Lea Kristina Anggraeni
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Transformasi Digital dan Sumberdaya Manusia dalam Konsep Intelligent City di Kawasan Pesisir Wilayah Perkotaan Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie; Lea Kristina Anggraeni; Onna Anieqo Tanadda; Lutfita Ashri Azahra; Mahardika Rachma Dewi; Maria Anugrahaning Kesuma Putri
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i2.75132

Abstract

Penelitian ini membahas peran transformasi digital dalam konsep Intelligent city sebagai landasan menuju penyetaraan pembangunan pesisir di perkotaan, dengan fokus pada studi kasus Kampung Nelayan Kenjeran di Surabaya. Wilayah ini merupakan kawasan pesisir dekat pusat kota yang seharusnya menjadi kemudahan dalam laju pengembangan modernisasi, Namun pada faktanya justru terdapat kesenjangan pada pilar aspek keberlanjutan dengan wilayah disekitarnya, sehingga fenomena ini menarik untuk dikaji baik potensi maupun kendalanya, terkait peran kehadiran teknologi digital dan sumberdaya manusianya. Metodologi penelitian menggunakan mix-method berupa kualitatif dan kuantitatif. pengumpulan data meliputi wawancara dengan masyarakat desa, observasi lapangan, dan tinjauan pustaka. Hasil temuan menyatakan bahwa masyarakat Kampung Nelayan Kenjeran Surabaya sebagian telah mengenal adanya internet dan kemajuan teknologi, namun hadirnya internet di wilayah ini kurang menghadirkan peran positif dalam kenaikan taraf hidup masyarakatnya karena hambatan dan tantangan pada setiap elemen masyarakatnya. Hambatan tersebut meliputi tingkat keterbatasan akses, kurangnya pemahaman teknologi, serta ketidaksetaraan dalam pemanfaatan dan penguasaan sumber daya digital.  Untuk itu diperlukan intervensi khusus sesuai dengan pola perilaku masyarakat Kampung Nelayan Kenjeran guna menyelaraskan pembangunan wilayah ini dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat mencapai kesetaraan pengembangan wilayah dan lingkungan pesisir yang berkelanjutan. Luaran penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam merumuskan program pengembangan pesisir di perkotaan yang berkelanjutan, dan dapat mengimbangi laju perkembangan modernisasi dan transformasi digital.
Terapi Seni Berpeluang Bisnis: Kreativitas Disabilitas Menjadi Produk Dekorasi Interior Bernilai Ekonomi dengan Konsep 3M Lea Kristina Anggraeni
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.22755

Abstract

Aktivitas seni dan kreativitas memiliki peran penting bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) maupun Dewasa Berkebutuhan Khusus (DBK), yang dikenal sebagai terapi seni. Terapi seni tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan kemampuan emosional, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan motorik, meningkatkan imajinasi dan memberikan peluang ekonomi melalui pemasaran karya sebagai produk dekorasi interior. Penelitian ini mengkombinasikan konsep terapi seni dengan desain interior untuk meningkatkan kreativitas ABK. Dengan memahami karakteristik unik ABK/DBK, kegiatan terapi seni dapat dirancang sedemikian rupa, hingga dapat dilaksanakan secara tepat bagi mereka. Tujuan penelitian ini adalah menggali dan memetakan potensi seni yang sederhana namun berdaya tarik sebagai dekorasi interior, sekaligus membuka peluang bisnis dari hasil karya tersebut. Kolaborasi antara ABK/DBK dan pendamping disabilitas menjadi elemen penting dalam penelitian ini, di mana pendamping—baik anggota keluarga maupun pihak lain yang peduli—berperan sebagai kurator untuk hasil karya. Selain itu, terapi seni juga membantu pendamping mengatasi rasa penat. Penelitian ini meggunakan metode eksperimental dan observatif partisipatif, dimana ABK/DBK sebagai subjek utama dalam upaya pengembangan kreativitas mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa kerja sama ini meningkatkan kualitas karya dan kerekatan hubungan, serta menghasilkan produk dekorasi interior yang inovatif, berkelanjutan, dan inklusif.
Pola Penataan Ruang Layanan Publik yang Smart, Berdasarkan Kajian Okupansi dan Attachment Pengguna (Objek Kasus : Ruang Layanan Publik di Kantor / Dinas di Pemerintah Kota Surabaya) Susy Budi Astuti; Mahendra Wardhana; Prasetyo Wahyudie; Lea Kristina Anggraeni
Jurnal Desain Interior Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9646

