Tisi Aura
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESANTUNAN BERBAHASA WARGANET DALAM MENANGGAPI VIDEO TIKTOK @DRRICHARDLEE Titis Rahmawati; Hanun Nafira Maharani; Revalina Aulia Ramadhani; Tisi Aura; Shufaira Shufaira; Tommi Yuniawan; Qurrota Ayu Neina
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 6 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v6i2.294

Abstract

Salah satu unsur yang penting dalam bermedia sosial adalah komunikasi, dalam komunikasi inilah erat kaitannya dengan kesantunan berbahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi tersebut kemudian dikaji lebih lanjut dalam bidang kajian pragmatik, (Rohmadi, n.d.) kajian pragmatik yakni yang bermaksud mengidentifikasikan tuturan seorang penutur dengan lawan tuturnya berdasarkan pada konteks yang dibahas. Kegiatan ini disebut dengan tuturan atau tindak tutur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesantunan berbahasa pada media sosial melalui jenis tindak tutur ilokusi. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode deskriptif kualitatif, disertai teknik simak, catat, dan pustaka. Hasil pada penelitian ini menyatakan bahwa bentuk tindak tutur yang ada pada penelitian ini berupa tuturan representatif, direktif, ekspresif, dan komisif. Serta terdapat prinsip kesantunan berbahasa yang terbagi menjadi dua yakni pematuhan dan pelanggaran atas masing-masing maksim, yakni maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kemufakatan, kesederhanaan, dan kesimpatian. Dari hasil tersebut dapat merepresentasikan bagaimana kesantunan berbahasa dalam masyarakat, terutama yang dijumpai pada media sosial salah satunya dari aplikasi TikTok.
PERAN KONFLIK PSIKIS DAN MEKANISME PERTAHANAN DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER TOKOH HEPI PADA NOVEL ANAK RANTAU Tisi Aura; U'um Qomariyah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ty6wpf38

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peran konflik psikis serta mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh tokoh Hepi pada novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Mengangkat masalah utama berupa konflik batin tokoh Hepi yang dapat memengaruhi perkembangan kepribadiannya, serta mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh Hepi untuk menyesuaikan diri terhadap berbagai tekanan. Menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan dan dialog naratif tokoh Hepi yang menunjukkan bentuk konflik internal atau eksternal dan mekanisme pertahanan seperti represi, sublimasi, proyeksi, pengalihan, rasionalisasi, reaksi formasi, regresi, agresi dan apatis, serta fantasi dan stereotype. Penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk mekanisme pertahanan yang paling dominan adalah represi dan yang paling sedikit adalah stereotype, sedangkan bentuk konflik yang paling dominan adalah konflik internal. Melalui penelitian ini, dinyatakan bahwa pembentukan karakter tokoh Hepi dapat berlangsung melalui pengalaman internal dengan dinamika konflik batin yang kompleks. KATA KUNCI: Anak Rantau; konflik psikis; mekanisme pertahanan; psikoanalisis.   The Role of Psychic Conflict and Defense Mechanisms in the Process of Character Formation of Hepi Characters in the Novel Anak Rantau   ABSTRACT: This research was conducted to examine the role of psychic conflict and defense mechanisms carried out by the character Hepi in the novel Anak Rantau by Ahmad Fuadi. It raises the main problem in the form of Hepi's inner conflict that can affect his personality development, as well as the defense mechanisms carried out by Hepi to adjust to various pressures. Using Sigmund Freud's psychoanalytic approach with qualitative descriptive methods. The research data is in the form of quotes and narrative dialogues of Hepi characters that show forms of internal or external conflicts and defense mechanisms such as repression, sublimation, projection, diversion, rationalization, formation reactions, regression, aggression and apathy, as well as fantasies and stereotypes. This study shows that the most dominant form of defense mechanism is repression and the least is stereotype, while the most dominant form of conflict is internal conflict. Through this study, it is stated that the formation of Hepi's character can take place through internal experiences with complex inner conflict dynamics. KEYWORDS: Anak Rantau; psychic conflict; defense mechanisms; psychoanalysis.