Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam penguatan moderasi beragama sebagai upaya membentuk sikap penerimaan terhadap tradisi lokal pada peserta didik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya penghargaan terhadap nilai-nilai kearifan lokal di kalangan pelajar akibat pengaruh arus globalisasi dan munculnya paham keagamaan ekstrem. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Palembang dengan melibatkan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan dalam delapan aspek utama, yakni sebagai pendidik, pembimbing, informator, teladan, inspirator, sumber belajar, fasilitator, dan pelaksana kegiatan keagamaan. Implementasi peran tersebut dilakukan melalui pembelajaran kontekstual, kegiatan keagamaan, serta proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Faktor pendukung meliputi kebijakan Kurikulum Merdeka, kreativitas guru, kolaborasi lintas mata pelajaran, dan dukungan fasilitas sekolah. Adapun faktor penghambat berasal dari latar belakang keluarga, minat siswa, dan lingkungan sosial yang eksklusif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peran guru PAI memiliki kontribusi signifikan dalam membangun karakter peserta didik yang moderat, toleran, dan menghargai tradisi lokal sebagai bagian dari identitas keislaman dan kebangsaan.