Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Tim Produksi Dalam Mengemas Program Bincang Lifestyle di TVRI Sumatera Selatan Emi Juniarti; Sepriadi Saputra; Rina Pebriana
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 2 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/jca.v2i1.338

Abstract

Effectiveness of the production team's communication strategy in packaging the show to be interesting and quality. This research aims to analyze the communication strategy of the production team in the Bincang Lifestyle program at TVRI South Sumatra using the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) approach and Middleton's theory (1980). The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation.The results showed that in the planning stage, the production team conceptualized the event, determined the theme, and selected the speakers through internal meetings. However, the lack of involvement of the technical team from the beginning and the delay of the resource persons often become obstacles in the implementation. At the organizing stage, the work structure was clearly defined, but flexibility in the rotation of technical crew and duplicate tasks within the production team still created obstacles in coordination. Production implementation relied on verbal and non-verbal communication through handy talkies and WhatsApp to ensure smooth broadcast, but technical problems and sudden rundown changes were still common. Post-production supervision has not been optimal as evaluations are often conducted informally and are not well documented. Audience response monitoring is only done through YouTube viewership and annual surveys, with no in-depth analysis of the effectiveness of the communication strategies implemented. Overall, the communication strategy in the production of Bincang Lifestyle has worked quite well, but still needs improvement in coordination between team members, involvement of the technical team from the planning stage, and a more structured evaluation system. A more effective communication strategy is expected to improve the quality of the show and the program's appeal to viewers.
Pendekatan Partisipatif Berbasis Edukasi, Keagamaan, dan Lingkungan Sosial dalam Pembentukan Karakter Anak Wista Ulandari; Annisa Nurul Fadhilah; Selvia Pramudita; Siti Nabila; Nur Rahmatillah; Rina Pebriana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39775

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi ini dilaksanakan di Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, dengan fokus pada pembentukan karakter anak melalui pendekatan partisipatif berbasis edukasi, keagamaan, dan lingkungan sosial. Permasalahan yang ditemukan meliputi rendahnya variasi pembelajaran anak, meningkatnya penggunaan gawai, terbatasnya kegiatan sosial yang terstruktur, serta perlunya penguatan nilai religius pada anak. Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan pendekatan partisipatif melalui program edukatif, keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat guna mendukung pembentukan karakter anak secara holistik. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi selama 17 hari (180 jam). Program yang dilaksanakan meliputi English Movie Time, pendampingan PAUD dan TPA, literasi bahasa Inggris, permainan tradisional, senam pagi, kegiatan Jum’at Berkah, pendampingan Posyandu, dan promosi digital UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya antusiasme anak dalam belajar, bertambahnya keberanian menggunakan kosakata bahasa Inggris, meningkatnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan, serta berkurangnya ketergantungan terhadap gawai melalui permainan tradisional. Selain itu, kegiatan sosial masyarakat dan promosi UMKM berjalan lebih terstruktur. Dengan demikian, pendekatan partisipatif berbasis edukasi, keagamaan, dan lingkungan sosial dinilai efektif dalam mendukung pembentukan karakter anak serta memperkuat kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat.