Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tantangan Implementasi Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Pendidikan Pancasila pada Kurikulum Merdeka Belajar Elinda Rizkasari; Viera Nur Khalifah; Virliana Mareta
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.309

Abstract

Salah satu pilar penting dari sistem pendidikan Indonesia adalah pendidikan Pancasila, yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.  Nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dimaksudkan untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia, kreatif, mandiri, berpikir kritis, dan mampu bekerja sama dalam keragaman. Namun, implementasi nilai-nilai ini menjadi tantangan tersendiri dalam Kurikulum Merdeka Belajar, yang menekankan fleksibilitas dan kemandirian belajar.  Namun, ada beberapa hambatan yang menghambat pelaksanaan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dalam penerapan nilai- nilai Profil Pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan sumber data yang meliputi guru-guru di SD Negeri Bibisluhur I Kota Surakarta dan bahan ajar. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian didapatkan temuan bahwa tantangan utama dalam implementasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila mencakup rendahnya motivasi belajar siswa, keterbatasan sarana dan prasarana, serta minimnya dukungan orang tua dalam penguatan pendidikan karakter. Selain itu, guru menghadapi kendala dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh karena pendekatan pembelajaran yang masih berfokus pada aspek kognitif. Untuk mengatasi permasalahan ini, guru berupaya mengadopsi metode pembelajaran yang inovatif dan melibatkan partisipasi aktif siswa, serta mengikuti berbagai pelatihan profesional
Implementasi Program Sekolah Adiwiyata di SD Negeri Banyuanyar 2 Surakarta Viera Nur Khalifah; Anggit Grahito Wicaksono; Jumanto Jumanto
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.477

Abstract

Pengelolaan lingkungan diperlukan termasuk pencegahan, penanggulangan, kerusakan, dan pemulihan kualitas lingkungan diperlukan yaitu dengan implementasi program sekolah Adiwiyata sebagai bentuk keseriusan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Sekolah yang berhasil melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) merupakan sekolah Adiwiyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program sekolah Adiwiyata di SD Negeri Banyuanyar 2 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan naturalistik, metode kualitatif, dan jenis deskriptif dengan sumber data yang meliputi kepala sekolah, ketua tim Adiwiyata, kelompok kerja (pokja kebersihan sanitasi, fungsi drainase, pokja pengelolaan sampah, pokja konservasi air, pokja penanaman dan pemeliharaan tumbuhan, pokja konservasi energi), dan peserta didik SD Negeri Banyuanyar 2 Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, wawancara, dan dokumen. Penelitian ini menggunakan analisis data model Miles and Huberman. Hasil penelitian didapatkan bahwa implementasi program sekolah Adiwiyata di SD Negeri Banyuanyar 2 Surakarta menunjukkan pelaksanaan beberapa program di antaranya, yaitu Tanaman Obat Keluarga (TOGA), ecobrick, komposting, bank sampah, dan grebeg sampah. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan pelaksanaan program sekolah Adiwiyata dapat mewujudkan perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup dan mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Penelitian ini mendorong pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan yang lebih ramah lingkungan, serta memperkuat pembentukan karakter peduli lingkungan peserta didik sejak dini. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melibatkan lebih banyak sekolah, menggunakan pendekatan komparatif atau mixed methods, serta mengkaji integrasi program Adiwiyata dalam kebijakan dan kurikulum sekolah untuk memperluas pemahaman dan efektivitas program secara lebih menyeluruh.
PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA SURAKARTA DALAM PENYUSUNAN MODUL PROJECT PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) Elinda Rizkasari; Jumanto Jumanto; Viera Nur Khalifah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42930

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di setiap jenjang Pendidikan diberlakukan secara bertahap. Pada tahun 2024 merupakan tahun terakhir Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi menyelenggarakan evaluasi terkait pelaksanaan Kurikulum Merdeka dimana dari hasil evaluasi tersebut akan dijadikan sebagai bahan perbaikan sehingga Kurikulum Merdeka pada akhir tahun 2024 ditetapkan menjadi Kurikulum Nasional. Pengabdian ini bertujuan khusus untuk: memberikan pendampingan dalam penyusunan modul P5 pada Kurikulum Merdeka di SD Kota Surakarta. Urgensi pengabdian ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada guru sekolah dasar di wilayah Surakarta dalam penyusunan modul P5 Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan menjadi Kurikulum Nasional. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pendampingan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelatihan, serta tahap evaluasi akhir. Target yang diharapkan peserta berasal dari perwakilan guru sekoilah dasar sekolah mitra di wilayah Kota Surakarta dan nantinya mampu membuat modul P5. Hasil analisis tanggapan guru terhadap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa materi pelatihan penyusunan modul ajar berbasis P5 di Era Kurikulum Merdeka sangat diminati dan dibutuhkan guru dalam pengembangan pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka. Guru merasakan manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat karena dapat menjadi wawasan keilmuan baru dalam pengembangan kegiatan pembelajaran di sekolah.
Transformasi Kompetensi Pedagogik Guru melalui Pelatihan Deep Learning dan Strategi Meaningful Learning Anggit Grahito Wicaksono; Jumanto Jumanto; Viera Nur Khalifah; Bertha Wikara
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.780

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa akibat dominasi hafalan dalam pembelajaran konvensional, ditambah terbatasnya kompetensi guru dalam inovasi pembelajaran, dimana pemahaman Deep Learning guru rendah dan integrasi elemen Meaningful Learning sulit dilakukan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru Sekolah Dasar dalam menerapkan pendekatan Deep Learning pada elemen Meaningful Learning melalui pelatihan dan pendampingan terstruktur. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman guru terhadap pendekatan Deep Learning dan kesulitan dalam mengintegrasikan elemen Meaningful Learning dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap: persiapan, sosialisasi, pelatihan intensif, dan evaluasi, dengan melibatkan 35 guru dari tiga sekolah dasar. Pelatihan difokuskan pada penguatan konsep Deep Learning, workshop pengembangan modul ajar, dan pendampingan implementasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman konseptual guru dengan kenaikan skor rata-rata dari 74,13 menjadi 91,73 (23,74%), serta 80% peserta berhasil menyusun modul ajar berbasis Meaningful Learning. Tanggapan peserta sangat positif dengan dominasi ekspresi kepuasan (27,3%) dan harapan keberlanjutan (25,5%). Simpulan program menunjukkan bahwa model pelatihan terstruktur dengan pendampingan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan menciptakan dampak transformatif pada praktik pembelajaran. Program ini merekomendasikan perluasan model serupa untuk pengembangan profesional guru yang berkelanjutan.