Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Impact of Stress Experienced by Students When Completing Thesis Veronika Toru
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 4 No 1 (2019): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jkp.v4i1.266

Abstract

Background: The thesis preparation process raises internal stressors, external stressors and the impact of stress experienced by students in the thesis preparation process. This study aims to determine the impact of stress experienced by students when completing a Thesis at PSIK FK Undip. Method: This research is qualitative research with a phenomenological approach. The sample used was 6 students who were finishing their thesis in the Nursing Study Program of the Faculty of Medicine Undip, which was determined purposively. Data collection techniques with a Focus Group Discussion. Results: The problems experienced by students of the Nursing Study Program at the Faculty of Medicine Undip when completing the thesis were internal stressors and external stressors. The impact of stress experienced by students is the impact of stress that occurs on the physical, social and spiritual. Conclusion: The problem of stress experienced by students in the process of completing a thesis is the lack of student knowledge about research, the problem of lack of student coping strategies. Lack of available literature, poor relationship with supervisors and the effects of stress that is experiencing sleep patterns, dizziness/headaches, eating disorders and weight loss, irritability and concentration problems, interference with student communication with friends and others rarely pray and worship.
Analisis Hubungan Gambaran Diri terhadap Kualitas Hidup Penderita Kusta Veronika Toru
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 7 No 1 (2022): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v7i1.604

Abstract

Introductions: Data from the Nggaha Ori Angu health center in 2015 there were PB (Pausi Basiler) 5 people, while MB (Multi Basiler) 4 people, in 2016 patients with PB 6 people while MB 5 people in 2017 with PB 7 people, MB 5 people. Leprosy if handled carefully can cause several problems for people with leprosy such as problems faced, especially in the eyes, hands and feet (2012). The aim this tudy to analyze the self-concept of the quality of life of people with leprosy in the working area of the Nggoa Health Center, East Sumba Regency. Methods: This study used an analytic study with a cross sectional design. Held in July 2019 in the Nggoa Health Center Work Area, East Sumba Regency. The sample size is 34 people with total sampling technique. Result: The average self-concept andquality of life of leprosy patients is not good. There is a relationship between self-image (p 0.022), and the quality of life of people with leprosy at the Nggoa Health Center, East Sumba Regency. Conclusion: That most people with leprosy have a poor self-image, and self-image with the quality of life of leprosy patients is very closely related. To the family as the most important person to provide more intensive support, and the health center to be actively involved in services for leprosy patients to provide promotive and curative actions for leprosy sufferers. keywords: Leprosy patients; quality of life; self image
Hubungan Status Gizi Ibu Dan Pola Asuh Dengan Stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan Di Puskesmas Rambangaru Antonetha Rosni Hunggumila; Kartini Pekabanda; Veronika Toru; Ester Radandima
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2589

Abstract

Stunting describes the condition of failure to thrive in toddlers. Maternal nutritional status during pre-pregnancy, pregnancy and lactation is a critical period for child growth and development. In addition to maternal factors, parenting plays a very important role in the nutritional status of children. This study aims to determine the relationship between maternal factors and child care patterns with stunting. Research Design: The research design used a cross sectional method with a sample size of 106 children under five. Collecting data through interviews using a questionnaire with a sampling technique of systematic random sampling. The variables studied were stunting, maternal nutritional status, SEZ, Hb levels, feeding practices, hygiene habits and child care. Results: Stunting was found to be 43.4%, maternal nutritional status (BMI) was thin by 38.7%, anemia during pregnancy 25.5%, KEK 17%, poor feeding practices by 54%, poor hygiene habits 62, 3% and child caregivers who are not biological mothers 66%. Variables related to stunting were hygiene habits (AOR=3.342;95%CI=1.266-8.825;p=0.01) and KEK variables (AOR=4.293;95%CI=1.054-17.486;p=0.04). Variables that were not associated with stunting were maternal nutritional status (BMI), Hb levels, feeding practices and child care. Conclusion: Chronic energy deficiency during pregnancy and hygiene habits were found to be associated with stunting. Suggestions to increase educational activities for pregnant women about nutrition through empowering groups of MCH enthusiasts and families in an effort to improve family nutrition and clean living behavior.
Gambaran Kualitas Hidup Dan Pengalaman Klinis Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Lingkungan Pedesaan Dan Perkotaan Ester Radandima; Veronika Toru; Antonetha R.H. Mila; Kartini Pekabanda
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2601

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang menduduki peringkat empat tertinggi dengan kasus TB di Asia Tenggara, yang dibuktikan dengan kematian penderita TB masih sebesar 95% dari keseluruhan kasus. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Sumba Timur khususnya di Puskesmas Nggoa dan Puskesmas Kambaniru. Data yang didapatkan pada Puskesmas Nggoa mulai tahun 2018 hingga 2020 mengalami penurunan. Tahun 2020 ini terdapat 3 pasien TB dengan rincian 2 laki – laki dan 1 perempuan. Sedangkan data di Puskesmas Kambaniru mulai tahun 2018 hingga 2020 juga mengalami penurunan. Tahun 2020 ini terdapat 5 pasien TB dengan rincian 3 orang laki – laki dan 2 orang perempuan. Memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai kualitas hidup, pengalaman klinis pada pasien TB di lingkungan pedesaan dan perkotaan Kabupaten Sumba Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Infoman dipilih dengan teknik pusposive sampling, dengan wawancara mendalam mengenai gambaran kualitas hidup, pengalaman klinis serta dukungan social terhadap pasien TB. Sampel penelitian didapatkan lima orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Dalam penelitian ini diperoleh hasil yaitu mengenai gambaran kualitas hidup pasien TB dan pengalaman klinis terhadap pasien TB adalah dari 5 Responden memiliki kesadaran untuk melakukan pengobatan TB dengan harapan kesembuhan dan puas dengan pelayanan yang didapatkan selama melakukan pengobatan TB. kualitas hidup, pengalaman klinis pada masyarakat yang tinggal di kota dan desa khususnya wilayah Kabupaten Sumba Timur merupakan komponen penting yang harus diperhatikan oleh tenaga kesehatan dalam proses pengobatan pasien TB. TB membutuhkan perawatan dan perhatian dari berbagai sektor untuk meningkatkan kepatuhan berobat penderita. Diharapkan lebih aktif mencari informasi TB melalui membaca berita atau buku mengenai TB dan bertanya pada petugas kesehatan
UPAYA MENGURANGI RESIKO DAN CEGAH PENULARAN COVID-19 DALAM PELAYANAN KESEHATAN MELALUI PEMBAGIAN ALAT PELINDUNG DIRI BAGI PETUGAS KESEHATAN Antonetha Rosni Hunggumila; Maria Ch. Endang Sukartiningsih; Veronika Toru; Kartini Pekabanda; Ester Radandima
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v4i1.19005

Abstract

Peningkatan kasus dan penularan virus covid-19 di Kabupaten Sumba Timur sangat meluas dan hampir semua Kecamatan terjangkit virus ini. Kesiapan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya sangat diperlukan terutama dalam menerapkan kewaspadaan standar untuk mengurangi resiko terinfeksi penyakit menular pada petugas kesehatan baik dari sumber infeksi yang diketahui maupun dari yang tidak diketahui dan harus diterapkan terhadap semua pasien. Penggunaan APD dalam penanganan covid-19 oleh tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam merawat pasien covid merupakan hal yang sangat penting dan APD yang digunakan harus sesuai dengan standar. Pemerintah dan sistem pelayanan kesehatan wajib untuk memastikan ketersedian atau pasokan APD yang memadai untuk semua. Kementerian kesehatan merekomendasikan penggunaan alat pelindung diri dalam menghadapi wabah covid-19 meliputi: 1) masker (masker  dan masker bedah N95),  2) pelindung wajah(face shield), 3) pelindung mata (goggles), 4) apron, 5) lubah/gown, 6) sarung tangan, 7) Penutup kepala dan 8) sepatu pelindung. Kegiatan pengabdian masyarakat terlebih dilakukan survey dilapangan, menentukan masalah dan menghitung kebutuhan stakeholder dan mendistribusikan langsung ke sasaran.   Kebaruan dalam penelitian ini adalah pengabdian yang dilakukan yaitu survey lapangan, menentukan masalah dan menghitung kebutuhan stakeholder serta mendistribusikan langsung alat pelindung diri (APD). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan persediaan APD bagi petugas kesehatan di puskesmas, klinik dan rumah sakit serta mengurangi resiko penularan dan infeksi nosokomial. Metode yang digunakan survey dan pembagian APD. Hasil dari pengabdian ini adalah terpenuhinya pasokan atau ketersediaan alat pelindung diri di pelayanan kesehatan.Kata kunci: Covid-19; APD; Penularan; Infeksi.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH, GULA DARAH, KOLESTROL DAN ASAM URAT DI GKS KELURAHAN MAULIRU KABUPATEN SUMBA TIMUR Maria Kareri Hara; Yuneti Oktavianus Nyoko; Antonetha Rosni Hunggumila; Veronika Toru
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v4i1.19051

