Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Lingkungan sebagai Katalisator Literasi: Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa untuk Mencegah Bullying di Yayasan Pendidikan Perguruan Bersinar Lastri Wahyuni Manurung; Carolina Pakpahan; Suriani Simangunsong; Mitha Lestari Sihombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3551

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sosial siswa dalam upaya mencegah bullying melalui optimalisasi lingkungan sekolah sebagai katalisator pembelajaran. Rendahnya pemahaman siswa mengenai bentuk dan dampak bullying menjadi dasar pentingnya intervensi berbasis literasi yang mudah diakses dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Program dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan keterampilan sosial, pemanfaatan mading sebagai media literasi visual, pendampingan intensif, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Pelatihan diberikan kepada siswa dan guru melalui diskusi, role play, pemahaman konsep bullying, serta penguatan empati dan komunikasi positif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lingkungan sekolah—baik fisik maupun sosial—berperan signifikan sebagai katalisator peningkatan literasi sosial, karena mampu mempercepat pemahaman siswa mengenai perilaku bullying dan cara menghindarinya. Pemanfaatan mading terbukti efektif dalam membantu siswa mengenali bentuk-bentuk bullying yang sebelumnya tidak mereka sadari, seperti ejekan verbal, perilaku mengucilkan, dan tindakan agresif yang dianggap sebagai “candaan”. Selain itu, terjadi peningkatan perubahan perilaku siswa dalam berinteraksi, ditandai dengan munculnya kesadaran baru, peningkatan empati, dan kemampuan membedakan perilaku yang merugikan teman sebaya. Guru turut berperan dalam memperkuat keberlanjutan program dengan mengintegrasikan materi literasi sosial ke dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini berhasil menunjukkan bahwa pendekatan literasi sosial berbasis lingkungan mampu menciptakan budaya sekolah yang lebih aman, inklusif, dan berorientasi pada pencegahan bullying.
Improving Students’ Writing Skill of Narative Text Through Flowchart Structure Carolina Pakpahan; Srisofian Sianturi; Lastri Wahyuni Manurung; Abdi Putra Arianto Simanjuntak
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v3i4.2368

Abstract

English involves four skills, one of which is writing. Writing is a way to convey thoughts and ideas into written form. It is not merely a process of connecting words into sentences or paragraphs, but rather a sequence or series of organized ideas, thoughts, and feelings expressed through words and combined into sentences that form coherent paragraphs in which each sentence is closely related to the next.The urgency of this research lies in the fact that students often do not know how to write effectively and lack confidence in expressing themselves. Second-semester students frequently complain when asked to write and struggle to identify, generate, and translate the ideas in their minds into written English. Other problems commonly encountered include limited understanding of proper grammar, minimal time spent on writing, and the perception that writing is a boring activity. Students’ failure in writing is likely influenced by the instructional media used by lecturers during the learning process. Several studies indicate that effective instructional media, such as flowcharts and flip charts, can help students better understand and produce written texts. Flowcharts can simplify the writing process by presenting information visually, assisting students in understanding the steps involved in composing a text.The purpose of this study is to determine whether flowchart structure media can improve students’ ability to write narrative texts. The research design employed in this study is Classroom Action Research (CAR), which is a method used to objectively and systematically solve instructional problems. CAR is applied in this study to examine the improvement of students’ narrative writing ability. Action research is an important tool that empowers teachers to find their own answers to their instructional questions. Moreover, CAR is useful for improving and modifying teaching and learning processes.