Chintya Gunarto
Program Studi Teknik Kimia, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PRODUKSI SABUN CAIR DAN PADAT UNTUK PENINGKATAN POTENSI UMKM DESA Christian Julius Wijaya; Luh Juni Asrini; Chatarina Dian Indrawati; Felycia Edi Soetaredjo; Nanik Iswahyuni; Dolies Suharjo; Kezia Welien Herdita; Chintya Gunarto; Nathania Puspitasari; Jindrayani Nyoo Putro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28651

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor utama yang menyokong perekonomian Indonesia dimana terus berkembang seiring dengan tingkat populasi Indonesia yang tinggi. UMKM terus bertumbuh dari kota-kota metropolitan hingga tingkat desa dengan berbagai macam produk-produk yang inovatif dan kreatif. Dalam hal ini, kolaborasi tim ABDIMAS bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan potensi UMKM di Desa Morang, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun dengan peningkatan keterampilan teknis dan non-teknis dalam produksi sabun cair dan padat. Keterampilan ini penting untuk dapat dimiliki sebagai dasar potensi pengembangan UMKM di Desa Morang. Kegiatan ABDIMAS ini ditujukan bagi 19 anggota kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Morang melalui metode pelatihan yang dilengkapi ceramah, praktik, dan diskusi antara tim ABDIMAS dan peserta. Produk sabun cair dan padat dipilih karena merupakan produk sederhana yang dibutuhkan manusia sehari-hari. Kegiatan ABDIMAS ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada masyarakat desa dalam hal peningkatan perekonomian dan kehidupan sosial dengan peluang usaha produk sabun cair dan padat ini. Kegiatan ABDIMAS ini telah dievaluasi dengan mengunakan metode kuisioner dimana menunjukkan peningkatan wawasan dan keterampilan yang signifikan berdasarkan rata-rata peningkatan persentase respon sebesar 47,4% untuk total respon “setuju” dan “sangat setuju” dan 44,2% untuk respon “sangat setuju” saja.Abstract: Micro/Small/Medium Enterprises (MSMEs) are the main sector that supports the Indonesian economy which continues to grow along with Indonesia's high population level. MSMEs continue to grow from metropolitan cities to village level with a variety of innovative and creative products. In this case, the collaboration of the community service team aims to contribute to developing the potential of MSMEs in Morang Village, Kare District, Madiun Regency by increasing hard and soft skills in the production of liquid and solid soap. These skills are important to have as a basis for the potential development of MSMEs in Morang Village. This community service activity was given to 19 members of the Family Empowerment and Welfare (PKK) women's group of Morang Village through a training method which included lectures, practices, and discussions between the community service team and the participants. Liquid and solid soap products were chosen because they are simple products that people need every day. It is hoped that this community service activity can have a positive impact on village communities in terms of improving the economy and social life with business opportunities for liquid and solid soap products. This community service activity has been evaluated using a questionnaire method which shows a significant increase in insight and skills based on an average increase in the response percentage of 47.4% for the total response of "agree" and "strongly agree" and 44.2% for the response of "strongly agree" only.
PENINGKATAN NILAI GUNA LIMBAH KARET SEBAGAI BAHAN ADITIF POLIMER DOTTING PADA SARUNG TANGAN KESELAMATAN Chintya Gunarto; Herman Hindarso; Aning Ayucitra; Nathania Puspitasari; Martinus Edy Sianto; Edward Alexandria; Dova Novi Salantua; Liliani Liliani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28700