Abstract

Jumlah lansia di Kelurahan Mauliru sebanyak 50 orang di Kelurahan Mauliru dan mengalami keluhan-keluhan pada tubuhnya. Edukasi dan pemeriksaan kesehatan tekanan darah, gula darah, kolestrol dan asam urat pada lansia merupakan tindakan preventif dan dapat mendeteksi sedini mungkin penyakit dan komplikasi pada lansia. Kebaruan artikel pengabdian ini karena melakukan pemantauan dan pemeliharaan kesehatan pada lansia. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan pemantauan dan pemeliharaan kesehatan pada lansia. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa skema program kemitraan masyarakat, pendidikan kesehatan pada lansia dengan cara ceramah, diskusi dan demonstrasi, setelah itu diikuti dengan pemeriksaan tanda – tanda vital seperti tekanan darah, nadi, suhu dan respirasi rate, selanjutnya melakukan ananese sesuai keluhan dilakukan pengambilan dan pemeriksaan darah untuk mengetahui keadaan kolesterol, gula darah sewaktu, asam urat diakhiri dengan senam lansia. Sasarannya adalah lansia umur ≥60 tahun  sebanyak 50 orang di Gereja Kristen Sumba Kelurahan Mauliru, Kabupaten Sumba Timur. Tahap pengabmas terdiri dari 5 kegiatan yaitu tahap pendidikan kesehatan, senam lansia, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan adanya peningkatan pengetahuan lansia sebesar 8,99 (p 0.001) setelah mendapat pendidikan kesehatan tentang Hipertensi, Asam Urat, Kolestrol dan Diabetes Melitus, rata-rata umur lansia yaitu 68 tahun, dengan hasil pemeriksaan GDP 102 mg/dL, GDS 110 mg/dL, Kolestrol 200 mg/dL dan Asam urat 6,4 mg/dL. Rata-rata TTV 150/90 mmHg (Kategori Hipertensi Sedang) dan sebagian besar keluhan lansia yaitu sakit pinggang 42%, batuk 26% dan sakit kepala/pusing 22%. Kesimpulan kegiatan ini bahwa pemeriksaan kesehatan lansia berjalan dengan baik, 90% lansia melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pemeriksaan. Lansia yang mengalami keluhan sebanyak 10% dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan terapi.Kata kunci: Lansia; Pengabdian masyarakat; Pelayanan kesehatan.
MEWUJUDKAN SISWA SEKOLAH DASAR YANG SEHAT MELALUI MAKANAN BERGIZI DAN POLA HIDUP BERSIH PADA MASA PANDEMI COVID Radandima, Ester; Toru, Veronika; Hunggumila, Antonetha R.; Pekabanda, Kartini
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v4i2.23002

Abstract

Makanan bergizi pada masa pandemi covid-19 sangat penting bagi pola hidup manusia karena dengan mengkonsumsi makanan bergizi masyarakat dapat menjaga kesehatan sehingga virus tidak mudah menyerang tubuh dan dengan itu dapat memutuskan rantai penyebaran virus corona. Kekurangan gizi Pada anak usia sekolah dapat mengakibatkan terjadi gangguan perilaku,perkembangan fisiologi dan berdampak pada prestasi belajar anak. Kebaruan dalam kegiatan pengabdian ini karena mewujudkan siswa Sekolah Dasar yang sehat melalui makanan yang bergizi dan pola hidup bersih pada masa pandemi Covid. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, pendidikan siswa tentang makanan bergizi. penurunan peningkatan angka kejadian covid 19. Metodenya yaitu sosialisasi dan penyuluhan. Bekerja Sama dengan pihak sekolah yaitu guru dan siswa sekolah dasar yang berjumlah 47 orang. Hasil evaluasi dari 47 orang peserta dapat memahami dan mengerti pentingnya makanan bergizi untuk meningkatkan imun pada masa pandemic covid 19. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu cara untuk melindungi diri dari penularan COVID-19. Kesimpulan bahwa Peserta mampu memperagakan cara mencuci tangan yang benar dan dapat menjelaskan kembali pentingnya PHBS dan makanan bergizi  untuk dapat meningkatkan pendidikan kesehatan pada siswa dan guru  dalam merubah perilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci : Makanan bergizi; Hidup sehat; Covid 19.
PENCEGAHAN DBD MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PSN DAN PENANAMAN TANAMAN ANTI NYAMUK DI PEKARANGAN RUMAH Toru, Veronika; Landudjama, Leni; Hunggumila, Antonetha R.; Pekabanda, Kartini; Radandima, Ester; Rohi, Yublina
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v5i2.25154

