Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: THE RELATIONSHIP OF BREASTFEEDING WITH STUNTING INCIDENTS IN TODDLER Antonetha Rosni Hunggumila; Veronika Toru; Ester Radandima
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 12: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i12.10189

Abstract

Latar belakang: Faktor risiko stunting bervariasi. Hasil penelitian baik tingkat nasional maupun internasional menunjukkan hasil inkonsisten hubungan pemberian ASI dengan kejadian stunting. Rekomendasi World Health Organization (WHO) intervensi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) salah satunya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Studi ini bertujuan mengkaji dan mensintesis bukti-bukti ilmiah dibutuhkan untuk mengarahkan intervensi stunting terkait dengan pemberian ASI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review (LR). Sumber data dari Pro-quest, Neliti, PubMed, Perpusnas, google scholar. Kata kunci stunting, determinant, ASI ekslusif, breastfeeding, toodlers, faktor risiko stunting, malnutrisi, dan lama pemberian ASI. Kriteria inklusi faktor-faktor kejadian stunting dilihat dari pemberian ASI, artikel tahun 2009-2019, menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, jumlah artikel yang eligibilitas sebanyak 22. Kriteria ekslusif adalah literatur yang tidak relevan, meneliti stunting namun pada remaja atau dewasa, ada duplikasi dan artikel tanpa free full text. Jumlah artikel yang tidak memenuhi kriteria sebanyak 409. Hasil: Faktor risiko stunting sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya, ASI ekslusif memiliki manfaat terbatas terhadap pertumbuhan bayi, durasi pemberian ASI ekslusif masih menjadi perdebatan terutama pada insufisiensi ASI saja untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi atau dikenal sebagai dilema wealing dan belum ditemukan penelitian terkait tidak menyusui terhadap kejadian stunting. Kesimpulan; Bahwa ASI ekslusif bukanlah satu-satunya faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang optimal harus diperhatikan.