Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengintegrasikan Kekayaan Budaya dalam Program Anti Nakal (Anak Tidak Lupa Kearifan Lokal) sebagai Pilar Pendidikan Karakter Hotmi Lutfiah; Nur Laila Jamil; Nurjannah Nurjannah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91724

Abstract

Lunturnya karakter banyak dijumpai dewasa ini, sehingga perlu diupayakan penguatan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai kebudayaan-kebudayaan lokal yang dapat diintegrasikan dalam pendidikan sebagai pilar pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Penulis telah mengkaji beberapa sumber pustaka dan menemukan beberapa kebudayaan lokal yang dapat dijadikan pendidikan karakter. Kebudayaan lokal yang dapat dijadikan pendidikan karakter di antaranya: Tari Cepetan membantu pendidikan karakter pada siswa melalui nilai solidaritas, persaudaraan, dan sebagainya, legenda gunung wurung karangsambung, Nilai-nilai pendidikan karakter pada legenda gunung wurung meliputi karakter religius, hormat dan patuh, dan lainnya, tradisi cepetan alas karanggayam, tradisi cepetan alas mengandung nilai karakter gotong royong dan perjuangan. Selanjutnya ada tradisi jembaran, tradisi mecah maruk, dan wayang kulit. Tradisi jembaran dapat meningkatkan minat belajar melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan seperti mengamalkan ibadah puasa sunnah, bersyukur, bersedekah dan berdoa, adapun tradisi maruk yang bermakna slametan kehamilan dari dua atau lebih perempuan bersaudara yang hamil dalam waktu bersamaan, tradisi wayang kulit yang dapat membangun pendidikan karakter bagi siswa melalui tokoh pandawa yang menggambarkan 5 tiang agama islam.