Elvaria Mantao
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Kesehatan Mental Ibu Hamil Masa Pandemi C-19 di UPTD Puskesmas Mabelopura Kota Palu Nurhaya S Patui; Sitti Radhiah; Elvaria Mantao
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i1.559

Abstract

Pada masa remaja, hormon cenderung diproduksi dalam jumlah relatif besar, bahkan terkadang berlebihan yang mempengaruhi perilaku dan emosi remaja secara berlebihan. Mereka juga sangat tertarik untuk mempelajari perubahan fisik yang terjadi pada tubuh mereka (Hurlock, 1980). Pada remaja berkebutuhan khusus (diffable) juga mengalami perubahan fisik dan hormonal seperti yang terjadi pada remaja pada umumnya (Kharisnatika, 2006), namun mereka memiliki keterbatasan intelektual bahkan terkadang fisik dan emosi juga memiiliki keterbatasan, maka perlunya bimbingan dan dukungan dari lingkungan sekitar terkait kondisi kesehatan mereka khususnya kesehatan reproduksi (Maunder, 2006; Saadah, 2009). Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan Posyandu Remaja pada seluruh lapisan masyarakat remaja termasuk remaja disabilitas di daerah bencana Kota Palu. Manfaat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta menjadi mengetahui dan memahami Posyandu Remaja serta manfaatnya dan dapat memanfaatkan Posyandu Remaja demi meningkatkan kesehatan masyarakat di seluruh lapisan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu 1) metode ceramah , 2) metode visual dan 3) metode games. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini adalah remaja termasuk remaja disabilitas di wilayah terdampak bencana Kota Palu yang berjumlah 15 orang. Berdasarkan hasil sosialisasi, remaja memahami dan merasa ingin datang kembali saat pelaksanaan Posyandu Remaja akan dilaksanakan. Timbulnya minat remaja untuk mendatangi Posyandu Remaja dapat membantu remaja memahami masalah terkait kesehatan reproduksi sehingga dapat meningkatkan kesehatan pada generasi muda.
Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Baduta Stunting di Kelurahan Pengawu Kota Palu Sitti Radhiah; Nurhaya S Patui; Elvaria Mantao
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i2.560

Abstract

Anak yang memiliki awal tumbuh kembang yang baik akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang lebih sehat, hal ini dipengaruhi oleh hasil interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan. Pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Pengawu salah satu lokus stunting Kota Palu dengan jumlah anak Baduta pada tahun 2022 berjumlah 331 orang dan 54 orang (16,6%) diantaranya stunting. Status stunting saat ini hanya menggunakan indikator fisik yakni panjang badan per umur (PB/U) dan tinggi badan per umur (TB/U) padahal jika kita meneliti definisi stunting menurut WHO adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Tujuannya adalah membantu petugas kesehatan melaksanakan screening komprehensif sebelum anak ditetapkan berstatus stunting hanya karena anak tersebut memiliki indikator fisik berupa PB/U dan TB/U dibawah -2 SD tanpa meneliti lebih jauh riwayat penyakit infeksi serta perkembangan psikososial anak.. Hasil pemantauan tumbuh kembang ditemukan bahwa dari 12 orang anak Baduta stunting yang memiliki indikator tumbuh kembang yang tidak optimal berdasarkan nilai Z score, sebagian besar anak tidak memiliki riwayat penyakit infeksi (72,3%), serta 66,67% masih memiliki perkembangan psikososial yang baik. Hal ini berarti petugas kesehatan belum melaksanakan sepenuhnya pemantauan tumbuh kembang anak sebelum menetapkan status stunting pada anak tersebut, dengan pemantauan yang komprehensif petugas kesehatan dapat memetakan masalah yang ada dan menentukan terapi yang tepat bagi setiap anak agar dapat membantu anak tumbuh kembang secara optimal.