Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kementerian Agama dalam Mediasi Konflik Rumah Doa Padang Sarai, Kota Padang Gusti Zahwa Dwi Nandita; Syamsir Syamsir; Febi Zulmi Ningsih; Shabira Ramadhani; Rizka Fitri Afrizal; Asmaniah Asmaniah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus pelanggaran kebebasan beragama masih terus terjadi setiap tahunnya. Salah satu bentuk pelanggaran yang paling sering muncul adalah larangan terhadap pendirian dan pemanfaatan tempat ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Kementerian Agama dalam Mediasi Konflik Rumah Doa Padang Sarai, Kota Padang. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan dua informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik berbasis model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kementerian Agama tidak hanya berperan dalam penyusunan regulasi dan mediasi administratif, tetapi juga dalam memelihara aspek sosial dan moral masyarakat. Melalui penyuluh agama dan kegiatan pembinaan lintas iman, Kemenag menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan semangat kebersamaan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memulihkan hubungan sosial antarumat beragama di Padang Sarai. Meskipun demikian, efektivitas mediasi Kementerian Agama seringkali terhalang oleh berbagai tantangan. Azra (2017) menyatakan bahwa kurangnya kepercayaan antar kelompok, dominasi dari mayoritas, serta kepentingan politik lokal dapat mempengaruhi keberhasilan mediasi. Dalam kasus di Padang Sarai, walaupun mediasi sudah dilaksanakan, kelompok masyarakat sipil berpendapat bahwa perlindungan hukum terhadap korban dan tindakan terhadap pelaku masih kurang sesuai.Amnesty International (2025) dan Maarif Institute (2025) menekankan bahwa penyelesaian konflik di Padang Sarai tidak boleh berhenti hanya pada aspek simbolis, tetapi harus disertai dengan penegakan hukum yang serius. Ini penting untuk mencegah terbentuknya preseden buruk dan mengulangi pola kekerasan yang menargetkan kelompok-kelompok minoritas. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana Kementerian Agama menjalankan perannya sebagai mediator, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat, serta sejauh mana mediasi yang dilakukan efektif. Selain itu, analisis ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis untuk memperkuat kerukunan antaragama dan mencegah terulangnya konflik serupa di masa depan.
PARTISIPASI MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN) DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH BERKELANJUTAN OLEH KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DI JORONG CANDRA KIRANA NAGARI SUNGAI DUO Rizka Fitri Afrizal; Junil Adri; Reza Mayrah Wati; Andri Wan Akbar; Raihan Azmi Akil; Syara De Femi; Hanifah Putri; Nurun Aulia Fikri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44282

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan dalam mengimplementasikan teori yang telah diperoleh dalam proses pembelajaran di kampus kepada permasalahan kongkrit yang ada di tengah masyarakat. Nagari Sungai Duo merupakan salah satu nagari yang ada di Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat. Tahapan-tahapan pelaksanaan dilakukan dengan cara observasi (pengamatan) dan wawancara. Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan mahasiswa KKN, terdapat beberapa permasalahan yang perlu direalisasikan sehingga dapat menjadi bahan program kerja mahasiswa KKN di Nagari Sungai Duo terkhususnya pada Jorong Candra Kirana. Pertama program Kolaborasi bersama Kelompok Wanita Tani (KWT), mahasiswa berhasil mewujudkan serangkaian kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, khususnya dalam bidang pertanian, dan sosial keagamaan. Inisiatif penanaman bibit cabai tidak hanya sekadar memberikan bibit secara cuma-cuma, tetapi juga disertai dengan transfer pengetahuan mengenai teknik budidaya cabai yang efektif dan kegiatan panen kangkung bersama menjadi simbol keberhasilan program pertanian yang berkelanjutan, di mana mahasiswa dan warga bahu-membahu memanen hasil tanaman yang telah dirawat bersama. Kedua program kerja bakti sosial dimana mahasiswa memperbaiki lapangan voli sebagai sarana olahraga dan rekreasi, serta membersihkan masjid sebagai tempat ibadah yang suci. Melalui kegiatan gotong royong ini, tercipta ikatan sosial yang kuat antarwarga dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum.