Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Inovasi Alat Pelubang Mulsa untuk Meningkatkan Efisiensi Petani di Desa Karyawangi Novi Saksono; Risky Ayu Febriani; Rani Nopriyanti; Jata Budiman; Heri Setiawan; Herman Budi Harja
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1123

Abstract

Desa Karyawangi merupakan salah satu desa di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan termasuk ke dalam wilayah agraris. Desa Karyawangi, dengan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, efisiensi proses pelubangan mulsa masih menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi. Metode manual pelubangan mulsa yang masih banyak digunakan terbukti memakan waktu, tenaga dan sering kali kurang presisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pelubang mulsa inovatif yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan ergonomic kerja petani. Proses pengembangan meliputi desain, pembuatan prototipe, dan pengujian lapangan untuk mengevaluasi kinerja alat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mempercepat proses pelubangan mulsa dibandingkan dengan metode konvensional, dengan tingkat presisi lubang yang seragam. Alat pelubang mulsa ini diharapkan menjadi model bagi pengembangan alat pertanian sederhana yang mendukung keberlanjutan sektor agraris.
Pengembangan Sistem Penarik Mesin Braiding Konvensional dengan Metode Reverse Engineering Ilham Ali Arridho; Risky Ayu Febriani; Rani Nopriyanti; Heri Setiawan
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v11i2.5349

Abstract

Braiding machines are essential equipment in the textile industry for producing precise fibber or wire interlacements. Most conventional braiding machines in Indonesia are aging and lack adequate technical documentation. As a consequence, maintenance, component replacement, and component reproduction processes become difficult to perform. This study aims to recover technical data and develop the take-up mechanism of a conventional braiding machine through a reverse engineering approach. The research methodology consists of component identification through disassembly, dimensional measurement, 3D CAD modelling, component design modification, preparation of technical drawings, followed by assembly and functional testing. The results show that the modified component design has a simpler geometry, resulting in more efficient assembly and maintenance processes. Functional testing demonstrates that all components operate in accordance with the original mechanism, while performance testing indicates that the take-up system is capable of maintaining constant yarn tension and producing uniform braiding within a speed range of 100–160 RPM. Statistical analysis using an X̄ control chart confirms that the braiding quality remains within statistical control limits without significant deviations. Therefore, this study concludes that the reverse engineering method is effective in providing comprehensive technical documentation, extending machine service life, and supporting local manufacturing independence.Keywords - Dokumentasi Teknis, Mesin Braiding, Reverse Engineering, Sistem Penarik, X-Chart.
Analisis Kekuatan Konstruksi Rangka pada Mesin Penyapu Jalan Risky Ayu Febriani
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 10 No 2: December 2025
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiso adalah salah satu poin 5S yang dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan Istilah Kebersihan. Kegiatan kebersihan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di workshop manufaktur. Salah satu area workshop yang harus dijaga kebersihannya yaitu area yang didemarkasi oleh warna hijau sebagai tanda untuk area jalan (zona aman). Namun dengan area workshop yang luas, pengerjaannya masih menggunakan alat pembersih manual, sehingga butuh waktu lama untuk petugas membersihkannya. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dibuat suatu mesin penyapu jalan untuk mengefektifkan kegiatan kebersihan tersebut. Mesin penyapu jalan ini dirancang berdasarkan kebutuhan workshop dan dengan tuntutan dapat didorong dan diangkat oleh forklift. Pembuatan rangka mesin penyapu jalan dilakukan dengan melihat ketersediaan material di pasaran dan analisis konstruksi rangka dilakukan dengan metoda Finite Element Analysis serta Teori Von Mises pada perhitungan manual. Dari hasil analisis yang dilakukan, didapat data  ketika keadaan diam (statis) adalah 107 [], sedangkan  ketika diangkat forklift adalah 101,9 []. Nilai hasil analisis menujukkann bahwa konstruksi rangka mesin penyapu jalan yang dirancang mampu menahan beban dan gaya-gaya yang ditimbulkan saat mesin beroperaso, hal ini terlihat dari tegangan yang terjadi masih berada dibawah tegangan ijin  yaitu masih berada di daerah elastis. Konstruksi rangka ini diharapkan dapat digunakan untuk mesin penyapu jalan yang akan dibuat dalam proses pembersihan kotoran di workshop dengan lebih efektif.
Perancangan Sistem Preventive Maintenance untuk Meningkatkan Availability Peralatan Produksi Menggunakan Metode ISMO di CV Rejeki Abadi Machinery Dhion Khairul Nugraha; Herman Budi Harja; Novi Saksono Brodjo Muhadi; Risky Ayu Febriani; Nazhiif Akmal Aaqilah; Omar Syaifan Azizi
Jurnal Mesin Nusantara Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v9i1.24978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem preventive maintenance dengan metode ISMO untuk peralatan produksi di CV Rejeki Abadi Machinery. CV tersebut berlokasi di Jawa Tengah yang memproduksi pompa air dalam negeri. Saat ini strategi pemeliharaan yang digunakan adalah corrective maintenance, dimana pemeliharaan mesin baru dilakukan ketika terjadi kerusakan. Hal ini berakibat pada rendahnya availability mesin, kerugian akibat mesin tidak digunakan, dan biaya pemeliharaan yang tinggi. Perusahaan berupaya untuk melakukan pembaruan sistem pemeliharaan menjadi preventive maintenance. Metode yang dilakukan dalam perancangan sistem preventive maintenance adalah berbasis ISMO, dimana siklus pemeliharaan suatu objek mesin ditentukan oleh nilai kerumitannya. Nilai kerumitan mesin secara signifikan dipengaruhi oleh spesifikasi mesin dan beban kerja yang direncanakan akan diterima. Berdasarkan perolehan siklus ISMO pemeliharaan untuk setiap mesin dapat dihitung kualifikasi dan jumlah kebutuhan tenaga kerja. Hasil perhitungan dan perbandingan nilai availaibility keseluruhan objek mesin antara saat penerapan corrective maintenance dan simulasi setelah penerapan sistem preventive maintenance menunjukkan adanya peningkatan nilai availability objek mesin. Rata-rata availaibility meningkat dari sebelumnya 79,5% menjadi 96,3%. Dengan adanya sistem preventive maintenance, diharapkan CV Rejeki Abadi Machinery dapat menjamin kelangsungan produksi dan mengurangi risiko kegagalan mesin yang tidak terduga.
Pembuatan Horizontal Spindle Test bar pada Mesin Frais Aciera F3 Risky Ayu Febriani; Novi Saksono; Herman Budi Harja; Rian Wijaya
JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur) Vol 6 No 1 (2024): Volume: 6 | Nomor: 1 | April 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48182/jtrm.v6i1.172

Abstract

A test bar is a tool that represents an axis whose position will be tested relative to other machine elements as well as the movement of the axis relative to its own position. With a test bar as a precision tool, the deviation value of a machine's geometry can be determined. In the initial stages of making the spindle test bar, namely determining the design according to ISO 230-1:1996 standards, machine testing tools books and directly observing the Aciera F3 Milling Machine. The stages of making a test bar spindle consist of several machining processes such as the lathe process, heat treatment and grinding process, quality checking, and testing. The results of the quality check showed that there were 4 actual dimensions within the tolerance limits and 3 other actual dimensions had sizes outside the tolerance limits, but sizes outside these limits had no effect on the function of the workpiece being made, so this calibration tool could still be used. For testing the spindle test bar on the Aciera F3 Milling Machine object, there were deviations in eccentricity and parallelism with the transverse direction table of 0.030 mm and 0.011 mm, respectively.