Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Cocopeat dengan Memanfaatkan Limbah Serabut Kelapa dalam Pembuatan Media Tanam di Desa Bonto Bulaeng Yusma Auliana; Eka Sudartik; Andi Bonewati
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1085

Abstract

Penumpukan limbah serabut kelapa yang ada di Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa menimbulkan masalah tersendiri yaitu penumpukan serabut kelapa di beberapa pekarangan rumah warga setempat. Adapun solusi dari penumpukan limbah serabut kelapa yaitu dengan mengolah limbah serabut kelapa menjadi media tanam. Tujuan dari program kerja ini adalah meningkatkan kesadaran masyrakat bagaimana penting nya mengolah serabut kelapa menjadi bermanfaat serta memiliki nilai guna di kehidupan masyarakat. Peserta pelatihan ini melibatkan ibu-ibu PKK dan masyarakat desa bonto Bulaeng, Kecematan Sinoa. Metode Kegiatan ini dilakukan melalui, Observasi, pengumpulan sampel, pengambilan data, pelatihan dan sosialisasi serta turun langsung dalam melakukan langkah- langkah pembuatan “COCOPEAT”. Hasil dari program ini adalah meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat dan diharapkan dapat mengubah minset berfikir masyarakat tentang bagaimana pentingnya mengolah sabut kelapa agar bermanfaat bagi tanaman yang akan di tanam. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui dua sumber: data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kegiatan observasi yang ditujukan untuk memahami situasi aktual terkait penumpukan limbah serabut kelapa serta mengevaluasi dampak yang timbul dari masalah tersebut, Sementara itu, data sekunder yang berfungsi sebagai informasi pendukung dihimpun dari berbagai sumber literatur ilmiah dan jurnal yang relevan dengan permasalahan yang dibahas.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Kotoran Kuda di Desa Bonto Bulaeng Kecamatan Sinoa Andi Sulfikar; Sulkifli Sulkifli; Andi Bonewati
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1086

Abstract

Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng adalah salah satu desa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai bertani dan peternak. Namun desa ini belum memanfaatkan hasil alam dan limbah ternaknya secara efisien, namun dasar pupuk yang digunakan yaitu dari alam dan limbah ternak. Melalui program pengabdian masyarakat ini kami mengevaluasi masyarakat desa Bonto Bulaeng khususnya para petani untuk memanfaatkan bahan alam dan kotoran kuda yang tersedia. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu observasi, persiapan alat dan bahan, pengumpulan data dan sosialisasi dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini ialah menyampaikan kepada masyarakat betapa pentingnya memanfaatkan bahan alam dan kotoran ternak khususnya kotoran kuda dan daun gamal menjadi bermanfaat bagi masyarakat setempat.
EFFECTIVENESS OF APPLYING COFFEE GROUNDS ORGANIC FERTILIZER AND BOOSTER FERTILIZER ON THE GROWTH AND YIELD OF PURPLE EGGPLANT (Solanum melongena L.) Irfandi Amir; Andi Bonewati; Sulkifli
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v10i2.7916

Abstract

Increasing the national yield of purple eggplant (Solanum melongena L.) requires the application of environmentally friendly fertilization technology. This study was designed to evaluate the response of plants to the application of coffee grounds, organic waste, and booster fertilizer formulas, both applied separately and integrated, on the vegetative performance and fruit production of purple eggplant. The research method used a Randomized Block Design (RBD) with six treatments and three replications: K0 (control), K1 (20 g coffee grounds), K2 (2 ml/L booster), K3 (4 ml/L booster), K4 (20 g coffee grounds +2 ml/L booster), and K5 (20 g coffee grounds + 4 ml/L booster). The results showed that the K4 combination treatment produced the best harvest with the highest fruit weight of 277.08 g. Meanwhile, K5 exhibited the highest vegetative growth, as measured by plant height and leaf number. This fertilizer combination is effective in increasing the productivity of purple eggplant.
Respon Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah Terhadap Aplikasi Limbah Cangkang Kemiri dan Pupuk Organik Cair Dalam meningkatkan Produksi Umbi Eka Sudartik; Andi Bonewati
Wanatani Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v6i2.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap aplikasi limbah cangkang kemiri dan pupuk organik. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali, sehingga diperoleh 24 unit satuan percobaan. Perlakuan terdiri atas P0 (kontrol/tanpa perlakuan), P1 (Limbah cangkang kemiri 50 ml + pupuk organic cair 50 g), P2 (Limbah cangkang kemiri 100 ml + pupuk organic cair 100 g), P3 (Limbah cangkang kemiri 150 ml + pupuk organic cair 150 g), P4 (Limbah cangkang kemiri 200 ml + pupuk Organik cair 200 g), dan P5 (Limbah cangkang kemiri 250 ml + pupuk Organik cair 250 g). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah, dan bobot kering umbi. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (uji F) dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cangkang kemiri dan pupuk organik memberikan pengaruh terbaik pada perlakuan P5 untuk parameter tinggi tanaman (23,63 cm) dan jumlah daun (19,63 helai), perlakuan P3 untuk jumlah anakan (7,00), serta perlakuan P4 untuk bobot basah (45,20 g) dan bobot kering umbi (35,48 g). Perlakuan P0 (kontrol) menunjukkan hasil terendah pada seluruh parameter pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian cangkang kemiri dan pupuk organik mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah, dengan dosis optimal yang berbeda untuk setiap parameter yang diamati.