Abstract

Ruang layanan publik kantor identik dengan pintu gerbang imej layanan. Secara umum ruang layanan publik berfungsi antara lain area informasi, area tunggu, area penerima tamu, area layanan dan area sekuriti. Bentuk dan jenis area tersebut sangat tergantung pada karakter kantor/kedinasan. Terdapat fenomena bahwa adanya layanan satu atap, yaitu terdapat 2 atau lebih jenis kantor/kedinasan dalam satu bangunan gedung. Hal ini menjadi menarik, karena masing masing memiliki karakter layanan yang berbeda, namun dalam satu ruang layanan publik. Jenis layanan yang beragam yang terjadi di satu ruang di ruang layanan publik, sering menimbulkan disorientasi sebagai dampak dari ketidak efektifan penggunaan ruang. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola okupansi dan attachment pengunjung di ruang layanan publik kantor PDAM Surya Sembada kota Surabaya, untuk menjadi row model penataan area dan penggunaan ruang. Penelitian dilakukan dengan cara observasi perilaku melalui rekam jejak guna mencermati pola aktivitas yang terjadi. Wawancara digunakan utuk melengkapi data. Rumusan Pola okupansi dan attachment pengunjung di ruang layanan publik kantor PDAM Surabaya diharapkan menjadi row model smart performance public space untuk keberlangsungan/sustainable environment. Luaran penelitian ini berupa paper yang dipublikasikan di jurnal nasional.
Sudut Virtual dalam Interior Hunian sebagai Presentasi Diri Digital Yasmin Zainul Mochtar; Prasetyo Wahyudie; Susy Budi Astuti; Lea Kristina Anggraeni
Jurnal Desain Interior Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i2.11788

Abstract

Wabah Covid-19 telah mendorong banyak perubahan gaya hidup dari masyarakat. Kegiatan pembelajaran dan bekerja yang dahulu dilakukan secara tatap muka dari sekolah dan kantor, kini bergeser menggunakan media video conference dan dilakukan dari dalam rumah. Dengan fenomena ini, rumah yang pada awalnya adalah bersifat privat akhirnya bisa diakses secara visual oleh publik secara digital. Penelitian ini bermaksud mengkaji sudut virtual yang digunakan untuk kepentingan video conference dan melihat bagaimana pengguna menyesuaikan diri dengan kebutuhan ruang yang baru tersebut, hubungan pilihan latar interior yang ditampilkan dengan presentasi diri secara digital. Mahasiswa diambil sebagai sampel untuk penelitian ini dengan pengambilan data dengan kuesioner dan foto latar interior video conference. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis dengan survei dan metode visual dengan menggunakan autofotografi.
Redecoration and Room Makeover Tendencies Yasmin Zainul Mochtar; Prasetyo Wahyudie; Susy Budi Astuti; Lea Kristina Anggraeni; Anggra Ayu Rucitra; Onna Anieqo Tanadda
Jurnal Desain Interior Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v7i2.15466

Abstract

This research was conducted by using the result of a practical examination for Home Décor enrichment class in Interior Design Department 100 undergtaduate tudents consisting of interior design students and non-interior design students were each assigned to redecorate or makeover one specific room or spot within their home. The students were asked to provide the before and after pictures of the room that they had redecorated. A quantitative study method is used in this research. The result pictures from the assignment are then observed one by one and put in a digital questionnaire and deducted as data. The aim of this study is to observe the tendencies of redecorating and room makeover, to see how much of these redecorating and makeover tendencies would affect the end result of the redecorated room. The research shows that an optimum redecoration and makeover results from a combination of change in both interior elements (interior form and interior filler), reorganizing positions of interior filler and also adding or removing items from the room.
Desain Modul Terapi Sensori Integrasi dan Elemen Estetis Interior dengan Media Puzle Bertekstur Lea Kristina Anggraeni; Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie; Onna Anieqo Tanadda; Yasmin Zainul Mochtar
Jurnal Desain Interior Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v7i2.15453

Abstract

Sensori integrasi (SI) dipahami sebagai proses mengenal, mengubah, dan membedakan sensasi dari sistem sensori untuk menghasilkan suatu respons berupa “perilaku adaptif bertujuan”. Kemampuan respon adaptif seorang anak, merupakan dasar berkembangnya keterampilan yang lebih komplek. Sensori integrasi dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak, khususnya bagi anak dengan gangguan kemampuan terkait sensori perabaan, motorik kasar, motorik halus, kepekaan sendi dan keseimbangan. Semakin sering berlatih, semakin optimal hasilnya. Dengan demikian, semakin banyak orangtua dapat melatih sensori integrasi anak di rumah, semakin besar peluang teratasinya gangguan tersebut. Aktifitas meningkatkan kemampuan sensori integrasi pada anak dapat dilakukan sambil bermain dengan alat permainan yang dapat dimodifikasi sendiri. Seringkali alat-alat terapi tersebut memerlukan ruang penyimpanan tersendiri agar ruangan tetap rapi dan bersih. Penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan membuat dan mengujikan modul kepada dua anak berusia 4 tahun, untuk melihat ketercapaian pemenuhan kebutuhan terapi dan komposisi elemen estetis interior. Hasil penelitian berupa modul puzzle bertekstur dengan alternatif komposisi penggunaan modul untuk berbagai kegiatan bermain untuk mengoptimalkan sensori integrasi, serta penyimpanan modul yang sekaligus dapat menjadi elemen estetis interior. Sebagai elemen estetis interior, keberadaan modul terapi dapat menyatu dengan ruangan, memberikan nuansa yang berbeda dan estetis, serta mengurangi kebutuhan sarana penyimpanan.