Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman tentang dampak kedukaan di Sabu Barat dari perspektif pendampingan keindonesiaan. Kedukaan yang menimpah masyarakat Sabu sering mengakibatkan dampak buruk. Karena itu perlu ada penanganan atau upaya untuk menolong mereka keluar dari hal-hal yang merugikan diri mereka sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Hasil temuan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa, kedukaan yang dialami oleh masyarakat yang berduka memberi dampak yang serius. Dampak yang dialami dapat berakibat fatal bagi masyarakat seperti: terganggu sescara psikologis dan sikis yang brujung pada depresi. Penulis juga menemukan bahwa kesedihan mendalam yang dialami oleh masyarakat merupakan sebuah sekat untuk kehidupan yang berkelanjutan. Kemudian penulis menemukan bahwa Ritual yang digunakan dalam proses duka ini ternyata digunakan untuk mendampingi keluarga yang sedang mengalami kedukaan mendalam. Selain itu, nilai-nilai dalam ritual yang terkandung dalam keyakinan jingitiu dapat dijadikan sebagai penolong bagi masyarakat yang tengah berduka. Nilai yang ditemukan adalah, nilai agama, nilai altruistik, dan nilai kemanusiaan (gotong royong). Nilai-nilai yang terkandung dalam keyakinan Jingitua ini memberikan ruang bagi keluarga yang berduka untuk meminimalisir kesedihan yang mereka hadapi. Karena itu, penulis menggunakan teori Jacob Dan Engel “Pendampingan Keindonesiaan” untuk memperkuat temuan yang diteliti.