Faridatul Istighfaroh
Administrasi Publik, Universitas Bojonegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI DUOLINGO DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS DI SMP Faridatul Istighfaroh; Ana Kumalasari; Tasya Pradita; Vita Nugrah Septiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29723

Abstract

Abstrak: Kemampuan Bahasa Inggris di desa kecil sangat memprihatinkan, contohnya salah satu sekolah menengah pertama (SMP) berbasis pesantren di desa Jatirogo kabupaten Tuban masih kesulitan dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris meskipun aplikasi pembelajaran Bahasa Inggris sudah sangat banyak dan mudah diakses melalui handphone. Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan salah satu aplikasi Bahasa Inggris yakni Duolingo dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa disana. Metode yang digunakan adalah sosialisasi di sebuah sekolah SMP berbasis pesantren yang ada di desa Jatirogo kabupaten Tuban. Jumlah yang ikut dalam sosialisasi adalah 90 orang. Hanya saja karena keterbatasan jumlah gadget (HP) yang bisa digunakan untuk praktik aplikasi Duolingo, maka peserta praktikum difokuskan pada kelas 7 saja yang berjumlah 26 orang. Adapun peserta lainnya tetap diberikan akses ke Duolingo diluar dari jadwal siswa kelas 7 sebagai tambahan pembelajaran namun tidak menjadi kelompok yang ditargetkan. Dalam sosialisasi ini dilakukan pretest saat sosialisasi dan posttetst dilakukan setelah satu minggu penggunaan aplikasi secara rutin untuk mengetahui keefektifan aplikasi Duolingo. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan Bahasa Inggris sebesar 83% dari nilai rata-rata pretest 20-40 menjadi 45-65 saat posttest. Hal ini menunjukkan penggunaan aplikasi Duolingo berdampak positif bagi siswa.Abstract: English language skills in small villages are very worrying, for example, one of junior high schools with the Islamic boarding school-based in Jatirogo village, Tuban district, is still having difficulty in improving English language skills even though there are many English learning applications available and easily accessible via mobile phone. This service aims to introduce one of the English applications, namely Duolingo, in improving the English language skills of students there. The method used was socialization at an Islamic boarding school-based junior high school in Jatirogo village, Tuban district. The number who took part in the socialization was 90 people. However, due to the limited number of gadgets (mobile phones) that can be used to practice the Duolingo application, the practicum participants focused on class 7 with 26 people. Other participants were given the opportunity to access Duolingo outside the class 7 schedule as additional learning but not as targeted group. In this program, a pre-test was carried out during socialization and a post-test was carried out after one week of regular use of the application to determine the effectiveness of the Duolingo application. The results show an increase with 83% in English language skills from an average pre-test score of 20-40 to 45-65 at post-test. This shows that using the Duolingo application has a positive impact on students.
OPTIMALISASI SKOR TOEFL MELALUI ONLINE STUDY GROUP PADA SISWA SMA BOJONEGORO Faridatul Istighfaroh; Septi Wulandari; Ervina Layli Nurizzakiya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33104

Abstract

Abstrak: Kebutuhan siswa SMA untuk memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang resmi sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun untuk menghadapi persaingan global semakin meningkat. Namun, keterbatasan akses bimbingan intensif untuk mendapatkan sertifikat Bahasa Inggris seperti TOEFL menjadi kendala utama. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan skor TOEFL dan untuk belajar secara kolaboratif melalui online study group sehingga berpengaruh pada nilai TOEFL mereka secara positif. Metode yang digunakan adalah workshop trik dan tips mengerjakan TOEFL secara luring, lalu dilanjutkan secara daring dengan memanfaatkan platform digital WhatsApp group. Jumlah siswa yang terlibat adalah 15 orang dari kelas X dan XI di sekolah SMA Negeri 4 di kabupaten Bojonegoro yang secara selektif dipilih oleh guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Untuk mengetahui dampak dari workshop dan online study group, instrumen yang digunakan adalah pretest TOEFL tepat setelah sesi workshop dan posttest sesudah penerapan online study group dengan menggunakan soal TOEFL berjumlah sama yakni 140 soal yang terdiri dari listening 50 soal, structure 40 soal dan reading 50 soal. Hasilnya menunjukkan bahwa adanya peningkatan skor TOEFL rata-rata sebesar 7,13% atau 31 poin dari 435 ke 466 setelah mengikuti workshop dan bergabung dengan online study group.Abstract: The need for senior high school students to have an official English proficiency certificate as preparation for pursuing higher education or facing global competition is increasing. However, limited access to intensive guidance for obtaining English certificates such as the TOEFL remains a major obstacle. The purpose of this community service activity is to increase TOEFL score and to learn collaboratively through an online study group, which is expected to have a positive impact on their TOEFL scores. The method used consists of an offline workshop providing tips and tricks for taking the TOEFL, followed by online sessions via the WhatsApp digital platform. A total of 15 students from grades X and XI at SMA Negeri 4 in Bojonegoro Regency were selected by their English teacher to participate. To measure the impact of the workshop and online study group, a TOEFL pre-test was administered immediately after the workshop session and a post-test was given after the online study group implementation by using the TOEFL test with the same number of questions, 140 questions, consisting of 50 listening, 40 structure and 50 reading questions. The results showed an increase in TOEFL average scores with 7,13% or 31 points from 435 to 466 after participating in the workshop and joining the online study group.