Ana Dhiqfaini Sultan
Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PENGEMBANGAN MODUL AJAR INTERAKTIF BERBASIS CANVA DAN WORDWALL SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PEMBELAJARAN MENDALAM Dewi Hikmah Marisda; Nurindah Nurindah; Ana Dhiqfaini Sultan; Yusri Handayani; Suci Nurul Ramadhani; Putri Putri; Nur Ismi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39045

Abstract

Abstrak: Permasalahan dalam kegiatan ini adalah masih terbatasnya kemampuan guru dalam mengembangkan perangkat ajar interaktif berbasis teknologi untuk mendukung pembelajaran mendalam. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan mengembangkan modul ajar interaktif berbasis Canva dan Wordwall. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, workshop, dan pendampingan dengan mitra sebanyak 12 orang guru SMP Muhammadiyah 14 Makassar. Kegiatan diawali dengan FGD, dilanjutkan dengan workshop dua hari, serta pendampingan selama empat minggu. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, penyebaran angket, serta analisis hasil pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 10 butir soal yang diberikan melalui aplikasi Wayground. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 80% guru mengalami peningkatan pemahaman dalam penggunaan Canva dan Wordwall, serta sekitar 75% guru mampu mengembangkan dan mengimplementasikan modul ajar interaktif dalam pembelajaran mendalam. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik digital guru.Abstract: The issue addressed in this activity concerns the limited capacity of teachers to develop interactive teaching materials based on digital technology to support deep learning. This community service program aims to enhance teachers’ competence in designing interactive teaching modules using Canva and Wordwall. The methods applied included socialization, workshops, and mentoring involving 12 teachers from SMP Muhammadiyah 14 Makassar. The activity began with focus group discussions, followed by a two-day workshop and four weeks of mentoring. Evaluation was carried out through observation, questionnaires, and pretest–posttest analysis, with each test consisiting of 10 items administered through the Wayground application. The findings indicate that more than 80% of teachers showed improved understanding of Canva and Wordwall, and approximately 75% were able to develop and implement interactive teaching modules in deep learning. Thus, this activity effectively improved teachers’ digital pedagogical competence.
PENYUSUNAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA: APLIKASI PRAKTIS PBL DAN PjBL Ana Dhiqfaini Sultan; Nurindah Nurindah; Yusri Handayani; Dewi Hikmah Marisda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26800

Abstract

Abstrak: SMA Muhammadiyah 9 Makassar akan menerapkan Kurikulum Merdeka pada semester ganjil 2024-2025, namun guru-gurunya masih mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan meningkatkan keterampilan hardskill guru-guru dalam menyusun modul ajar berbasis Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan meliputi pretest, wawancara dengan kepala sekolah, sosialisasi, pelatihan, pendampingan penyusunan modul, serta posttest. Mitra kegiatan ini adalah 16 guru SMA Muhammadiyah 9 Makassar. Pre-test dilakukan untuk mengukur pemahaman awal guru mengenai penyusunan modul ajar, sementara post-test digunakan untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman setelah pelatihan. Wawancara dengan kepala sekolah juga dilakukan untuk memperoleh perspektif mengenai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh guru-guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman guru sebesar 15,2%, dengan skor pre-test sebesar 56,56% dan post-test sebesar 71,76%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman guru mengenai penyusunan modul ajar berbasis PBL dan PjBL sesuai Kurikulum Merdeka.Abstract: SMA Muhammadiyah 9 Makassar will implement the Merdeka Curriculum in the odd semester of 2024-2025, but its teachers still have difficulties in preparing teaching modules. The Community Service (PkM) activity aims to improve the hard skills of teachers in developing teaching modules based on Problem Based Learning (PBL) and Project Based Learning (PjBL) in accordance with the Merdeka Curriculum. The methods used include pretest, interview with the principal, socialization, training, assistance in preparing modules, and posttest. The partners of this activity were 16 teachers of SMA Muhammadiyah 9 Makassar. The pre-test was conducted to measure teachers' initial understanding of the preparation of teaching modules, while the post-test was used to evaluate the increase in understanding after training. An interview with the principal was also conducted to gain perspectives on the needs and challenges faced by teachers in implementing the Merdeka Curriculum. The evaluation results show an average increase in teacher understanding of 15.2%, with a pre-test score of 56.56% and a post-test of 71.76%. This shows that this training activity is effective in increasing teachers' understanding of the preparation of PBL and PjBL-based teaching modules according to the Merdeka Curriculum.