Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis dan Minat Baca Terhadap Kemampuan Literasi Digital Nur Hidayati; Farida Nugrahani; Suwarto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.760

Abstract

Peserta didik kelas V memiliki kemampuan berpikir kritis yang masih belum baik karena masih rendahnya kemampuan untuk menganalisa soal dan membuat kesimpulan. Salah satu permasalahannya adalah minat baca yang kurang. Peserta didik hanya membaca ketika diperintah guru. Selain itu, kemampuan peserta didik untuk menganalisis informasi dan isi yang ada dalam media digital masih kurang, sehingga dapat disebutkan kemampuan literasi digital masih perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berpikir kritis dan minat baca secara parsial dan simultan terhadap kemampuan literasi digital peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menerapkan penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD di Kecamatan Jumapolo tahun pelajaram 2023/2024 sebanyak 522 siswa. Sampel penelitian peserta didik kelas V SD Negeri 01 Jumapolo, SDN 01 Jatirejo, SDN 01 Kwangsan, dan SDN 01 Paseban berjumlah 81 siswa. Penentuan sampel secara probability sampling dengan jenis cluster random sampling. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah kuesioner serta soal tes. Tes dan kuisioner di lakukan validitas isi dan konstruk. Teknik analisis data dilaksanakan secaa deskriptif dan korelasi Product Moment. Hasil signifikansi (2-tailed) antara kemampuan berpikir kritis dengan literasi digital adalah 0,705; signifikansi (2-tailed) antara minat baca dengan kemapuan literasi digital adalah 0,002; Nilai signifikansi (2-tailed) antara kemampuan berpikir kritis dan minat baca dengan kemampuan literasi digital adalah 0,007.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir kritis tidak berkorelasi dengan kemampuan literasi digital sedangkan minat baca berkorelasi dengan dengan kemampuan literasi digital. Selain itu berpikir kritis secara bersama-sama dengan minat baca berkorelasi dengan kemampuan literasi digital.
A Comparative Analysis of Biology Learning Outcomes of Grade 10 Students Using Independent Questions Alya Febrina Azzahra; Hanafi Reviana; Yastin Indriawati; Muncar Sundari; Suwarto
Journal of Biology Learning Vol 8 No 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbl.v8i1.7870

Abstract

This study aims to compare the biology learning outcomes of students in classes X E4 and X E5 at SMA Veteran 1 Sukoharjo. Sukoharjo (a senior high school). The study used a descriptive quantitative method with an instrument in the form of a multiple-choice biology test consisting of 10 questions. The research sample involved all students in classes X E4 and X E5 in the 2025/2026 academic year, with a total of 76 respondents. Descriptive statistical analysis was conducted to obtain an initial overview of the students' Biology test results, while the prerequisite analysis tests included normality and homogeneity of variance tests. The normality test results showed that the student learning outcome data in both classes were normally distributed, and the homogeneity test results showed that the data variance was homogeneous, thus fulfilling the requirements for an independent two-sample t-test. The t-test results showed a significance value of Sig. (2-tailed) of 0.530 (> 0.05), indicating that there was no significant difference between the biology learning outcomes of students in classes X E4 and X E5 at SMA Veteran 1 Sukoharjo
Realisasi Prinsip Kesantunan dalam Buku Pelajaran bahasa Indonesia sebagai Ekspresi Fungsi Bahasa di Sekolah Dasar Sriadi; Benedictus Sudiyana; Suwarto
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14728

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar karena berperan membentuk karakter dan etika komunikasi siswa sejak dini. Buku pelajaran bahasa Indonesia diharapkan tidak hanya menyampaikan materi linguistik, tetapi juga memberikan teladan penggunaan bahasa yang santun. Penelitian ini bertujuan untuk (a) menganalisis prinsip kesantunan dalam buku pelajaran bahasa Indonesia tingkat sekolah dasar dan (b) mengeksplorasi kontribusi penerapan prinsip kesantunan dalam mendukung fungsi hakiki bahasa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi, yaitu menelaah dialog dan teks pada buku Pelajaran bahasa Indonesia kelas 1, 2 dan 3 SD/MI terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengidentifikasi wujud kesantunan berdasarkan enam maksim    Leech,    kemudian menghubungkannya dengan tiga metafungsi bahasa Halliday. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku pelajaran telah merealisasikan prinsip kesantunan, terutama maksim penghargaan, persetujuan, dan kesimpatian, yang muncul dalam bentuk ajakan, pujian, ungkapan persetujuan, dan pernyataan empati. Akan tetapi, maksim kemurahhatian dan kerendahan hati relatif jarang ditemukan. Realisasi tersebut mendukung fungsi hakiki bahasa, yaitu merepresentasikan pengalaman belajar (ideasional), membangun hubungan sosial yang harmonis (interpersonal), dan menyusun teks pembelajaran yang runtut serta kontekstual (tekstual). Simpulan penelitian ini adalah prinsip kesantunan dalam buku pelajaran bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai norma pragmatik, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan yang memperkuat fungsi utama bahasa di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya penulis buku dan guru lebih konsisten mengintegrasikan nilai kesantunan agar siswa memperoleh model komunikasi yang etis, empatik, dan koheren.