Chici Pratiwi
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI DEEP LEARNING Muhammad Nur Wangid; Agus Basuki; Fathur Rahman; Chici Pratiwi; Lintang Waskita Puri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36806

Abstract

Abstrak: Pendekatan deep learning menekankan keterlibatan aktif individu dalam proses belajar, penguasaan pengetahuan yang memadai, serta keingintahuan tinggi terhadap materi pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam memahami dan menerapkan konsep deep learning dalam pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui metode pelatihan dan pendampingan yang dirancang untuk membantu guru BK mengembangkan strategi pembelajaran berbasis deep learning guna meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa. Sasaran kegiatan ini adalah guru BK jenjang SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kota Yogyakarta, dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap konsep deep learning. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pemahaman guru BK dari 81,36 sebelum pelatihan menjadi 90,70 setelah pelatihan, atau meningkat sebesar 11,48%. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru BK serta mendukung terciptanya ekosistem sekolah yang kondusif bagi penerapan deep learning, khususnya dalam layanan BK.Abstract: The deep learning approach emphasizes active individual engagement in the learning process, adequate mastery of knowledge, and a high level of curiosity toward learning materials. This Community Service Program (PKM) aims to enhance the competence of guidance and counseling teachers in understanding and applying the concept of deep learning in educational practice. The program was implemented through training and mentoring methods designed to assist guidance and counseling teachers in developing deep learning-based instructional strategies to improve students’ understanding and creativity. The target participants were junior high school guidance and counseling teachers who are members of the Guidance and Counseling Teachers Association (MGBK) of Yogyakarta City, with a total of 50 participants. Program evaluation was conducted using pretests and posttests to measure participants’ understanding of the deep learning concept. The analysis results indicate an increase in the average comprehension score of guidance and counseling teachers from 81.36 before the training to 90.70 after the training, representing an improvement of 11.48%. These findings demonstrate that the training was effective in enhancing the competence of guidance and counseling teachers and in supporting the creation of a conducive school ecosystem for the implementation of deep learning, particularly within guidance and counseling services.
PELATIHAN PELAKSANAAN ASESMEN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA GURU BK SMP Muhammad Nur Wangid; Chici Pratiwi; Widiya Juwita Sari; Lintang Waskita Puri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31434

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan asesmen bimbingan dan konseling dalam Kurikulum Merdeka pada guru BK SMP Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru BK dalam melakukan asesmen yang sesuai dengan pendekatan Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada kebutuhan siswa. Kegiatan ini direncanakan untuk merespon kebutuhan guru BK SMP di lokasi tersebut tentang wawasan dan keterampilan dalam kurikulum merdeka khususnya mengenai asesmen layanan bimbingan dan konseling. Sasaran kegiatan pelatihan ini adalah guru BK yang tergabung dalam MGBK SMP Kabupaten Karanganyar, berjumlah 30 peserta. Metode yang digunakan adalah dengan teknik pelatihan dan pendampingan. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta dikenalkan, dilatih, dan didampingi secara berkelanjutan. Secara garis besar, kegiatan ini dimulai dari perencanaan kegiatan sampai menerapkan prosedur asesmen. Berdasarkan hasil pelaksanaan PKM dengan tema Pelatihan Pelaksanaan Asesmen Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka Pada Guru BK SMP Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah secara keseluruhan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Hal ini didukung dengan hasil rata-rata setelah diberikan perlakuan sebesar 8,03 atau sebesar 18,09%. Selain peningkatan secara kuantitatif, para peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi, dan komitmen untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di satuan pendidikan masing-masing.Abstract: This activity aims to improve the understanding and skills of guidance and counseling assessment in the independent curriculum for junior high school guidance and counseling teachers in Karanganyar Regency, Central Java. This training is important to improve the knowledge and skills of guidance and counseling teachers in conducting assessments in accordance with the Independent Curriculum approach, which emphasizes student needs. This activity is planned to be held to respond to the needs of junior high school guidance and counseling teachers in the location regarding insight and skills in the independent curriculum, especially regarding the assessment of guidance and counseling services. The target of this training activity is guidance and counseling teachers who are members of the MGBK Junior High School in Karanganyar Regency, totaling 30 participants. The method used is training and mentoring techniques. During the implementation of the activity, participants are introduced, trained, and mentored continuously. In general, this activity starts from planning activities to implementing assessment procedures. Based on the results of the implementation of PKM with the theme of Guidance and Counseling Assessment Implementation Training in the Independent Curriculum for Junior High School Guidance and Counseling Teachers in Karanganyar Regency, Central Java, over all it can be implemented well and in accordance with the planning. This is supported by the average results after being given treatment of 8.03 or 18.09%. In addition to quantitative improvements, participants also showed high enthusiasm and commitment to implementing the training results in their respective educational units.