Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEJADIAN OBESITAS DAN KUALITAS DIET PADA DEWASA AWAL DI INDONESIA Athiya Fadlina; Syadreniya Zahra Alifia; Wardina Humayrah; Dadi Hidayat Maskar
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i2.2905

Abstract

Kejadian obesitas semakin meningkat beberapa dekade terakhir. Penurunan kualitas kesehatan pada dewasa muda saat ini, khususnya yang berkaitan dengan obesitas, berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis dan memengaruhi kesehatan fisik serta mental di masa yang akan datang. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah kualitas diet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan skor kualitas diet pada dewasa awal obesitas dan tidak obesitas di Indonesia. Desain studi penelitian ini adalah cross sectional pada populasi dewasa awal di Indonesia. Pengambilan data dilakukan secara online dengan menggunakan kuesioner melalui Google Form yang diisi mandiri oleh responden. Kuesioner penelitian terdiri dari karakteristik sosiodemografi subjek dan kuesioner kualitas diet diadaptasi dari kuesioner WELL Diet Quality Score serta pertanyaan mengenai berat badan serta tinggi badan responden. Analisis data untuk melihat perbedaan rata-rata skor kualitas diet pada obesitas dan tidak obesitas menggunakan independent T-Test dan untuk data yang tidak terdistribusi normal menggunakan Mann Whitney U Test. Sebanyak 166 responden terkumpul dalam penelitian ini dan 31 (18,7%) responden mengalami obesitas. Hasil penelitian menunjukan rata-rata skor kualitas diet responden yang obesitas (51,967) secara signifikan lebih rendah dibandingkan yang tidak obesitas (57,192). Median skor konsumsi ikan, serealia utuh, dan buah-buahan juga secara signifikan lebih rendah pada responden yang obesitas dibandingkan yang tidak obesitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan rata-rata skor kualiats diet pada dewasa awal yang obesitas dan tidak obesitas.
Bahasa Inggris KONSUMSI SUGAR SWEETENED BEVERAGES MENINGKATKAN RISIKO DIABETES MELLITUS PADA REMAJA DI KOTA BOGOR Amalia Rodhatul Jannah; Wardina Humayrah
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 47 No. 2 (2024): PGM VOL 47 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/pgm.v47i2.802

Abstract

Adolescents are particularly vulnerable to the adverse health impacts of excessive sugar-sweetened beverage (SSB) consumption, which may increase the risk of developing type 2 diabetes mellitus. This study aimed to analyse the association between SSB consumption and the risk of diabetes mellitus among adolescents. A cross-sectional design was employed, involving 54 high school students from Taruna Andigha Senior High School in Bogor City, selected through purposive sampling. Data were collected using standardized questionnaires and anthropometric measurements. The results showed that 42.6% of participants were at high risk for diabetes mellitus, and 44.4% had high SSB consumption habits. Bivariate analysis revealed a significant association between SSB consumption (p=0.018), body mass index for age (BMI/A) (p=0.045), and waist circumference (p=0.023) with the risk of diabetes mellitus. Adolescents with high SSB intake were 4.583 times more likely to be at high risk compared to those with lower consumption. These findings underscore the need for health education and regulation of sugary beverage consumption among adolescents to reduce their risk of diabetes mellitus