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang ditemukan di daerah tropis dan subtropics diseluruh dunia termasuk kepulauan di Indonesia. DBD adalah penyebab utama penyakit serius dan kematian di beberapa negara Asia dan Amerika Latin. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) prevalensi kasus DBD terus April 2022 kasus DBD meningkat hingga mencapai 398 kasus (Kasus anak sebanyak 318 kasus dan dewasa 80 kasus). Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mencegah DBD Melalui Pemberdayaan Keluarga dalam PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan Pemanfaatan Tanaman Anti Nyamuk di Pekarangan Rumah. Metode pelaksanaan dimulai dari persiapan kegiatan, melakukan penyuluhan, melakukan pendampingan, dan evaluasi pelaksanaan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan, keluarga mengalami peningkatan pengetahuan tentang DBD setelah pendidikan kesehatan dengan nilai rata-rata sebelum 26 % dan setelah pendidikan kesehatan sebesar 96,7%. Setelah pendidikan kesehatan sebanyak 10 keluarga telah melakukan kegiatan PSN. Sebelum pendidikan kesehatan yang memiliki tanaman antinyamuk sebanyak 1 keluraga, setelah melakukan kegiatan 10 keluarga telah memiliki tanaman antinyamuk. Kesimpulannya bahwa ada perubahan yang signifikan setelah melakukan pengabdian masyarakat terhadap 10 keluarga yang berada di wilayah Desa Mbatakapidu.Kata Kunci : Pencegahan DBD; Pemberdayaan Keluarga; PSN; Tanaman anti nyamuk. 
PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN KELAMBU UNTUK MENCEGAH PENYAKIT MALARIA DI DESA MBATAKAPIDU SUMBA TIMUR Sukartiningsih, Maria Ch. Endang; Pekabanda, Kartini; Ki’i, Apliani Ina; Toru, Veronika; Rohi, Yublina; Radandima, Ester
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 8, No 3 (2024): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v8i3.25863

Abstract

Penyakit Malaria sampai saat ini masih menjadi persoalan di masyarakat, terutama di Sumba Timur. Tahun 2019, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meluncurkan program pembagian kelambu secara massal kepada masyarakat karena kondisi geografis dan lingkungan yang mendukung perkembangan nyamuk pembawa malaria, tetapi tidak semua masyarakat memanfaatkan kelambu dengan tepat guna, masih ada beberapa masyarakat yang menggunakan kelambu untuk pagar sayuran di kebun. Kebaruan dalam penelitian ini karena menganalisis tentang pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan kelambu untuk mencegah penyakit malaria. Tujuan penelitian ini berfokus pada sikap masyarakat dalam penggunaan kelambu untuk mencegah penyakit malaria di Desa Mbatakapidu Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur. Metode penelitian ini Observasional Analitik dengan desain studi Cross Sectional. Populasi penelitian ini masyarakat di Desa Mbatakapidu, sebanyak 95 responden dan teknik pengambilan sampel secara Simple Random Sampling secara survei.  Intstrument yang digunakan berupa lembar kuesioner di analisis secara bivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan kelambu nilai p = 0,027. Ada hubungan antara sikap dengan penggunaan kelambu nilai p = 0,001 masyarakat di Desa Mbatakapidu. Kesimpulan bahwa pengetahuan dan sikap mempengaruhi masyarakat dalam penggunaan kelambu di Desa Mbatakapidu.
PENINGKATAN KOPING PENDERITA TUBERKULOSIS PARU MELALUI PENDAMPINGAN KELUARGA Radandima, Ester; Toru, Veronika; Pekabanda, Kartini
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v5i2.27141

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyebab dari 10 kematian tertinggi di dunia. TB merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. World Health Organization (WHO) menyatakan secara global tuberkulosis menyebabkan kematian sekitar 1,3 juta penderita. Menurut WHO TB paru adalah suatu penyakit yang juga mempunyai angka kematian yang tinggi secara global. TB dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan, seperti menurunnya kemampuan fisiologis, keterbatasan interaksi sosial dan kebutuhan spiritual, menurunnya produktivitas kerja serta perubahan psikologis. Masalah psikologis yang dapat dihadapi oleh penderita TB, yaitu putus asa, stress, merasa bersalah dan ketakutan akan kematian. Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan koping penderita Tuberkulosis paru melalui pendampingan keluarga. Metode pelaksanaan ini dilakukan dari tahap persiapan seperti perizinan, koordinasi, identifikasi kemudian masuk dalam tahap pelaksanaan seperti sosialisasi, pendampingan dan monitoring evaluasi kegiatan dengan melihat apakah ada peningkatan koping individu setelah diberikan pendampingan keluarga. Hasil yang diperoleh yaitu bahwa penderita dan keluarga memahami tentang peningkatan koping dalam membentuk keluarga sehat sebagai role model dalam lingkungan masyarakat untuk mencapai kesehatan yang optimal dan meningkatkan koping penderita TB Paru di Desa Mbatakapidu. Kesimpulan bahwa terjadi peningkatan koping pada keluarga dan pasien TB dalam menjalani pengobatan maupun dalam pengambilan keputusan untuk mempertahankan kesehatan.Kata Kunci : TB Paru; Peningkatan koping; Keluarga.