Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN NITRAT (NO3), NITRIT (NO2), DAN KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA AIR DI DANAU PERINTIS KABUPATEN BONE BOLANGO Herlina Jusuf; Amanda Adityaningrum; Cindy Arsyad
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i4.21088

Abstract

Kualitas air merupakan faktor penting dalam pengembangan budidaya ikan, sehingga analisis kualitas air sangat diperlukan. Senyawa Nitrogen yang perlu diperhatikan yaitu nitrat dan nitrit. Kadar nitrat yang tinggi dalam air dapat berbahaya bagi kehidupan manusia, hewan, dan ikan. Kebaruan dalam penelitian karena menganalisis kandungan Nitrat, Nitrit, dan kandungan logam berat merkuri pada air di Danau Perintis. Tujuan penelitian untuk menganalisis kandungan Nitrat, Nitrit, dan kandungan logam berat merkuri pada air di Danau Perintis Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan laboratorium. Ada 3 titik sampel air dilakukan pengujian yang bersifat non probability dan 30 responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil pemeriksaan kandungan Nitrat pada titik I, II dan III yaitu 1.1 mg/l,1.0 mg/l, dan 1.1 mg/l. Kandungan Nitrit pada titik I,II dan III masing-masing 0,05 mg/l, 0,05 mg/l, dan 0,06 mg/l Ini berarti bahwa kandungan Nitrat dan Nitrit belum melebihi nilai ambang batas berdasarkan syarat maksimal untuk beban Nitrit pada air adalah 1 mg/L (PERMENKES RI No. 32 tahun 2017), sehingga kandungan Nitrat dan Nitrit di danau perintis masih cukup aman untuk pertumbuhan organisme. Pada titik I dan titik II kandungan Hg tidak terdeteksi akan tetapi pada titik III terdapat kandungan Hg 0,0016 mg/l, Nilai kandungan Hg ini lebih rendah bila dibandingkan baku mutu 0,002. Kesimpulan bahwa keluhan kesehatan yang dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar danau bukan disebabkan akibat menggunakan air danau ataupun mengkonsumsi ikan yang ada di danau melainkan karena penyakit bawaan dari masyarakat itu sendiri.