Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Literasi dan Numerasi Melalui Bimbingan Belajar di SDN 234 Sumberdadi Iswandi Iswandi; Mita Dwi Cahyani; Fitriyani Fitriyani; Nurul Fajrina; Ratna Ratna; Viola Sasqia Zalza; Ni Luh Dian Sawitri; Rina Rina; Nurnanengsi Nurnanengsi; Hardianto Hardianto; Nisraeni Nisraeni
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1179

Abstract

Kegiatan bimbingan belajar merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Program ini dirancang untuk membantu siswa memahami materi pelajaran secara lebih efektif dan meningkatkan keterampilan dasar dalam membaca serta berhitung. Metode pelaksanaan program ini meliputi pengajaran berbasis kelompok kecil, pendekatan interaktif, serta pendampingan personal. Dari hasil kegiatan, sebanyak 85% siswa mengalami peningkatan hasil belajar yang signifikan. Selain itu, siswa lebih termotivasi dalam belajar dan lebih percaya diri dalam menghadapi ujian. Kesimpulannya, program bimbingan belajar ini berdampak positif terhadap peningkatan literasi dan numerasi siswa SDN Negeri 234 Sumberdadi serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pendidikan.
Bahaya Ciber Bullying di Era Digital Pada Lingkungan Sekolah Abdul Zahir; Stevi Geovani; Fitriyani Fitriyani; Rensi Sarianti; Junardi Junardi; Dini Aminartin
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.605

Abstract

Era digital telah mengubah interaksi sosial secara fundamental, termasuk di lingkungan sekolah, namun juga memunculkan fenomena negatif baru seperti cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam bahaya cyberbullying yang terjadi di kalangan pelajar serta dampaknya yang komprehensif terhadap individu, dinamika sosial, dan iklim akademik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap studi-studi relevan, diperkaya dengan analisis kualitatif mengenai kasus-kasus terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa cyberbullying yang melibatkan penyebaran konten berbahaya, pelecehan daring, atau eksklusi sosial melalui media digital, memiliki konsekuensi psikologis yang parah bagi korban, termasuk peningkatan risiko depresi, kecemasan, penurunan harga diri, hingga keinginan untuk bunuh diri. Secara kolektif, tindakan ini merusak lingkungan belajar yang aman dan suportif dengan menciptakan suasana ketakutan, ketidakpercayaan, dan konflik. Diperlukan intervensi yang terintegrasi, yang tidak hanya melibatkan peningkatan kesadaran dan literasi digital bagi siswa, guru, dan orang tua, tetapi juga pengembangan kebijakan sekolah yang tegas dan mekanisme pelaporan yang rahasia untuk menanggulangi dan mencegah cyberbullying. Studi ini menyimpulkan bahwa sekolah memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam melindungi siswa dari bahaya digital dan merekomendasikan implementasi program pencegahan yang berfokus pada pembentukan etika digital dan empati.