran beras, ubi merah, tepung ikan dan kacang tanah 1,98 ± 0.38, sementara nilai NPU- operatif berturut-turut : 62,8%, 62,6%, 60,5%, 61,3% dan 60,9%. Nilai-nilai yang didapat dari kelima macam makanan tambahan tersebut menunjukkan bahwa kelima jenis makanan tambahan ini mempunyai mutu protein cukup baik karena masih dalam batas yang dianjurkan untuk PER (2,0) dan NPU (60%). Tidak didapat adanya kelainan klinis dan patologis pada hewan selama percobaan.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN A TAKARAN TINGGI PADA TIKUS HAMIL MUDA TERHADAP ANAK YANG DILAHIRKAN Endi Ridwan; Sari P.; Hanny M.; Muhilal Muhilal
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1959.

Abstract

Salah satu usaha jangka pendek dan dianggap paling efektif, dapat memberikan hasil nyata dalam waktu singkat untuk penanggulangan kekurangan vitamin A adalah pemberian vitamin A takaran tinggi. Pengunaan vitamin A yang berlebihan pada ibu hamil dapat menimbulkan efek negatif yang tidak diinginkan terhadap janin. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut diatas, dengan melihat kelainan anatomis dari anak yang dilahirkan, status vitamin A anak dan perkembangan pertumbuhan berat badan anak akibat pemberian vitamin A takaran tinggi pada ibu hamil muda dengan menggunakan tikus percobaan sebagai model. Perlakuan yang diberikan pada induk tikus hamil adalah pemberian vitamin A dengan takaran per kilogram berat badan setara dengan pemberian vitamin A pada ibu menyusui yaitu; 0 SI, 200.000 SI, 400.000 SI, 1 juta SI dan 2 juta SI dengan satu kali pemberian pada hari pertama setelah dikawinkan, serta 2 juta SI dengan 4 kali pemberian pada hari ke 1, 3, 5 dan 7 sesudah dikawinkan. Masing-masing perlakuan dengan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pengamatan secara visual tidak didapatkan adanya kelainan anatomis pada anak tikus yang dilahirkan, sehingga dapat dinyatakan bahwa sampai dengan takaran 2 juta SI vitamin A belum dapat menimbulkan kelainan anatomis pada anak tikus yang dilahirkan. Perkembangan berat badan dan status vitamin A anak tikus berbeda sangat nyata dengan kelompok kontrol, perkembangan berat badan dan status vitamin A anak tikus menunjukkan nilai tertingi pada takaran pemberian vitamin A satu Juta SI. Diduga pengaruh penelitian hypervitaminosis A mulai terjadi pada pemberian vitamin A setara dengan 2 juta SI, ditandai dengan penurunan berat badan dan status vitamin A anak.