Grishiella Patricia Liwang
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konstruksi Prahara Sambo: Jurnalisme Viral dalam Bingkai Media Online Apul, Merlina Maria Barbara; Liwang, Grishiella Patricia; Lapalelo, Putra Aditya
Scriptura Vol. 14 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.2.163-176

Abstract

Penelitian ini berangkat dari pengamatan bahwa logika media massa dan logika berbagi di media sosial, telah mengaburkan perbedaan antara profesional dan amatir. Tujuan penelitian ini adalah mengurai keterkaitan antara framing media dan berita berstandar viral dalam peristiwa kasus Ferdy Sambo di media online dengan engagement media sosial tertinggi. Penelitian ini menggunakan content tools Buzzsumo untuk menarik data dengan pencarian words trends “Ferdy Sambo” dan “Putri Candrawathi” dengan metode analisis framing Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukan dua bingkai utama. Pertama, pembunuhan Brigadir J sebagai bentuk menjaga kehormatan keluarga oleh Ferdy Sambo. Kedua, Putri Candrawathi meskipun berstatus sebagai tersangka, cenderung ditampilkan media sebagai tokoh protagonis yang menjadi korban kekerasan seksual. Sementara itu, berdasarkan identifikasi elemen berita viral, ditemukan elemen elite people, negative, conflict/violence dan shocking mendominasi kedua words trens. Adapun elemen sexuality mendominasi dalam words trends ‘Putri Candrawathi’. Hasil penelitian juga menunjukan unsur sensasi untuk menciptakan rasa emosional pembaca, dominan dalam bingkai teks media. Kesimpulannya, obsesi media terhadap viralitas membuat penggunaan diksi atau frasa cenderung digunakan untuk memanipulasi emosi pembaca. Akibatnya, narasi media cenderung abai untuk menyampaikan informasi yang utuh dan komperhensif.
The Vicious Cycle and False Consciousness in The Fast Saga Grishiella Patricia Liwang
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.5126

Abstract

Films addressing sports/racing themes have been extensively released, and one of the successful franchises is the Fast Saga franchise. Within the media text of The Fast Saga, there's criticism regarding how female characters are depicted as weak and having little knowledge about racing, which is more associated with males. This study aims to reveal the discourse of masculine hegemony within The Fast Saga. The theoretical focus used in this research is hegemonic masculinity, employed to examine the gender practice configuration between men and women. This research is divided into three sub-discussions: gender domination, sexual objectification, role differentiation, and gender relations. Within these focuses, the author was able to uncover imbalances in these three sub-discussions through Sara Mills' critical discourse analysis as the research method. Sara Mills' critical discourse analysis will examine how the subject-object positions are placed within the text through eight films divided into 10 scenes. The research findings involving The Fast Saga show that despite women attempting to portray toughness in racing, hegemony is still apparent in those scenes. In reality, The Fast Saga continues to display forms of masculine hegemony and reinforces them as if they are the only values worth upholding.ABSTRAK Film-film yang mengangkat tema mengenai sport/racing telah banyak dirilis, dan salah satu franchise yang sukses adalah Fast Saga franchise. Dalam teks media The Fast Saga, terdapat kritik terhadap bagaimana karakter perempuan digambarkan lemah dan memiliki sedikit pengetahuan tentang balap yang lebih berhubungan dengan laki-laki. Penelitian ini bertujuan mengungkap wacana hegemoni maskulinitas dalam The Fast Saga. Fokus teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah hegemoni maskulinitas, yang digunakan untuk mengkaji konfigurasi praktik gender antara hubungan laki-laki dan perempuan. Penelitian ini dibagi menjadi tiga sub pembahasan yakni dominasi gender, objektifikasi seksual, diferensiasi peran dan relasi gender. Dalam fokus tersebut, penulis mampu menemukan ketimpangan yang terjadi mengenai tiga sub pembahasan tersebut dengan analisis wacana kritis Sara Mills sebagai metode penelitiannya. Analisis wacana kritis Sara Mills akan melihat bagaimana posisi subjek-objek ditempatkan dalam teks melalui delapan film yang dibagi menjadi 10 adegan. Hasil penelitian dengan subjek The Fast Saga ini menemukan bahwa hegemoni masih nampak dalam adegan-adegan tersebut meski perempuan sudah berusaha menampilkan ketangguhan dalam balapan. Pada kenyataannya The Fast Saga tetap menampilkan bentuk-bentuk hegemoni maskulinitas dan menegaskannya seolah-olah hanya itu nilai yang patut dijunjung.
Wacana Cyberactivism ‘Haters Gonna Haid’ mengenai Menstrual Taboo dalam penggunaan Menstrual Cup di Instagram Filmore Pharma Liwang, Grishiella Patricia; Apul, Merlina Maria Barbara
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 14 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v14i2.9768

Abstract

Penggunaan menstrual cup oleh perempuan masing dianggap tabu dan tidak nyaman karena budaya, agama, dan adat di Indonesia serta nilai-nilai konservatif masih tertanam di benak masyarakat sebab penggunaan menstrual cup yang dinilai bisa merusak keperawanan. Hal ini diperkuat dengan fenomena menstrual taboo yang memaknai menstruasi pada perempuan sebagai bentuk ketidaksucian. Filmore Pharma mengangkat sebuah kampanye digital (cyberactivism) dengan tajuk ‘Haters Gonna Haid’ sebagai bentuk wacana tandingan mengenai fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menilik bagaimana wacana disampaikan melalui konten kampanye Instagram ‘Haters Gonna Haid’ mengenai penggunaan menstrual cup dengan fokus teori menstrual taboo. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis Sara Mills yang akan melihat negosiasi antara posisi subjek-objek dan pembaca dalam teks. Dari temuan dan hasil analisis data, wacana yang tersalurkan dalam delapan unggahan Filmore Pharma berupa gambar dan video menunjukkan adanya wacana tandingan berupa negosiasi pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan oleh Filmore Pharma kepada audiens mengenai penggunaan menstrual cup yakni pengalaman menstruasi perempuan merupakan hal alamiah, tidak tabu, bukan penghalang bagi perempuan untuk terus berkarya, sekaligus sebagai bentuk perlawanan atas nilai-nilai konservatif pada budaya masyarakat Indonesia.