Abstract

Abstrak: Sarung tangan keselamatan merupakan salah satu benda utama dalam proses produksi di berbagai industri karena dapat melindungi tangan dari kecelakaan kerja. PT. Sumber Lancar Cemerlang (PT. SLC) merupakan pabrik produsen sarung tangan keselamatan yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Produk unggulan PT. SLC adalah sarung tangan dotting dan sarung tangan karet tebal. Proses produksi sarung tangan karet tebal menghasilkan potongan limbah karet sebesar 3 ton/bulan. Melihat jumlah limbah karet yang dihasilkan cukup besar dan menyebabkan pencemaran lingkungan ketika dibakar, dibutuhkan pengolahan secara efektif. Gagasan yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah pengolahan bahan campuran polimer dalam proses produksi sarung tangan dotting yang memiliki nilai jual. Dotting pada sarung tangan dotting terbuat dari polimer sintesis yang bersifat fleksibel dan kuat. Rasio antara limbah karet dengan polimer sebesar 1:3 merupakan rasio terbaik karena karakteristik polimer dotting menyerupai produk komersilnya. Proses praktik percobaan dan analisis polimer dotting dilakukan di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Kalijudan, sedangkan pengecekan kualitas produk dalam skala industri dilakukan oleh mitra. Melalui tahapan evaluasi, mitra memperoleh peningkatan pengetahuan terkait pemanfaatan limbah karet sebagai bahan baku polimer dotting dan proses pencampuran.Abstract: Safety gloves are among the main objects in the production processes of various industries because they protect hands from work-related accidents. PT Sumber Lancar Cemerlang (PT SLC) is a safety glove manufacturer located in Sidoarjo, East Java. The main products of PT SLC include dotting gloves and thick rubber gloves. The production of thick rubber gloves generates 3 tons per month of rubber waste. Rubber waste cannot be disposed of directly or burned, as it causes environmental pollution. To address this issue, the rubber waste is processed into a polymer blend material for the production of dotting gloves. The dots on dotting gloves are made from flexible and strong synthetic polymers. A ratio of 1:3 between rubber waste and polymer is optimal because the characteristics of the dotting polymer are similar to those of commercial product. Experiments and analysis of the dotting polymer were conducted at Widya Mandala Surabaya Catholic University (UKWMS) Kalijudan Campus, while product quality checks on an industrial scale were carried out by the partners. Based on the evaluation, partners improved their knowledge of the utilization of rubber waste and the mixing process.
IMPLEMENTASI SISTEM PENYIRAMAN BERBASIS INTERNET OF THINGS DAN PENGEMBANGAN WEBSITE KELEMBAGAAN DALAM PENGUATAN OPERASIONAL PERTANIAN GREENHOUSE Christian Julius Wijaya; Luh Juni Asrini; Andrew Febrian Miyata; Chatarina Dian Indrawati; Chintya Gunarto; Catherine Tjondro Kusumo; Hubertus Carmelo Dinar Willyanto; Dustin Pranata Wangsawidjaja; Daniel Daniel
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38424

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (ABDIMAS) ini berangkat dari permasalahan sistem penyiraman dalam greenhouse yang masih dilakukan secara manual dan keterbatasan media informasi digital pada suatu pusat edukasi pertanian di Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan 5 orang pengelola lembaga sebagai mitra ABDIMAS. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional greenhouse sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pemanfaatan teknologi digital yang mudah dioperasikan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif–implementatif melalui tahapan observasi dan perencanaan, implementasi solusi teknologi, dan evaluasi kualitatif berbasis pemantauan dan diskusi bersama mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem penyiraman berbasis Internet of Things (IoT) mampu menghadirkan kendali penyiraman yang lebih terpusat, efisien, dan terjadwal, sementara pengembangan website resmi lembaga berhasil memperluas akses informasi, edukasi, dan publikasi kegiatan kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya mengimplementasikan teknologi dan platform digital, tetapi juga mendorong peningkatan literasi teknologi dan kemandirian mitra dalam mengelola inovasi secara berkelanjutan.Abstract: This community service (ABDIMAS) stems from the problem of the watering system in the greenhouse which is still done manually and the limited digital information media at an agricultural education center in East Java. This activity involved 5 institutional managers as the ABDIMAS partner. This activity aims to increase greenhouse operational efficiency while strengthening institutional capacity through the use of easy-to-operate digital technology. The implementation method uses a descriptive–implementative approach through the stages of observation and planning, implementation of technological solutions, and qualitative evaluation based on monitoring and discussions with partners. The results of the activity showed that the implementation of an Internet of Things (IoT)-based watering system was able to provide more centralized, efficient, and scheduled watering control, while the development of the institution's official website succeeded in expanding access to information, education, and publication of activities to the public. This activity not only implements digital technology and platforms, but also encourages increased technological literacy and partner independence in managing innovation sustainably.